Update Harga Callusol Obat Kulit di Indomaret & Alfamart

Penyakit kulit tentunya tidak hanya membuat kita merasa risih, tetapi juga kurang percaya diri. Apalagi jika itu terkait dengan kutil yang tidak kunjung hilang. Untungnya, sudah ada banyak obat kulit yang dijual bebas di apotek, salah satunya Anda bisa mencoba memakai Callusol. Obat tersebut dipercaya ampuh mengobati berbagai macam penyakit kulit dan ditawarkan dengan harga terjangkau.

Ilustrasi penanganan kutil dan mata ikan (sumber: sclate.com)
Ilustrasi penanganan kutil dan mata ikan (sumber: sclate.com)

Sejak zaman dahulu, bahkan hingga saat ini, untuk mengobati berbagai macam penyakit kulit, orang sering memakai tumbuh-tumbuhan.[1] Obat tradisional seperti ini memang banyak diminati, sayangnya dirasa kurang efektif. Untuk itu, ada beberapa produsen obat yang memproduksi obat kulit dengan bahan kimia, seperti Callusol.

Bacaan Lainnya

Indikasi Callusol

Callusol merupakan salah satu obat kulit yang dijual bebas di apotek, sehingga Anda tidak perlu menggunakan resep dokter untuk mendapatkannya. Obat ini juga termasuk jenis obat luar kategori C. Obat golongan C sendiri merupakan obat yang memiliki efek tidak diharapkan pada janin binatang percobaan. Sehingga, obat ini boleh digunakan wanita hamil jika memiliki manfaat lebih besar daripada risikonya.

Obat Callusol ini dipakai untuk mengobati beberapa macam penyakit kulit, seperti kutil, mata ikan, dan kapalan. Selain itu, obat ini juga diklaim dapat mengangkat penyakit kulit yang berhubungan dengan pengerasan epidermis kulit. Obat akan membantu mengelupas bagian kulit yang menonjol. Sehingga, kulit akan terlihat normal kembali tanpa ada perubahan tekstur.

Kandungan Callusol

Sebelum memakai Callusol, Anda harus memperhatikan komposisinya. Penting untuk mengetahui komposisi obat yang dijual bebas di pasaran. Ini akan membantu Anda mengetahui kecocokan kulit dengan obat yang akan Anda pakai. Perlu Anda ketahui bahwa obat ini tidak cocok digunakan jika Anda memiliki alergi atau kulit yang terlalu sensitif dengan formulanya.

Baca juga  Pilihan dan Harga Paket Nelpon Indosat Ooredoo ke Semua Operator

Dalam satu kemasan obat Callusol, mengandung asam salisilat 0,2 gr, polidocanol 0,2 gr, dan asam laktat 0,05 gr. Banyaknya dosis setiap bahan yang ada pada obat dikatakan sudah dicocokkan dengan penyakit yang akan diobati. Sehingga, aman dipakai sebagai obat luar.

Asam salisilat yang terkandung dalam Callusol biasa disebut dengan asam ortohidroksibenzoat. Ini merupakan salah satu jenis asam dengan sifat iritan lokal, dan biasa dipakai secara topikal. Sehingga, tidak heran jika Anda akan menemukan asam salisilat di berbagai macam obat kulit, terutama jenis obat jerawat atau penyakit kulit yang berkaitan dengan epidermis kulit.

Kandungan polidocanol pada obat Callusol tidak kalah penting dengan asam salisilat. Polidocanol sendiri merupakan salah satu obat luar yang berperan sebagai anestesi lokal dan anti-pruritus. Penambahan polidocanol dalam obat membuat Callusol dapat menghilangkan rasa gatal maupun nyeri pada penyakit kulit. Selain itu, polidocanol juga berfungsi untuk mempercepat proses pengeringan dan pengelupasan kulit yang mengeras atau terlalu menonjol.

Sementara dua kandungan Callusol di atas bersifat menyembuhkan dan menghilangkan nyeri, asam laktat pada produk berfungsi mengendalikan pertumbuhan penyakit kulit. Asam laktat sebagai antibakteri, memberikan dampak positif untuk kesehatan kulit. Zat tersebut akan mengontrol dan menekan pertumbuhan kulit yang tidak normal. Sehingga, kutil dan mata ikan dapat berhenti tumbuh dan lebih cepat hilang.

