
Karakteristik Pohon Damar
Pohon damar (Agathis dammara) berukuran besar dan tingginya bisa mencapai 65 meter. Batangnya silindris dan lurus dengan diameter dapat mencapai 1,5 meter. Kulit batang berwarna abu-abu muda hingga cokelat kemerahan. Kulit mengelupas dalam keping-keping yang tidak beraturan dan biasanya bopeng karena resin. Daun pohon ini berbentuk jorong (bulat memanjang) dengan panjang 6 hingga 8 cm dan lebar 2 sampai 3 cm. Bagian pangkal daun membaji, sedangkan ujungnya meruncing. Tulang daun pohon damar sejajar dan banyak. Bunga jantan dan betina berada pada tandan yang berbeda, pada pohon yang sama (berumah satu). Meskipun tidak termasuk tanaman langka, tetapi pohon damar (Agathis dammara) di habitat aslinya telah mengalami penurunan populasi hingga 30 persen dalam 75 tahun terakhir. Oleh karena itu, Daftar Merah International Union for Conservation of Nature (IUCN Red List) memasukkannya dalam spesies vulnerable (rentan). Seperti diutarakan sebelumnya, manfaat utama damar adalah diambil getahnya untuk diolah menjadi kopal (manila copal). Getah damar keluar dari kulit atau kayu damar yang luka. Getah yang keluar akan membeku dan mengeras setelah beberapa hari. Getah damar yang mengeras inilah yang kemudian dinamai kopal. Kopal ini mengandung asam-asam resinol, resin, dan minyak atsiri, merupakan bahan dasar bagi cairan pelapis kertas supaya tinta tidak menyebar. Selain itu, kopal dimanfaatkan untuk campuran lak dan vernis, perekat pada penambal gigi, dan perekat plester.Manfaat Getah Damar
Manfaat utama getah damar atau resin adalah sebagai bahan baku industri. Kualitas resin damar yang rendah dimanfaatkan pabrik cat bermutu rendah di Indonesia, sedangkan mutu yang baik diekspor, terutama ke Singapura. Dari Singapura, setelah diproses, kemudian diekspor bahan dasar industri cat, tinta, dan vernis ke negara-negara maju. Sebagian kecil diekspor ke Indonesia untuk industri batik.
Varian Getah Damar
- Getah Damar Batu. Tidak seperti damar lainnya, damar batu ini merupakan fosil dari getah damar. Getah damar yang jatuh dan mengeras secara alami di dalam tanah dalam waktu yang lama ini memiliki berbagai kegunaan, salah satunya menjadi bahan campuran cat dan vernis. Karakteristik dari dalam batu adalah keras dan berwarna kekuningan.
- Getah Damar Hitam atau Damar Kopal. Damar kopal adalah hasil sadapan getah damar tipe agathis dammara. Karakteristik dari getah damar yang satu ini adalah berwarna kekuningan dan tidak terlalu keras. Damar kopal biasanya dimanfaatkan oleh masyarakat untuk dijadikan bahan campuran kertas, lak, dan vernis.
- Getah Damar Mata Kucing. Damar mata kucing adalah salah satu varian damar yang paling terkenal. Hal ini dikarenakan damar mata kucing memiliki banyak manfaat dan sudah tersebar ke penjuru dunia. Banyak pebisnis damar Indonesia yang sudah melakukan ekspor damar ke negara lain. Biasanya, damar mata kucing dimanfaatkan untuk bahan campuran lak, vernis, cat, dan tinta.

Harga Getah Damar 1 Kg
| Varian Getah Damar | Harga |
| Getah Damar Batu | Rp32.000 per kg |
| Getah Damar Kopal | Rp40.000 per kg |
| Getah Damar Mata Kucing | Rp75.000 per kg |
Cara Memanen Getah Damar
Memanen damar kerap disebut dengan “nakah” (menakah) damar. Asal kata menakah dari alat untuk memanen getah damar yang disebut “penakah”, yaitu sejenis besi beliung yang bergagang kayu dan berfungsi sebagai alat untuk melukai lubang di pohon. Alat ini juga digunakan untuk mengeruk damar yang sudah menggumpal dan selanjutnya ditadah dengan wadah yang disebut “tempalung”, terbuat dari anyaman pelepah pinang bagian pangkal. Alat lain yang dipakai untuk memanen getah damar adalah rotan anyaman yang disebut “angkot”. Ukuran panjangnya disesuaikan dengan tubuh orang yang memanen. Rotan ini dilingkarkan pada pohon damar secara longgar, lalu ujungnya diikat kuat saat memanen. Posisi tubuh pemanen getah damar akan miring sekitar 75 derajat, kedua kakinya akan bertumpu pada lubang yang terletak di bagian bawah pohon. Sementara itu, bagian pinggang si pemanen akan bertumpu pada rotan. Pada saat memanen, rotan harus kencang, sebab saat pemanen berpindah posisi dengan memutarkan rotan atau menaik-turunkan rotan, seringkali terjadi kecelakaan. Jika tubuh pemanen kurang miring dan rotan tidak kencang, rotan akan melorot ke bawah dan si pemanen akan jatuh. [Update: Ditta]Kategori: Agribisnis
Tag: bahan baku, cairan, damar, fosil, getah, industri, kayu, pohon, produk, resin