
Apa Itu CDI?
Ada beberapa sistem pengapian yang telah diperkenalkan untuk sepeda motor, salah satunya yang menggunakan CDI. Dipakai untuk motor-motor lawas seperti Honda CB 100 dan Honda Astrea Grand, CDI adalah penyempurnaan dari sistem pengapian magnet konvensional (sistem pengapian dengan kontak platina) yang memiliki sejumlah kelemahan sehingga dapat mengurangi efisiensi kerja mesin.[4] Seperti dikutip dari situs resmi Suzuki, CDI menjadi komponen vital dalam sistem pengapian kendaraan bermotor roda dua. Secara umum, pembakaran sempurna pada motor bisa terjadi apabila percikan api yang dihasilkan oleh busi terintegrasi melalui CDI terlebih dahulu. CDI akan bekerja untuk mengatur kapan waktunya percikan api dari busi bisa digunakan pada bahan bakar yang telah dipadatkan piston. Masih menurut referensi yang sama, sistem pengapian CDI terbagi menjadi dua jenis, yaitu sederhana dan modern. Untuk versi modern, CDI dikatakan lebih awet karena tidak ada komponen platina, melainkan pulse igniter. Fungsinya adalah mengirim sinyal PWM sesuai dengan waktu mesin digunakan. Sementara itu, versi sederhana adalah memanfaatkan platina. Platina berfungsi untuk pengalir arus pada kapasitor. CDI tidak akan bekerja sebelum kontak motor diubah menjadi ON. Jika motor sudah ON, maka akan tercipta aliran arus baterai CDI. Arus tersebut akan melewati converter dan meningkatkan tegangan baterai sampai 300 Volt. Pada tahapan ini, mesin masih belum menyala dan arus tertahan pada kapasitor. Namun ketika mesin menyala, maka sinyal akan dikirimkan ke PWM dari pick up coil. Sinyal yang dikirimkan sesuai dengan RPM mesin dan muncul pulse tertentu yang dikirimkan ke SCR. Dari SCR inilah arus kapasitor akan dialihkan. Ketika rangkaian baterai terputus, kapasitor langsung terhubung ke ignition coil. Otomatis muncul magnet pada kumparan primer yang besar, dan kemagnetan akan menciptakan induksi kumparan sekunder dan tegangan bisa menjadi tujuh kali lebih besar. Output tersebut yang menjadi penyebab busi menciptakan percikan api, lantas pembakaran bahan bakar kendaraan bisa terjadi dan mesin akan langsung menyala.
Keunggulan CDI
- Mogoknya motor karena kotornya titik-titik kontak dapat dihindarkan.
- Tidak terjadi loncatan bunga api yang melintasi celah titik-titik kontak platina, sehingga voltase sekunder stabil, yang menghasilkan start dan performa baik.
- Saat putaran tinggi, bunga api yang dihasilkan busi bisa lebih stabil sehingga mesin akan bekerja secara optimal.
- Perawatan lebih gampang karena tidak ada masalah aus pada titik-titik kontak dan breaker arm heel.
- Tidak memerlukan adanya penyetelan ignition karena tidak memakai titik-titik kontak dan cam.
- Busi tidak mudah kotor karena voltase sekunder yang tinggi.
- Sirkuit yang ada di dalam sistem CDI biasanya dibungkus dalam cetakan plastik sehingga lebih tahan air dan kejutan.
Harga CDI Grand Fukuyama
| Varian CDI Fukuyama | Harga |
| CDI Fukuyama Lokal | Rp36.000 – Rp55.000 |
| CDI Fukuyama Original Taiwan | Rp70.000 – Rp103.000 |
Kategori: Sepeda Motor
Tag: aksesoris, CDI, Honda, kendaraan bermotor, komponen, listrik, mesin, sparepart