Update Syarat dan Biaya PPG (Pendidikan Profesi Guru) Tahun 2021

Setiap guru yang ada di Indonesia saat ini diwajibkan untuk mengikuti program Pendidikan Profesi Guru alias PPG, sesuai dengan aturan yang tercantum pada Undang-Undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Dalam undang-undang tersebut tertulis bahwa guru wajib mempunyai sertifikasi sebagai pengajar.

Profesi guru (sumber: detik)
Profesi guru (sumber: detik)

Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan PPG? PPG atau Pendidikan Profesi Guru merupakan pendidikan tinggi setelah program pendidikan yang mempersiapkan para peserta untuk memiliki pekerjaan sesuai persyaratan keahlian khusus untuk menjadi seorang guru. PPG ini sendiri adalah sebuah program pengganti Akta IV yang sejak tahun 2005 silam sudah tak digunakan lagi.

Bacaan Lainnya

Proses sertifikasi guru ini sebenarnya dapat ditempuh melalui dua cara. Yang pertama lewat Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) selama 10 hari, dan yang kedua lewat PPG yang ditempuh selama sekitar satu sampai dengan dua tahun.

Sayangnya, jalur sertifikasi guru melalui PLPG ini sudah tak berlaku lagi mulai tahun 2015 lalu. Peraturan ini tercantum dalam Undang-Undang Nomor 14 tahun 2005, yang berbunyi bahwa guru yang belum melakukan sertifikasi sejak peraturan tersebut diundangkan diberi kesempatan selama 10 tahun melalui PLPG. Jika lebih dari tahun tersebut, maka guru harus ikut sertifikasi lewat program PPG. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi seorang guru jika ingin mengikuti PPG, di antaranya:

Baca juga  Pendaftaran dan Biaya Kuliah S2 UNIKA Atma Jaya TA 2022/2023

Syarat PPG

  • Memiliki kualifikasi akademik minimal Sarjana (S1) atau Diploma Empat (D4) dari program studi yang terakreditasi, kecuali program studi PGSD dan PGPAUD.
  • Mengajar di satuan pendidikan di bawah binaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
  • Guru PNS yang mengajar pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Daerah (Pemda) atau guru yang dipekerjakan (DPK) pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat.
  • Guru bukan PNS yang berstatus guru tetap yayasan (GTY) atau guru yang mengajar pada satuan pendidikan negeri yang memiliki surat keputusan dari Pemda.
  • Memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK).
  • Memiliki masa kerja sebagai guru minimal lima tahun.
  • Bersedia mengikuti pendidikan sesuai dengan peraturan yang ada dan mendapatkan izin belajar dari Kepala Sekolah dan Pemda.

Berikut sejumlah dokumen yang harus disiapkan untuk melengkapi pendaftaran PPG.

Ilustrasi: para peserta PPG (sumber: meenta.net)
Ilustrasi: para peserta PPG (sumber: meenta.net)

Dokumen Persyaratan PPG

  • Formulir pendaftaran peserta PPG.
  • Fotokopi ijazah S1/D4 yang sudah dilegalisasi oleh perguruan tinggi asal atau Kopertis untuk lulusan PTS yang sudah tidak beroperasi.
  • Fotokopi SK pengangkatan sebagai PNS bagi guru PNS, SK GTY, atau SK dari Pemda bagi guru bukan PNS.
  • Fotokopi SK pengangkatan sebagai guru bukan PNS (guru tetap pada satuan pendidikan tempat yang bersangkutan mengajar) dari kepala sekolah dan/atau yayasan.
  • Surat pernyataan kesediaan mengikuti pendidikan dan meninggalkan tugas mengajar yang ditandatangani oleh yang bersangkutan dan Kepala Sekolah.
  • Surat persetujuan/izin dari Kepala Sekolah dan diketahui Disdik.
  • Surat keterangan berbadan sehat dari dokter.
  • Surat keterangan bebas NAPZA dari instansi yang berwenang.
Baca juga  Info Terkini Biaya Pengurusan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di Bekasi

Jika Anda mantap ingin melanjutkan Pendidikan Profesi Guru, berikut informasi biaya PPG yang dapat dijadikan referensi.

