Harga Ulat Hongkong (Hidup, Kering, Tepung)

No comment115 views

Bagi penggemar burung, termasuk burung , pasti sudah tidak asing lagi dengan bernama ulat hongkong. Ini adalah salah satu pilihan pakan bagi banyak burung. Tidak cuma burung, ulat hongkong juga dapat dijadikan pakan untuk lain seperti ikan dan reptil. Di pasaran sendiri, ulat hongkong dapat Anda beli di pasar atau situs jual beli online dengan yang cukup terjangkau.

Ulat hongkong (sumber: omkicau.net)

Ulat hongkong (sumber: omkicau.net)

Ulat hongkong kabarnya berasal dari wilayah Mediterania, dengan bentuk mini berwarna kuning agak cokelat. Di Indonesia, ulat hongkong banyak dimanfaatkan sebagai pakan burung kicauan, pakan ikan hias, dan berbagai jenis hewan hias lain, seperti ular, landak mini, hingga hamster. Bahkan, kini, ulat hongkong juga dimanfaatkan sebagai pakan untuk budidaya semut rangrang penghasil kroto.

Meski demikian, serapan terbanyak ulat hongkong masih digunakan untuk pakan burung kicauan pemakan serangga, seperti burung kenari, kacer, jalak bali, jalak putih, murai, cucak hijau, pleci, beo, dan lainnya. Pasalnya, untuk burung kicauan, ulat hongkong dikatakan memiliki beragam manfaat, antara lain:

  • Sebagai pakan selingan (extra food). Pakan diberikan pada burung kicauan untuk menghindari burung dari kebosanan mengonsumsi jenis pakan tertentu.
  • Sebagai pendongkrak energi atau stamina bagi burung kicau. Utamanya, pemberian ulat hongkong difokuskan pada burung kicauan yang akan mengikuti kontes. Kebanyakan penggemar burung percaya pemberian ulat hongkong pada burung dapat meningkatkan birahi burung, sehingga burung kicauan dapat “manggung” atau berkicau dengan rajin dan maksimal (gacor).
  • Sebagai penambah kemampuan produktivitas dan meningkatkan hasrat kawin indukan. Penangkar burung kicauan berpengalaman mengatakan bahwa kemampuan produktivitas burung seperti kenari dapat bertambah jika diberikan pakan ulat hongkong. Dengan catatan, pemberian tidak berlebihan dan tidak diberikan setiap hari, karena dapat menyebabkan penyakit kolesterol pada burung.

Selain sebagai pakan burung, seperti disampaikan di atas, ulat hongkong atau ulat kandang ini juga telah dimanfaatkan sebagai pakan hewan ternak. Permintaan ulat kandang di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir makin banyak karena banyak peternak menjadikan ulat ini untuk pakan ternaknya. Bahkan, para peternak lele maupun ayam sudah mulai beralih ke ulat kandang untuk memenuhi kebutuhan pakan ternaknya.

Ada beberapa alasan mengapa ulat hongkong semakin sering dicari. Ketersediaan atau stok pakan ini di pasaran termasuk banyak dan hampir selalu ada di setiap hewan. Alasan lainnya adalah ulat hongkong dikatakan punya kandungan protein yang tinggi. Selain itu, faktor menarik lainnya adalah harga ulat kandang yang cukup terjangkau. Biasanya, jika konsumen membeli dalam skala besar, maka harga yang diberikan oleh pedagang menjadi lebih murah.

Lalu, berapa harga ulat hongkong di pasaran? Harga ulat hongkong bervariasi, tergantung ukuran kemasan dan jenis ulat hongkong, apakah masih segar (hidup) atau sudah dalam kondisi kering. Rata-rata, harga ulat hongkong berada di angka ribuan hingga puluhan ribu rupiah. Berikut kami sajikan informasi terbaru harga ulat hongkong di pasaran dalam negeri.

