Update Harga Kayu MDF (Medium Density Fibreboard) per Lembar

MDF, atau Medium Density Fibreboard, saat ini merupakan salah satu kayu primadona yang banyak digunakan oleh untuk berbagai kebutuhan. Pasalnya, harga kayu MDF di pasaran, yang biasanya dijual per lembar, terbilang cukup terjangkau, meskipun memang kayu ini tidak terlalu tahan lama untuk penggunaan jangka panjang, yang salah satunya kerap mengalami kerusakan seperti mengelupas di salah satu sisinya.

Kayu MDF (Medium Density Fibreboard)  (sumber: plywoodandpanel.com.au)
Kayu MDF (Medium Density Fibreboard) (sumber: plywoodandpanel.com.au)

Apa Itu Kayu MDF?

Sebelum berbicara mengenai harga kayu MDF, tidak ada salahnya jika kita mengetahui terlebih dahulu mengenai kayu jenis ini. MDF, atau Medium Density Fibreboard, adalah salah satu jenis bahan yang banyak digunakan untuk membuat berbagai macam perabotan, seperti lemari, pintu, kusen jendela, hingga meja.

Bacaan Lainnya

MDF adalah material kayu olahan yang dibuat dari kumpulan kayu dengan diameter kecil. Kumpulan kayu berdiameter kecil tersebut kemudian dicuci, lalu direbus pada suhu tertentu sehingga membentuk bubur kertas. Berikutnya, bubur kertas itu diberi lem dan wax. Nah, campuran antara bubur kertas, lem, dan wax ini kemudian diberikan tekanan dan panas untuk menghasilkan benda yang lebih solid dengan ketebalan tertentu.

Secara lebih rinci, kayu MDF dibuat dari log kayu berbagai ukuran yang telah dikupas kulitnya dan kemudian dibelah atau dipotong pada ukuran tertentu. Kemudian, potongan log kayu, yang umumnya berdiameter di bawah 20 cm dan panjang maksimal 100 cm, itu harus melewati proses ‘screening’ alat magnet yang sangat kuat untuk mencari apabila terdapat paku, sekrup, atau logam lainnya di dalam kayu. Pasalnya, benda logam tersebut bisa merusak mata pisau pada mesin chips dan press.

Log-log kecil tersebut lalu dimasukkan ke dalam mesin khusus untuk dijadikan chips ukuran kecil atau serpihan-serpihan kecil. Jika chips dinilai masih terlalu besar, maka akan diproses ulang untuk menjadi chips yang lebih kecil. Semua chips yang telah lolos proses ‘screening’ kemudian dicuci lalu direbus pada suhu dan waktu tertentu hingga menjadi lunak.

Lalu, chips yang sudah menjadi lembut dan lunak setelah proses tersebut, dicampur dengan bahan lem dan wax sebelum memasuki proses pressing. Dalam lini produksi dan mesin yang sama (mesin yang tersambung sangat panjang hingga 50 meter), material campuran tersebut kemudian diberi tekanan dan panas tertentu untuk memperoleh ketebalan sesuai pengaturan. Terdapat rol kedua yang memberikan tekanan lebih besar pada material sehingga Anda akan bisa melihat bahwa permukaan MDF bagian atas dan bawah sedikit berbeda.

Papan MDF (sumber: metricwoods.ng)

Kelebihan dan Kelemahan Kayu MDF

Sebagaimana produk lainnya, kayu MDF juga memiliki beberapa kelebihan maupun kekurangan. Kelebihan kayu ini di antaranya lebih halus, terutama bila dibandingkan dengan plywood. Selain itu, kayu MDF juga memiliki ikatan antar-material yang kuat karena bukan hanya dilem, melainkan juga diberi tekanan. Kayu MDF meski tidak memiliki motif serat, namun punya motif khas, tidak seperti produk kayu non-olahan. Kayu ini juga diklaim tidak mudah rusak pada ukuran lebar seperti plywood dan memiliki daya serap yang cukup baik, sehingga cocok digunakan sebagai bahan dasar untuk peralatan sound system.

Sementara itu, kelemahan kayu MDF di antaranya tidak dapat mengikat sekrup atau paku yang sama kuat seperti kayu solid. Selain itu, kayu ini biasanya lebih lunak sehingga lebih rentan rusak. Air juga mudah meresap sehingga kayu MDF lebih mudah retak dan terserang berbagai jenis jamur. Di samping itu, kayu ini juga memiliki bagian permukaan yang kurang bisa direkatkan lem putih dan tidak memiliki motif serat alami kayu karena terbuat dari serpihan-serpihan kayu.

Dengan kelebihan dan kelemahannya tersebut, kayu MDF adalah material yang umumnya digunakan pada furniture fabrikasi yang dijual dalam bentuk jadi. Biasanya, bagian luarnya adalah kertas yang memiliki tekstur. Beberapa perabotan rumah tangga yang umum terbuat dari bahan MDF adalah lemari pakaian, meja, kusen pintu, kusen jendela, hingga belajar.

Jika Anda memiliki furniture dengan material kayu MDF, atau hendak membuat perabotan dari bahan kayu tersebut, sebaiknya Anda melakukan yang memadai berdasarkan kelemahan atau kekurangan dan kelebihan produk berbahan kayu ini. Dengan perawatan yang tepat, Anda akan bisa meminimalkan kekurangan produk dengan bahan Medium Density Fibreboard, sehingga perabotan yang Anda miliki akan lebih tahan lama, baik dari segi estetika maupun fungsinya.

Kayu MDF sendiri sudah dijual bebas di pasaran. Anda bisa membeli kayu ini di banyak toko bangunan di dekat domisili Anda atau melalui situs jual beli online. Biasa dijual per lembar, harga kayu MDF sendiri bervariasi, tergantung ukurannya (biasanya dihitung dari ketebalan). Berikut kami sajikan informasi kisaran harga kayu MDF saat ini.

Papan kayu MDF dan triplek (sumber: famitchell.com.au)

Harga Kayu MDF

Ukuran Kayu MDF Kisaran Harga
244 cm x 122 cm x 2,5 mm Rp43.000
244 cm x 122 cm x 3 mm Rp47.000
244 cm x 122 cm x 6 mm Rp87.000
244 cm x 122 cm x 8 mm Rp118.000
244 cm x 122 cm x 9 mm Rp125.000
244 cm x 122 cm x 12 mm Rp160.000 – Rp173.500
244 cm x 122 cm x 15 mm Rp191.000
244 cm x 122 cm x 18 mm Rp230.000
244 cm x 122 cm x 21 mm Rp375.000
244 cm x 122 cm x 25 mm Rp475.000
60 cm x 40 cm x 5 mm Rp15.000
60 cm x 40 cm x 9 mm Rp29.000
60 cm x 40 cm x 12 mm Rp34.500
60 cm x 40 cm x 18 mm Rp35.000 – Rp42.500
20 cm x 20 cm x 18 mm Rp8.000 – Rp10.400
40 cm x 40 cm x 3 mm Rp5.500

Informasi harga kayu MDF di atas sudah kami rangkum dari berbagai sumber, termasuk toko bahan bangunan dan sejumlah situs jual beli online. Jika dibandingkan tahun sebelumnya, harga kayu MDF ukuran 60 x 40 cm relatif stabil. Demikian juga harga kayu MDF 20 x 20 cm dan 40 x 40 cm. Sementara itu, harga kayu MDF ukuran 244 x 122 cm terpantau naik. Kayu MDF244 cm x 122 cm x 21 mm misalnya, awalnya dijual Rp278 ribu dan sekarang menjadi Rp375 ribu per lembar. Sementara itu, harga kayu MDF  244 cm x 122 cm x 18 mm  sedikit naik dari Rp226 ribu menjadi Rp230 ribuan per lembar.

(Update: Panca)

Pos terkait