Update Tarif Grab per KM Saat Ini

Saat ini, online telah menjadi salah satu layanan transportasi pilihan banyak masyarakat di Indonesia karena selain dinilai lebih cepat dan punya tarif terjangkau, bisa dipesan dengan mudah, cukup memakai aplikasi di smartphone . Di Tanah Air sendiri, sebenarnya ada beberapa layanan ojek online, dan salah satu yang sudah sangat terkenal adalah Grab.

Ilustrasi: Logo Grab (credit: Liputan6)
Ilustrasi: Logo Grab (credit: Liputan6)

Tidak bisa dipungkiri bahwa teknologi informasi sekarang semakin berkembang dengan pesat hingga dapat memengaruhi pola kehidupan dan cara berkomunikasi manusia di era globalisasi. Seiring dengan itu, sedikit banyak menyebabkan manusia menuntut serba instan dan cepat, semua serba mudah, dan memiliki pola hidup yang konsumtif.[1]

Bacaan Lainnya

Melihat fenomena di atas, sekarang hadir sejumlah layanan transportasi online yang mampu memberikan perasaan puas akan kebutuhan masyarakat dalam bepergian. Masyarakat dapat menggunakan layanan tersebut dengan mudah dan murah, serta aman dan nyaman. Selain itu, hadirnya transportasi online juga menjawab kebutuhan masyarakat agar segala sesuatunya dapat dilakukan dengan praktis.

Di Indonesia sendiri, sudah ada sejumlah layanan online yang dapat dipakai masyarakat untuk bepergian. Salah satu nama besar, selain Gojek, adalah Grab. Ini adalah perusahaan yang awalnya didirikan di Malaysia, sebelum akhirnya dipindahkan ke Singapura. Di dalam negeri sendiri, Grab merupakan rebranding dari GrabTaxi, yang bertujuan untuk menyatukan sejumlah komponen layanan, tidak cuma taxi, melainkan juga mobil (GrabCar), ojek (GrabBike), carpooling (GrabHitch), dan layanan pemesanan kurir (GrabExpress).[2]

Baca juga  Update Jadwal dan Harga Tiket Ferry Batam-Tanjung Pinang

Grab sendiri menyasar pasar Indonesia bukan tanpa alasan. Pasalnya, jumlah penduduk Indonesia sangat banyak dan tidak sedikit yang menggunakan transportasi umum untuk bepergian, termasuk untuk bekerja. Di Jakarta saja misalnya, ada sekitar 17 juta orang yang menumpang transportasi umum pada pagi hari dan 12 juta orang membutuhkan pada sore hari.[3]

Saat pertama kali mengaspal di Tanah Air, minggu perdana peluncuran, Grab sukses mendapatkan 8 ribu pesanan dalam satu hari (most high-velocity launch ever).[4] Bagi Grab sendiri, itu adalah pencapaian tertinggi jika dibandingkan dengan negara lain. Awalnya hanya tersedia di Jakarta, Grab sekarang telah menjangkau sejumlah kota besar, seperti Surabaya, Bandung, hingga Bali.

Ilustrasi: Grab Bike (credit: CNBC)
Ilustrasi: Grab Bike (credit: CNBC)

Layanan Grab

  • GrabBike, ini cocok buat mereka yang enggan terjebak kemacetan saat di jam-jam sibuk, terutama di kota-kota besar. Layanan ini diklaim dapat membawa konsumen menerjang macet, tetapi tetap mengutamakan keselamatan dan kenyamanan penumpang.
  • GrabCar, ini adalah layanan yang mengedepankan rasa aman dan nyaman saat bepergian. Selain menjamin kendaraan dalam kondisi bersih dan prima, mitra pengemudinya pun telah mendapat bagaimana memberikan pelayanan terbaik bagi penumpang.
  • GrabTaxi, ini adalah layanan yang mengawali berdirinya Grab pada tahun 2012 lalu. Berawal dari MyTeksi di Malaysia, saat ini Grab telah berekspansi ke setidaknya 8 negara Asia Tenggara.
  • GrabExpress, sebuah layanan yang bisa dipilih masyarakat yang ingin mengirimkan paket atau barang tetapi tidak punya waktu luang. Selain bisa kirim dokumen dan barang kapan saja, pelanggan juga dapat melacak hingga sampai ke alamat tujuan dan setiap pengiriman otomatis akan diasuransikan.
  • GrabFood, merupakan layanan yang kini tengah menjadi favorit banyak orang di Indonesia. Ini adalah penyelamatan di kala haus dan lapar menyerang, namun enggan beranjak dari rumah. GrabFood sendiri sudah bekerja sama dengan banyak merchant, restoran, kafe, hingga warung, sehingga memberikan banyak pilihan menu kepada konsumen.
Baca juga  Info Terkini Layanan dan Tarif Anterin

Layaknya angkutan umum konvensional, tarif Grab dan online lainnya telah ditetapkan dalam aturan pemerintah. Paling anyar, berdasarkan survei terhadap 1.862 responden yang dilakukan pada 13 hingga 17 Februari 2020, Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan menetapkan tarif baru untuk layanan transportasi online yang berlaku mulai 16 Maret 2020.

Ilustrasi: Driver dan Penumpang Grab Car (credit: Grab)
Ilustrasi: Driver dan Penumpang Grab Car (credit: Grab)

Tarif Grab dan Online

Zona Tarif
Zona I (Sumatera, Bali, Jawa selain Jabodetabek) Tarif batas bawah : Rp1.850 per km
Tarif batas atas : Rp2.300 per km
Biaya minimal 4 km pertama : Rp7.000 – Rp10.000
Zona II (Jabodetabek) Tarif batas bawah : Rp2.250 per km
Tarif batas atas : Rp2.650 per km
Biaya minimal 4 km pertama : Rp9.000 – Rp10.500
Zona III (Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Kepulauan Maluku, Papua) Tarif batas bawah : Rp2.100 per km
Tarif batas atas : Rp2.600 per km
Biaya minimal 4 km pertama : Rp7.000 – Rp10.000

Besaran tarif Grab dan online lainnya di atas, seperti diutarakan sebelumnya, berdasarkan putusan Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan yang disalin dari berbagai sumber dan masih berlaku hingga artikel ini ditayangkan. Namun, perlu dicatat bahwa tarif tersebut tidak mengikat dan dapat berubah sewaktu-waktu, tergantung dari kebijakan pemerintah maupun penyedia jasa ojek online.

Baca juga  Update Tarif Tol Jakarta-Bogor via Jagorawi (Semua Golongan Kendaraan)

[Update: Panca]

[1] Gunawan, Steven. 2017. Persepsi Konsumen Atas Layanan Grab Car di Surabaya. Agora, Vol. 5(3).

[2] Elvina, Magdalena. 2016. Sikap Masyarakat Jakarta Aplikasi Grab terhadap Brand Baru Grab. Jurnal E-Komunikasi Ilmu Komunikasi Universitas Kristen Petra Surabaya. Vol. 4(1).

[3] Ibid.

[4] Ibid.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.