Harga Rumah Subsidi Type 36 di Berbagai Daerah

menjadi kebutuhan pokok sebagian besar masyarakat, khususnya di Indonesia. Namun, kebutuhan akan itu mungkin menjadi sesuatu yang sulit mengingat rumah yang tinggi. Kenaikan itu tidak terbatas hanya dalam waktu satu tahun, tetapi bisa dalam seminggu, bahkan hari berikutnya. Oleh karena itu, banyak dari masyarakat yang mencoba membeli rumah dengan sistem .

harga, rumah, subsidi, type, 36, tipe, masyarakat, indonesia, wilayah, sumatera, jawa, jabodetabek, tahun, 2018, 2019, ketentuan, kementerian, fasilitas, DP, down, payment, lahan, bangunan, di

Ilustrasi: rumah lelangan bank

Meskipun mencicil, namun harga rumah masih juga dinilai tinggi. Untuk mengatasi hal itu, pemerintah berusaha memberikan bantuan berupa subsidi. Bagi Anda yang ingin membeli rumah dengan harga relatif murah dan bisa disesuaikan dengan pendapatan, bisa membeli rumah subsidi dengan berbagai tipe.

Salah satu rumah subsidi yang ada adalah tipe 36. Tipe itu dinilai cocok bagi keluarga kecil, terutama bagi pasangan yang baru menikah. Rumah ini biasanya memiliki 2 tidur, 1 mandi, 1 dapur, dan juga 1 ruang tamu. Rumah tipe 36 persegi adalah standar minimal masyarakat bertempat tinggal secara layak.

Harga Rumah Type 36

Rumah subsidi diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Harga rumah bersubsidi terus mengalami kenaikan harga sebanyak lima persen setiap tahun. Pada Januari 2018, Dewan Pimpinan Cabang Real Estate Indonesia (REI) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Dadang Hariyadi, mengusulkan kenaikan harga rumah subsidi type 36 dari Rp 142 juta di tahun 2018 menjadi Rp 150 juta di tahun 2019.

Menurut Dadang, diperlukan kajian mendalam sebagai pertimbangan dalam usulan kenaikan harga itu. Ada banyak faktor yang menjadi tolak ukur berkaitan dengan usulan. Seperti ketersediaan lahan, kondisi lahan, harga material, dan lain-lainnya.

Menurut Dadang, usulan dari REI belum menjadi keputusan. REI berharap usulan ini bisa diperjuangkan, terutama ihwal besaran kenaikannya, agar pengembang di daerah punya ruang untuk bisa mengembangkan hunian lebih berkualitas untuk masyarakat. Usulan setiap daerah berbeda-beda karena kendala dan situasinya berbeda-beda. Di Kotim, lahan lebih murah daripada di Jawa, tapi bahan lebih mahal.

harga, rumah, subsidi, type, 36, tipe, masyarakat, indonesia, wilayah, sumatera, jawa, jabodetabek, tahun, 2018, 2019, ketentuan, kementerian, fasilitas, DP, down, payment, lahan, bangunan, di

Ilustrasi: rumah tipe 36 (sumber: kiranagarden.com)

Formulasi perhitungan harga realistis sudah tersedia sehingga penentuan harga ke depannya bisa lebih mudah disepakati. Industri untuk MBR bisa menjadi penggerak ekonomi, karena survei membuktikan segmen ini yang terbesar, dan paling dicari.

Sementara itu, Ketua REI Kabupaten Kotawaringin Timur Andi Saputra, kenaikan harga rumah subsidi mengacu kepada ketentuan yang telah disetujui oleh Kementerian PUPR. Untuk Kalimantan, pada 2016 di angka Rp 128 juta, tahun 2017 menjadi Rp 135 juta, dan pada 2018 menjadi Rp 142 juta.

