Update Biaya Kursus Bahasa Jerman di Goethe Institut

No comment13977 views

Jerman kini menjadi salah satu negara tujuan warga negara Indonesia (WNI) untuk melanjutkan studinya, entah itu S1, S2, maupun S3. Selain untuk tujuan , Jerman juga banyak dituju untuk keperluan pekerjaan. Karena itu, tidak mengherankan jika kemudian banyak warga Indonesia, terutama pelajar dan mahasiswa, yang berminat kursus Bahasa Jerman.

Ilustrasi: siswa kursus Bahasa Jerman di Goethe Institut (sumber: goethe.de)

Ilustrasi: siswa kursus Bahasa Jerman di Goethe Institut (sumber: goethe.de)

Di Indonesia sendiri, sudah ada begitu banyak lembaga kursus yang bersedia mengajarkan Anda Bahasa Jerman. Dari sekian banyak lembaga tersebut, Goethe Institut menjadi salah satu lembaga ternama yang ahli di Bahasa Jerman. Goethe Institut Jakarta berdiri sejak tahun 1961 silam dan tiap tahunnya telah menerima sekitar lebih dari 5.000 peserta kursus Bahasa Jerman.

Goethe Institut bekerja sama dengan berbagai instansi pemerintah Indonesia untuk mendukung tercapainya kecakapan dalam pengajaran Bahasa Jerman di Indonesia lewat berbagai workshop dan seminar. Selain kelas untuk kursus bahasa, Goethe Institut Jakarta juga memiliki perpustakaan yang menyediakan banyak buku, musik, film, dan media lain, baik dalam Bahasa Jerman atau terjemahan bahasa lainnya.

Setidaknya, ada 3 jenis kursus Bahasa Jerman yang ditawarkan oleh Goethe, yakni mulai dari yang termurah Ekstensif, Intensif, hingga yang termahal kelas Super Intensif. Perbedaan dari beberapa kelas tersebut ada pada durasi pertemuan dan tingkat kemajuan yang didapat siswa setelah kursus. Anda dijamin akan nyaman dan bisa lebih fokus saat belajar Bahasa Jerman karena pihak Goethe Institut menetapkan kapasitas maksimal 22 peserta di tiap kelas.

Biaya Kursus di Goethe Institut

Jenis KursusDurasi KursusHarga
Kursus Ekstensif A1.113 MingguRp3.550.000 
Kursus Ekstensif A2.113 MingguRp3.750.000 
Kursus Ekstensif A2.213 MingguRp3.550.000
Kursus Intensif B1.16 MingguRp3.300.000
Kursus Intensif B1.26 MingguRp3.300.000
Kursus Ekstensif B2.313 MingguRp3.550.000
Blended Learning Ekstensif A1.113 MingguRp3.550.000 
Kursus Super Intensif7 MingguRp6.000.000 (maksimal)

Biaya kursus di Goethe Institut mengalami perubahan hampir setiap tahun. Tercatat pada 2019, kursus Ekstensif A2.1 selama 13 minggu ditawarkan mulai tarif Rp3,6 juta dan kursus Ekstensif B2.2 dalam kurun waktu yang sama dikenai biaya sebesar Rp3,4 juta. Kedua program kursus tersebut mengalami kenaikan harga pada 2020. Untuk kursus Ekstensif A2.1 selama 13 minggu naik menjadi Rp3,75 juta, dan kursus Ekstensif B2.2 naik drastis menjadi Rp6,15 juta. 

Memasuki 2021, biaya kursus di Goethe Institut terpantau masih mengalami perubahan dibandingkan 2020 lalu. Misalnya, kursus Ekstensif A2.2 selama 13 minggu yang semula ditawarkan seharga Rp3,3 juta, kini naik menjadi Rp3,55 juta. Sedangkan untuk kursus Super Intensif yang tadinya program berlangsung selama 6,5 minggu, digenapkan menjadi 7 minggu dengan tarif sama yakni Rp6 jutaan.

Lembaga ini memungkinkan karyawan perusahaan untuk belajar bahasa Jerman (bisa diadakan di Goethe Institut maupun kantor atau perusahaan yang bersangkutan), belajar sambil bermain, hingga belajar bahasa Jerman dalam kelompok kecil.

Syarat Kursus di Goethe Institut

  • Peserta kursus minimal berusia 15 tahun atau duduk di kelas 10 SMA.
  • Khusus untuk kursus , peserta minimal berusia 13 tahun.
  • Biaya kursus bisa dibayar tunai atau dengan kartu Debit BCA saat pendaftaran.

Jika Anda membutuhkan informasi lebih detail, Anda bisa langsung menuju Goethe Institut di Jalan Sam Ratulangi No. 9-15, Jakarta setiap Senin 09.00-17.00 WIB, Selasa-Jumat pukul 09.00-18.00 WB, dan Sabtu pukul 10.00-16.00 WIB. Selain itu, Anda bisa menghubungi nomor telepon (021) 23550208 dan email di alamat kursu[email protected]

[Update: Ditta]

Baca juga  Update Biaya Kuliah S1 IPB (Institut Pertanian Bogor) TA 2021/2022
author
Sudah lama lulus dari S-1 di kampus PTN ternama. Penyuka musik dan sedikit audiophile.

Leave a reply "Update Biaya Kursus Bahasa Jerman di Goethe Institut"