Harga Ulat Hongkong

Ulat hongkong (youtube: Trubus Channel)

Ulat hongkong (youtube: Trubus Channel)

Kemasan Ulat HongkongHarga
Ulat Hongkong Letkong Hidup 100 grRp7.000
Ulat Hongkong Hidup 50 grRp8.500
Ulat Hongkong Kering 25 grRp9.500
Tepung Ulat Hongkong 25 grRp9.800
Ulat Hongkong Hidup 100 grRp12.000
Tepung Ulat Hongkong R-Farm 45 grRp12.000
Ulat Hongkong Kering Mealworm 25 grRp13.000
Ulat Hongkong Kering R-Farm Toples Rp25.500
Tepung Ulat Hongkong Markel 50 grRp28.800
Tepung Ulat Hongkong Markel 100 grRp45.900
Ulat Hongkong Hidup 1 kgRp80.000
Ulat Hongkong Kering Markel 200 grRp80.100
Tepung Ulat Hongkong Markel 300 grRp112.500
Tepung Ulat Hongkong Markel 450 grRp163.800

Harga ulat hongkong di atas, baik dalam kondisi masih hidup, sudah kering, atau berupa tepung, kami rangkum dari berbagai sumber, termasuk toko jual beli online. Harga ulat hongkong tersebut tidak mengikat dan bisa berbeda-beda di masing-masing tempat. Untuk memperoleh informasi lebih lengkap, Anda bisa datang langsung ke toko pakan burung terdekat di kota Anda.

Beternak Ulat Hongkong

Ulat hongkong (sumber: inilahblitar.blogspot.com)

Ulat hongkong (sumber: inilahblitar.blogspot.com)

Selain sebagai konsumen, Anda pun bisa mencoba beternak ulat hongkong. Pasalnya, dengan banyaknya para pencinta burung, maka pasar ulat hongkong pun sangat potensial. Dengan yang minim, Anda pun bisa berpeluang meraih omzet yang tinggi apabila rajin dan tekun memelihara ulat hongkong. Berikut ini tips memelihara ulat hongkong.

  • Sebagai persiapan, kumpulkan perlengkapan yang menyangkut oatmeal kering, sumber kelembapan organik yang tidak berjamur, tiga toples plastik dengan lubang udara di atas, beberapa karton dari karton telur atai isi tisu toilet, dan ulat hongkong.
  • Tuangkan oatmeal hingga lapisannya setinggi 2,5 cm dari dasar toples plastik. Lapisan ini menjadi alas dan makanan bagi ulat hongkong dalam beberapa tahap pertumbuhannya.
  • Simpan beberapa potongan sayur di dalam tiap toples. Anda bisa menggunakan buah atau sayur seperti seledri, daun selada, kentang, atau apel.
  • Masukkan ulat hongkong hidup ke dalam salah satu toples. Beberapa peternak ulat hongkong juga memasukkan beberapa potong roti dan sereal atau makanan anjing kering ke dalam toples.
  • Taruh beberapa potongan karton di atas oatmeal, karena hewan ini menyukai kegelapan.
  • Beri toples label yang sesuai. Salah satunya adalah untuk ulat (larva), satu untuk pupa (kepompong), dan satu untuk kumbang dewasa.
  • Tutup toples dan tempatkan di area yang hangat dan gelap. Kehangatan akan mempercepat pertumbuhan ulat.

Jangan lupa untuk mengganti makanan yang sudah lama dan berjamur dengan makanan yang baru dan segar. Apabila Anda memiliki ulat lebih sedikit, Anda bisa menyimpannya di toples yang lebih kecil. Agar ulat hongkong bisa tumbuh menjadi pupa, Anda harus memindahkannya ke toples yang berbeda dan coba untuk tidak menaruh terlalu banyak ulat di dalam satu toples.

Baca juga  Update Syarat dan Biaya Cerai di Pengadilan Agama
loading...
author
Sudah lama lulus dari S-1 di kampus PTN ternama. Penyuka musik dan sedikit audiophile.

Leave a reply "Harga Ulat Hongkong (Hidup, Kering, Tepung)"