Harga rumah subsidi antara satu daerah dengan daerah lain berbeda beda. Contohnya, harga rumah subsidi di wilayah Jawa (kecuali Wilayah Jabodetabek) tahun ini Rp 130 juta. Sedangkan di Jabodetabek Rp 148,5 juta. Wilayah Sumatera (kecuali Kepulauan Riau dan Bangka Belitung) Rp 130 juta, Sulawesi Rp 136 juta, Maluku dan Maluku Utara Rp 148,5 juta, Bali dan Nusa Tenggara Rp 148,5 juta, Papua dan Papua Barat Rp 205 juta.

Meskipun ada usulan yang ingin menaikkan harga rumah, namun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan mengeluarkan formula kebijakan baru terkait konsep dan harga rumah bersubsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) pada November mendatang. Alasannya, harga rumah subsidi dinilai masih terlalu tinggi dan sebagian MBR yang tidak mampu membeli.

Menurut Direktur Evaluasi Bantuan Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR, Arvi Argyantoro, harga rumah subsidi yang berlaku saat ini berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) dan Peraturan Menteri PUPR yang berlaku sampai 2018. Nanti, untuk 2019 sampai 2024, akan ada perubahan.

Dalam formula baru tersebut, rencananya akan ada beberapa konsep rumah untuk MBR yang dibedakan berdasarkan tipenya. MBR dengan penghasilan Rp 2 juta per bulan dapat membeli rumah dengan konsep Rumah Inti Tumbuh yang bertipe di bawah 36. Rumah tersebut kecil, tapi bisa dikembangkan sesuai pertumbuhan pendapatan MBR.

harga, rumah, subsidi, type, 36, tipe, masyarakat, indonesia, wilayah, sumatera, jawa, jabodetabek, tahun, 2018, 2019, ketentuan, kementerian, fasilitas, DP, down, payment, lahan, bangunan, di

Ilustrasi: perumahan subsidi (sumber: tribunnews.com)

Sedangkan, untuk MBR menengah ke atas yang berpenghasilan sekitar Rp 4 juta ke atas, dapat membeli rumah dengan konsep Rumah Sejahtera yang bertipe 45. Konsep rumah ini, tentu memiliki harga yang juga lebih mahal dari konsep Rumah Inti Tumbuh.

Saat ini, harga rumah subsidi masih dipatok dengan harga yang sama yaitu Rp 140 juta. Karena itu golongan MBR bawah belum bisa memanfaatkannya. Namun Arvi memastikan, harga Rumah Inti Tumbuh akan di bawah harga saat ini. Harga bisa lebih rendah (dari Rp 140 juta) untuk yang MBR bawah. Harga itu berlaku untuk Rumah Inti, bisa tumbuh, ukurannya kecil tapi bisa dikembangkan.

Arvi belum bisa memperkirakan kapan kebijakan ini akan dikeluarkan. Konsep akhir dari formula kebijakan ini masih terus digodok oleh Kementerian PUPR. Kajiannya juga mencakup kategorisasi penghasilan MBR dan harga rumahnya. Sementara, untuk uang muka atau Down Payment (DP) kredit rumah dibuka peluang hingga 0%. Namun, pembahasan mengenai DP ini masih dibahas di Kementerian PUPR.

Berkaitan dengan rumah subsidi, untuk tahun 2019, pemerintah berencana mengurangi target penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi. Menurut Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (APERSI), Junaidi Abdillah, jatah rumah subsidi terutama untuk penyaluran dengan skema Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan skema subsidi selisih bunga (SSB) justru ditambah.

Permintaan tambahan itu, lanjut Junaidi, bertujuan agar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) bisa memiliki dengan skema pembiayaan angsuran rendah dari perbankan. Ia berharap pemerintah mengarahkan bantuan dengan skema Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2TB) untuk subsidi FLPP dan SSB yang dinilai angka serapannya lebih tinggi.

Baca juga  Info Lengkap Biaya Bulanan & Tarif Sewa Apartemen di Jakarta
loading...
author
Literatur akuntansi sudah digeluti hingga pendidikan pascasarjana. Bagiku ini adalah seni pencatatan dan pengikhtisaran transaksi keuangan dan penafsiran akibat suatu transaksi terhadap suatu unit ekonomi.

Leave a reply "Harga Rumah Subsidi Type 36 di Berbagai Daerah"