Info Terbaru Harga Pupuk KCL Mahkota (Semua Kemasan)

Ada banyak jenis pupuk yang dapat Anda gunakan jika ingin tanaman Anda tumbuh subur dan sehat. Apabila kebetulan tanah atau media tanam yang Anda pakai memiliki kadar klorida yang rendah, Anda dapat memakai pupuk jenis KCL. Sejumlah merk pun telah merilis pupuk jenis ini, termasuk Mahkota, yang ditawarkan dengan relatif terjangkau.

Ilustrasi petani menggunakan pupuk (sumber: mediaindonesia.com.)
Ilustrasi petani menggunakan pupuk (sumber: mediaindonesia.com.)

Dilansir dari Wikipedia, pupuk dikatakan sebagai yang ditambahkan pada media tanam atau tanaman untuk mencukupi kebutuhan hara yang diperlukan tanaman yang bersangkutan sehingga mampu berproduksi dengan baik. Hampir senada, laman Balai Penelitian Tanah Kementerian Pertanian menuliskan bahwa pupuk adalah suatu bahan yang mengandung satu atau lebih unsur hara atau nutrisi bagi tanaman untuk menopang tumbuh dan berkembangnya tanaman.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan ragam hara yang dikandungnya, pupuk dapat dibedakan menjadi dua, yakni pupuk tunggal dan majemuk. Namun, dibandingkan pupuk tunggal, pupuk majemuk lebih sering digunakan lantaran mengandung unsur hara yang beragam. Pupuk NPK misalnya, sudah mengandung nitrogen, fosfor, maupun kalium, yang merupakan nutrisi utama yang dibutuhkan tanaman. Pasalnya, pasokan yang tidak memadai akan memiliki dampak negatif pada kemampuan reproduksi, pertumbuhan, dan hasil panen.

Manfaat Pupuk KCL

Selain pupuk NPK, dikenal juga pupuk KCL, yang merupakan jenis pupuk majemuk yang dibuat dari ekstraksi mineral kalium dan mengandung sekitar 60 persen kalium dalam bentuk K2O. Pupuk KCL secara umum memiliki bentuk bubuk atau serbuk berwarna merah. Pupuk ini dapat dikategorikan dalam dua varian, yakni KCL 80 yang memiliki kandungan K2O sebesar 53 persen dan KCL 90 yang memiliki kandungan K2O sebesar 58 persen.

Baca juga  Info Terbaru Kisaran Harga Kuda Jerman (Pacu dan Polo)

Jenis pupuk ini dikatakan mudah larut dalam air, sehingga gampang diserap oleh tanaman. Namun, unsur klorida yang terkandung bersifat toksik (racun) bagi tanaman tertentu, seperti wortel dan kentang, sehingga tidak cocok digunakan pada tanaman-tanaman tersebut. Reaksinya netral sampai masam, dan cocok digunakan sebagai pupuk dasar atau pupuk susulan.

Seperti diketahui, pemberian kalium sebenarnya sangat diperlukan pada lahan kering, karena pada tanah ini, banyak kation K+ yang hilang dan terangkut tanah melalui pencucian air hujan.[1] Semakin besar kalium yang hilang dari dalam tanah, tentu semakin berkurang kadar kalium yang tersedia untuk tanaman. Namun, pemberian pupuk kalium sekaligus, justru tidak efektif karena zat hara ini akan tercuci sebelum diserap oleh tanaman.

Bukan cuma untuk tanah, kalium juga penting untuk perkembangan klorofil daun tanaman meskipun ia tidak memasuki susunan molekulnya. Daun tanaman yang menderita kekurangan kalium, tepinya akan cenderung menjadi kering dan berwarna kuning cokelat, sedangkan permukaannya mengalami khlorotik tidak teratur di sekitar tepi daun.[2]

Sejumlah riset sempat dilakukan untuk menunjukkan manfaat pupuk KCL pada tanah dan tanaman. Suatu penelitian membuktikan, pemberian pupuk KCL pada taraf 150 kg ternyata mampu meningkatkan hara kalium pada tanah entisol, meskipun tidak terlalu meningkatkan pertumbuhan tanaman kedelai.[3] Jika dicampur dengan pemberian zeolit, kombinasi keduanya dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman kedelai.

Baca juga  Cara Minum dan Harga Kopi Cordyco, Penambah Stamina Pria Dewasa

Kelebihan Pupuk KCL Mahkota

Ilustrasi: Pupuk KCL di Dalam Karung (credit: abuasiyah.blogspot)
Ilustrasi: Pupuk KCL di Dalam Karung (credit: abuasiyah.blogspot)

Sudah ada banyak perusahaan atau merk yang merilis pupuk KCL, salah satunya Mahkota. Dikutip dari situs resmi perusahaan, pupuk KCL Mahkota dikatakan sebagai pupuk dengan kandungan kalium tertinggi, minimum 60 persen dalam setiap kilogram. Berbentuk kristal homogen dengan warna dominan merah dan yang seimbang, berfungsi untuk meningkatkan hasil panen, juga mutu dan kualitasnya. Selain itu, KCL merupakan hara multiguna yang bersifat mengoptimalkan serapan unsur hara lain dan membuat tanaman lebih tahan terhadap hama dan penyakit.

Walaupun punya banyak manfaat, Anda tidak disarankan menggunakan pupuk KCL Mahkota secara sembarangan. Perusahaan sudah memberikan takaran khusus pemberian pupuk. Untuk tanaman palawija dan sayuran misalnya, pupuk dasar diberikan hanya 20 persen, kemudian 30 persen pupuk di awal pertumbuhan, lalu 30 persen menjelang pembungaan, dan 20 persen saat pengisian buah dan biji. Pupuk dapat diaplikasikan tiga kali dalam setahun.

Nah, apakah Anda tertarik menggunakan pupuk KCL keluaran Mahkota untuk tanaman Anda? Jika iya, tidak sulit mendapatkan bahan ini karena Anda bisa membelinya di sejumlah toko pertanian, bahkan situs jual beli online. Hadir dalam kemasan karung 50 kg serta repack yang lebih kecil, pupuk ini relatif terjangkau.

Baca juga  Info Terbaru Harga Lotte Choco Pie Marshmallow di Pasaran

Pupuk KCL Mahkota

Ilustrasi: Pupuk KCL Mahkota (credit: Facebook)
Ilustrasi: Pupuk KCL Mahkota (credit: Facebook)
Kemasan Pupuk KCL Mahkota
Pupuk KCL Mahkota 100 gr Repack Rp1.500 – Rp2.000
Pupuk KCL Mahkota 250 gr Repack Rp5.000
Pupuk KCL Mahkota 500 gr Repack Rp8.000
Pupuk KCL Mahkota 1 kg Repack Rp12.000
Pupuk KCL Mahkota 2 kg Repack Rp25.000 – Rp33.000
Pupuk KCL Mahkota 5 kg Repack Rp63.000
Pupuk KCL Mahkota 10 kg Repack Rp213.000 – Rp222.000
Pupuk KCL Mahkota 50 kg Rp450.000 – Rp650.000

pupuk KCL merk Mahkota di atas kami rangkum dari sejumlah sumber, termasuk situs jual beli online dan toko pertanian. Perlu dicatat bahwa harga pupuk KCL Mahkota tersebut tidak mengikat dan dapat berubah sewaktu-waktu. Jika dibandingkan tahun lalu, harganya sebenarnya relatif stabil. Pupuk KCL Mahkota kemasan repack 1 kg misalnya, masih dijual Rp2 ribuan, sedangkan harga kemasan 1 kg, yang awalnya Rp9 ribu sampai Rp16 ribu, saat ini Rp12 ribuan. (Panca)

 

 

[1] Sutedjo, M. M. 2002. Pupuk dan Cara Pemupukan. Jakarta: Rineka Cipta.

[2] Buckman, H dan C. Brady. 1982. Ilmu Tanah (Terjemahan oleh Soegiman). Jakarta: Bhratara Karya Aksara.

[3] Gaol, Surya Karto Lumban, dkk. 2014. Pemberian Zeolit dan Pupuk Kalium untuk Meningkatkan Ketersediaan Hara K dan Pertumbuhan Kedelai di Entisol. Jurnal Online Agroteknologi, Vol. 2(3): 1151-1159.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.