Kemasan botol Callusol
Kemasan botol Callusol

Peringatan Penggunaan Callusol

  • Perlu Anda ketahui, meskipun obat Callusol dijual bebas di apotek, obat ini tidak dianjurkan untuk anak-anak. Obat hanya baik dipakai oleh remaja di atas 12 tahun hingga orang dewasa. Hal ini mengingat kandungan obat yang cukup berisiko bagi anak-anak. Apalagi anak-anak masih memiliki kulit yang tergolong sensitif.
  • Obat Callusol memang bisa dipakai oleh ibu hamil. Meskipun begitu, Anda perlu berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter. Dokter akan mempertimbangkan, apakah obat ini benar-benar efektif dan memiliki banyak manfaat atau tidak. Jika obat tersebut memiliki risiko yang lebih besar untuk kesehatan Anda dan janin, maka Anda tidak bisa memakainya.
  • Untuk ibu yang sedang menyusui, tidak disarankan mengaplikasikan Callusol pada payudara. Selain itu, penggunaan Callusol pada ibu menyusui harus ada persetujuan dari dokter anak.
  • Berhati-hatilah ketika Anda memakai obat Callusol. Hindari bagian tubuh yang sensitif, seperti area mata, hidung, dan mulut. Jika Callusol mengenai bagian tubuh tersebut secara tidak sengaja, segera cuci tangan Anda dan cuci bagian tubuh tersebut. Biasanya akan terjadi gejala iritasi, seperti gatal, sensasi panas, dan kemerahan jika tidak segera diatasi.
  • Jika Anda merasakan kejanggalan setelah menggunakan obat Callusol, segera hentikan pemakaian dan berkonsultasi dengan dokter. Kebanyakan orang yang tidak cocok dengan obat, akan mengalami reaksi alergi pada kulit atau penyakit kulit yang dialami semakin bertambah parah dan tak kunjung sembuh.
  • Berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter sebelum memakai Callusol, jika Anda memiliki gangguan atau penyakit pada ginjal. Selain itu, bagi Anda yang memiliki penyakit kronis, seperti asma dan diabetes, juga harus berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.
Baca juga  Update Harga BIOKOS Derma Bright dan Vital Nutrition

Cara Penggunaan dan Dosis Callusol

Cara menggunakan Callusol tidaklah sulit, mengingat ini adalah jenis obat luar. Anda hanya perlu mengoleskan Callusol minimal satu kali dalam sehari jika penyakit tersebut ringan, di bagian kulit yang bermasalah. Pakailah Callusol di malam hari sebelum Anda tidur, ini akan mempercepat proses penyembuhan kulit. Jika penyakit kulit Anda tergolong parah, maka Anda bisa menggunakan Callusol sebanyak 1 hingga 4 kali dalam sehari.

Agar obat dapat berfungsi dengan baik, sebaiknya Anda mengikuti petunjuk dokter atau petunjuk yang tertera di balik kemasan obat. Sebelum dipakai, obat harus dikocok dahulu agar semua bahan yang ada tercampur merata. Setelah itu, Anda baru bisa memakai obat ini sesuai dengan dosis yang disarankan atau petunjuk dokter.

Perlu Anda ketahui bahwa Callusol membutuhkan waktu beberapa hari untuk menyembuhkan kutil, mata ikan, dan kapalan. Sehingga, Anda perlu sedikit bersabar dan telaten. Hindari juga bagian kulit yang mengalami luka terbuka saat Anda mengoleskan Callusol. Karena ini, akan memperparah luka tersebut, dan menimbulkan infeksi pada kulit yang luka.

Baca juga  Update Harga Cat Tembok Paling Murah (Kaleng & Kiloan)
Callusol Obat Kulit - www.tokopedia.com
Callusol Obat Kulit – www.tokopedia.com

Efek Samping Callusol

Bagi Anda yang memiliki gejala alergi atau kurang tepat mengaplikasikan Callusol, sebaiknya Anda waspada dengan efek samping yang bisa ditimbulkan. Callusol dapat meningkatkan risiko terjadinya kulit kering dan iritasi kulit jika dipakai secara bersamaan dengan obat jerawat. Selain itu, asam salisilat, asam laktat, dan polidocanol yang terkandung dalam Callusol, dapat menyebabkan efek samping, seperti iritasi, kulit kering, rasa tidak nyaman, dan hiperpigmentasi atau penggelapan pada kulit.

Harga Callusol di Indomaret & Alfamart

Tidak sulit menemukan Callusol karena Anda sudah bisa membelinya di apotek terdekat atau lapak online. Sayangnya, produk obat Callusol masih belum tersedia di minimarket seperti Indomaret dan Alfamart. Di Apotek K24 misalnya, obat Callusolpada 2022 ini dijual dengan harga Rp35.671 sedikit naik dari tahun 2021 lalu Rp35.350 per botol isi 10 ml. Sedangkan harga di lapak jual beli online berkisar Rp30 ribu hingga Rp37 ribuan per botol. Sebagai perbandingan, tahun 2020, harga Callusol sekitar Rp34.939 per kemasan isi 10 ml.

Karena Callusol memiliki tekstur yang cair, sebaiknya Anda menggunakan aplikator berupa kapas atau cotton bud saat mengoleskannya. Jauhkan obat tersebut dari jangkauan anak kecil karena bisa berbahaya. Selain itu, simpan obat ini pada ruang yang sejuk, sehingga kandungan obat tidak terkontaminasi atau rusak.

[Update: Dian]

[1]Rubiah, dkk. 2015. Kajian Etnobotani Tumbuhan Obat Penyakit Kulit pada Masyarakat Kabupaten Pidie. Jurnal Biologi Edukasi, Vol. 14(7): 34-41.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *