Update Harga Cangkul di Pasaran (Lokal dan Impor)

No comment19623 views

Istilah cangkul (atau pacul dalam bahasa Jawa) mungkin sudah tidak asing lagi di telinga Anda. Perkakas ini merupakan tradisional yang umum digunakan dalam pertanian, dengan fungsinya untuk menggali tanah, membersihkan tanah dari rumput, atau untuk meratakan tanah. Meski sudah banyak jenis peralatan yang lebih modern, namun cangkul juga masih biasa digunakan hingga saat ini.

Umumnya, para petani menggunakan peralatan cangkul ini untuk mencangkul tanahnya sebelum ditanami tumbuhan. Dengan mencangkul terlebih dahulu, dianggap bisa membuat tanah tersebut menjadi gembur. Tanah yang gembur ini nantinya akan berguna untuk memudahkan pertumbuhan akar tanaman, yang otomatis akan berpengaruh pada hasil panen.

Petani mencangkul (sumber: pertanianku.com)

Petani mencangkul (sumber: pertanianku.com)

Cangkul terbuat dari kombinasi antara kayu (bisa juga karet) dan besi atau baja. Bahan kayu digunakan untuk bagian gagang cangkul, sedangkan besi digunakan untuk bagian bawah yang disebut mata cangkul (landepan) yang berfungsi untuk menembus dan menggali tanah. Cara memakainya, gagang diayun ke atas dari belakang punggung, kemudian ke tanah di depan.

Nah, bagi Anda yang bertanya-tanya berapa harga cangkul yang ada di pasaran saat ini, harga cangkul tentunya bervariasi, tergantung dari dan ukuran cangkul yang bersangkutan. Alat itu sendiri sudah dijual bebas, baik di toko peralatan pertanian maupun situs jual beli . Berikut ini adalah info terbaru harga beberapa produk cangkul yang tersedia di pasaran.

Harga Cangkul

Model/ Cangkul Harga
Cangkul Mini Gagang Kayu 30 cmRp30.000
Cangkul Mini Gagang Karet 14 x 11 cmRp40.000
Cangkul Garukan Mini 30 cmRp34.000
Cangkul Mini Gagang Kayu 40 cmRp36.000
Cangkul Mini Gagang Plastik 35 cmRp34.100
Cangkul Merk Ayam Rp40.000
Cangkul Thailand (Cap Buaya) IIRp135.000
Cangkul SCOCK Asli ImportRp75.500
Cangkul RRC Slipper (Cap Mata)Rp130.000
Cangkul Buaya Mas (Cap Buaya)Rp119.000
Cangkul Schlieper (Pacul Cap Mata Satu)Rp140.000
Cangkul Thailand (Cap Buaya) Grade IRp200.000
Cangkul Carl Schlieper German (Mata 3)Rp119.000
Cangkul Blitar IIRp165.000
Cangkul Thailand (Cap Buaya) Grade IRp200.000
Cangkul Mini Gagang Stainless Steel  30 cmRp275.000

Jika dibandingkan tahun sebelumnya, harga cangkul di atas ada yang mengalami kenaikan dan ada juga yang stabil. Sebagai contoh, tahun lalu, harga cangkul gagang kayu 30 cm Rp8.000 hingga Rp12.000 dan saat ini menjadi Rp30.000. Sementara itu, harga cangkul Blitar II pada tahun lalu dan saat ini masih sama, yakni Rp165.000 per buah.

Selain diproduksi dalam yang utuh, produsen atau distributor cangkul juga banyak yang menyediakan gagang atau mata cangkul saja. Untuk gagang cangkul, biasanya dijual dengan harga Rp20 ribuan hingga Rp22 ribuan. Sementara itu, untuk mata cangkulnya, dibanderol dengan harga kisaran Rp27 ribuan hingga Rp52 ribuan. Perbedaan harga ini tergantung dari material bahan dan ukuran mata cangkul yang bersangkutan. 

Secara umum, kualifikasi untuk cangkul SNI yang diproduksi dalam negeri ini dibagi dalam tiga tenis cangkul. Untuk kelas A, kelas yang biasa digunakan oleh petani Indonesia, dijual dengan harga Rp72 hingga Rp80 ribuan. Cangkul kelas A ini memiliki tingkat kekerasan sekitar 40-an. Sementara, untuk kelas B, memiliki kekerasan 30 dan dijual dengan harga rata-rata Rp30 hingga Rp47 ribuan, sedangkan untuk kelas C, yang memiliki rata-rata harga Rp20 hingga Rp25 ribuan, menggunakan bahan baku SPHC dan tingkat kekerasan 20-an.

Cangkul (sumber: minews.id)

Cangkul (sumber: minews.id)

Harga Cangkul Impor China

Beberapa waktu lalu, guna memenuhi kebutuhan cangkul dalam negeri. pemerintah sempat mengimpor perkakas ini dari China. Meski skala dan volume impornya tidak terlalu besar, namun masuknya cangkul yang berasal dari China ini diprotes oleh banyak kalangan. Alasannya, cangkul adalah perkakas sederhana yang bisa dibuat dengan mudah oleh perajin pandai besi lokal, tidak membutuhkan impor dari negara lain. 

Persoalan tentang adanya impor cangkul dari China ini diketahui saat satu kontainer memuat 86.180 unit kepala cangkul dari China yang masuk melalui Medan, Sumatera Utara. Pengimpornya diketahui merupakan perusahaan pelat merah PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI). Mereka mendapatkan izin mengimpor kepala cangkul sebanyak 1,5 juta potong, yang sedianya didatangkan sejak Juni 2016 lalu. 

Namun, beberapa pedagang besar peralatan pertanian menyebutkan jika cangkul impor ini sebenarnya bukanlah barang baru di Indonesia. Mereka kerap mendapatkan pasokan cangkul impor ini dan mereka salurkan kepada instansi pemerintah yang ingin harga murah dan partai besar. Diketahui, instansi pemerintah dan swasta rutin dalam pengadaan barang dalam partai besar untuk proyek-proyek, sehingga harus ada kepastian stok barang. 

Bahkan, para pedagang tersebut menyebutkan bahwa sejak tahun 2000 lalu, impor cangkul asal China ini dianggap sudah lazim. Pertimbangan mereka sebagai pedagang, dari sisi kualitas dan harga, cangkul buatan China dirasa lebih bersaing. Alhasil, pedagang tersebut lebih senang menjual cangkul impor ketimbang cangkul hasil produksi lokal. 

Apabila dibandingkan antara cangkul lokal dengan cangkul impor China, cangkul pabrikan Negeri Panda ini lebih berat ketimbang cangkul buatan perajin lokal. Perbedaan berat ini menurut pedagang menunjukkan kualitas besi yang dipakai cangkul China lebih berkualitas. Cangkul buatan China juga dianggap memiliki finishing yang jauh lebih baik dengan pelat cangkul yang lebih rata. 

Kemudian, untuk membandingkan bentuk lempengannya, lagi-lagi cangkul China diklaim selangkah lebih maju dibandingkan cangkul buatan dalam negeri. Cangkul pabrikan China sengaja dibuat sedikit melengkung, hal ini memudahkan pengguna perkakas yang populer disebut pacul ini ketika menggaruk dan membuat tangkapan tanah yang 'tercangkul' lebih banyak. Sementara, untuk cangkul lokal sendiri, dibuat datar tanpa lengkungan.

Meski demikian, menurut informasi dari para pedagang, pembeli cangkul tak pernah bertanya barang yang dibelinya merupakan buatan perajin lokal atau impor dari China. Perbedaan dari segi harga, pada tahun sebelumnya, cangkul China tersebut dijual tanpa gagang seharga Rp60.000 per buahnya, sementara untuk cangkul buatan perajin lokal dibanderol Rp35.000. Sebagai perbandingan, saat ini, cangkul China dijual dengan harga Rp80.000 dan cangkul buatan perajin lokal dibanderol Rp57.500 per buah.

[Update: Almasshabur]

Baca juga  Info Terkini Harga Getah Damar
author
Sudah lama lulus dari S-1 di kampus PTN ternama. Penyuka musik dan sedikit audiophile.

Leave a reply "Update Harga Cangkul di Pasaran (Lokal dan Impor)"