Biaya PPG

Lalu, berapa biaya yang diperlukan untuk mengikuti program PPG? Menurut beberapa sumber, biaya yang harus dikeluarkan untuk menjalani program PPG adalah sebesar Rp9,5 jutaan per semester. Sementara, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi sempat menetapkan biaya kuliah program studi PPG sebesar Rp10 juta per semester, dengan lama kuliah selama satu tahun. Nominal tersebut sudah berlaku sejak Januari 2020.

Untuk PPG Prajabatan pada 2020/2021, dikenai biaya pendaftaran Rp300 ribu dan biaya pendidikan Rp8,5 juta per semester. Sayangnya, masih belum mada ketetapan mengenai biaya untuk PPG Prajabatan yang akan datang. Jika guru mendidik di daerah terluar, terdepan, dan tertinggal (program SM3T), biaya PPG seratus persen ditanggung pemerintah.

Di beberapa provinsi, biaya PPG sudah ditanggung oleh daerah setempat, melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Namun, biaya yang ditanggung ini hanya untuk biaya kuliah, di biaya pribadi seperti transportasi, biaya kost, dan keperluan lainnya. Sementara, di beberapa daerah lainnya, biaya PPG masih ditanggung oleh guru sepenuhnya.

Baca juga  Info Jadwal Pendaftaran dan Biaya Kuliah STTD Bekasi TA 2021/2022

Jadwal PPG Dalam Jabatan (Daljab) 2021

Peserta PPG/Pendidikan Profesi Guru (sumber: siedoo.net)
Peserta PPG/Pendidikan Profesi Guru (sumber: siedoo.net)

Jadwal PPG Daljab Angkatan 3

Agenda Tanggal
Konfirmasi kesediaan 9-16 Juni 2021
Penetapan peserta 21 Juni 2021
Lapor diri 24-25 Juni 2021
Pembelajaran mandiri 28 Juni – 14 Juli 2021
Orientasi mahasiswa 15 Juli 2021
Pendalaman materi 16-31 Juli 2021
Perancangan pembelajaran 2-19 Agustus 2021
Uji komprehensif 20, 23, 24 Agustus 2021
PPL 25 Agustus – 6 Oktober 2021
UKIN 7, 8, 11, dan 12 Oktober 2021
UP 16-17 Oktober 2021

Jadwal PPG Daljab Angkatan 4

Agenda Tanggal
Konfirmasi kesediaan 9-16 Agustus 2021
Penetapan peserta 21 Agustus 2021
Lapor diri 25-26 Agustus 2021
Pembelajaran mandiri 27 Agustus – 12 September 2021
Orientasi mahasiswa 13 September 2021
Pendalaman materi 14-28 September 2021
Perancangan pembelajaran 29 September – 14 Oktober 2021
Uji komprehensif 15, 16, 18 Oktober 2021
PPL 20 Oktober – 1 Desember 2021
UKIN 2, 3, 6, 7 Desember 2021
UP 11-12 Desember 2021

Sementara itu, pendaftaran PPG Prajabatan sampai dengan tahun 2021 ini tampaknya masih belum dibuka. Informasi pendaftaran terakhir dibuka sekitar Agustus 2020 lalu dan masih belum ada update terbaru untuk tahun 2021. Untuk informasi lebih jelas, Anda dapat mengakses langsung laman online PPG Kemdikbud.

[Update: Dian]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

2 Komentar

  1. peryataan bahwa “Memiliki masa kerja sebagai guru minimal lima tahun” tidak tercantum dalam situs resmi ristekdikti, lagipula tidak masuk akal, karena baru bisa mengajar setelah mendapatkan PPG. tolong di ralat. terimaksih