Info Harga Bibit Parfum per Liter di Pasaran

Semua orang tentu ingin memiliki bau badan yang selalu sepanjang hari. Untuk itu, dibutuhkan beberapa produk wewangian atau parfum yang bisa menjaga kesegaran tubuh. Di pasaran sendiri, ada banyak parfum yang bisa dibeli oleh konsumen, termasuk parfum yang biasanya dijual per liter dengan yang bervariasi. 

Botol bibit parfum (sumber: stopper.co.id)

bibit parfum (sumber: stopper.co.id)

Bibit parfum sendiri merupakan minyak wewangian yang masih asli karena belum tercampur dengan alkohol. Bibit parfum memiliki yang sangat menyengat dan digunakan untuk membuat campuran dalam menentukan parfum yang diinginkan. Karena baunya yang menyengat inilah yang membuat sangat jarang orang yang langsung menggunakan bibit parfum.

Di Indonesia, usaha bibit parfum sedang populer karena banyak diminati oleh konsumen. Bisnis ini berbentuk layanan isi ulang parfum yang menyediakan harga jauh lebih murah dari parfum aslinya. Biasanya, usaha jenis ini menggunakan berbagai campuran bibit parfum, kemudian disesuaikan dengan wangi asli parfum yang diinginkan oleh konsumen.

Parfum refill sendiri eksis di Indonesia antara tahun 1980 hingga 1990. Berawal di Jakarta lalu trennya berpindah ke Bandung, hingga saat ini sudah sangat mudah ditemui toko-toko parfum refill di seluruh Indonesia, karena tren bisnis ini berkembang dengan pesat dan akhirnya menjamur.

Usaha bibit parfum dianggap sangat cocok dengan budaya perekonomian kita dalam mendapatkan barang yang murah namun kualitasnya tidak kalah. Mengacu pada statement tersebut, maka semakin banyak orang yang mulai membuka usaha bibit parfum hingga menjamur sampai saat ini.

Nah, apabila Anda ingin membeli parfum dari produsen atau pemilik sebuah rumah parfum, maka pastikan Anda benar-benar menyukai wangi bibit parfum yang sudah dilarutkan tersebut. Selain itu, mintalah sampel atau contoh untuk benar-benar melihat bagaimana kualitas parfum, karena pada beberapa kasus sering terjadi wangi parfum yang cepat pudar karena komposisi antara sari parfum dengan alkohol yang tidak seimbang. 

Selain itu, parfum yang Anda dapatkan dari produsen bibit parfum juga bisa cepat memudar karena pengaruh sinar matahari dan cara Anda menyemprotkan parfum itu sendiri. Karena itu, sangat disarankan untuk menyemprot parfum dari bawah karena parfum akan menguap ke atas.

Cara Kerja Bibit Parfum

Ilustrasi: meracik parfum (youtube: Riyad Ahmad Official)

Ilustrasi: meracik parfum (youtube: Riyad Ahmad Official)

Bibit parfum atau minyak parfum perlu dicampurkan terlebih dahulu dengan pelarut untuk mendapatkan jenis parfum yang aman bagi pakaian dan . Hal ini dikarenakan minyak esensial murni yang ada pada bibit parfum mengandung konsentrat tinggi dari komponen volatile yang memungkinkan Anda mengalami reaksi alergi jika terkena secara langsung. Selain itu, kegunaan pelarut bibit parfum juga sebagai penguap minyak esensial sehingga menyebar ke udara.

Pelarut parfum yang paling umum sejauh ini adalah campuran etanol dengan air atau etanol murni itu sendiri. Minyak parfum juga bisa dilarutkan menggunakan jojoba yang berfungsi menetralkan bau lemak yang ada pada minyak parfum.

Keuntungan Menjual Bibit Parfum 

  • Harga jual murah. Murahnya harga jual bibit parfum adalah karena kita berjualan dasar parfum. Bibit tersebut bersifat dasar mentah, maka dari itu dibanderol dengan harga yang murah. Harga bibit parfum ini biasanya berkisar antara puluhan ribu rupiah. Kemasannya cukup beragam. Ada yang berbentuk pulpen spray (8 ml), roll on (4 dan 8 ml), dan botol (15, 20, 25, 30 dan 50 ml). Ukurannya memang tidak sebesar parfum bermerk. 
  • Pembeli dari kalangan kelas menengah ke bawah. Bagi mereka, yang penting adalah harga. tidak jadi masalah, tidak harus yang berbau asing. Bagi pelanggan tipe demikian, parfum tidak perlu yang mahal atau asli. Yang mereka cari adalah parfum versi ekonomis dan mereka bisa se­ring gonta-ganti. Itu sebabnya mereka membeli parfum berukuran kecil.
  • Wanginya yang beragam. Berbeda dari parfum bermerk, parfum dalam usaha ini berasal dari kreasi si pembeli sendiri. Ia bisa meminta parfum yang terbuat dari berbagai bibit. Terlebih jika pemilik usaha punya pengetahuan yang baik tentang parfum, maka bisa membantu pembeli memadupadankan beragam wewangian
  • Frekuensi pembelian relatif tinggi, akan tetapi margin lebih kecil. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, pembeli parfum ini senang sekali bergonta-ganti. kemasan parfumnya pun tidak seberapa. Mungkin dalam satu minggu kita bisa melayani hingga belasan pelanggan, namun nilai transaksinya tidak seberapa. 

Nah, untuk mendapatkan untung sebagaimana yang diinginkan, jumlah orang yang datang membeli harus benar-benar banyak. Kebanyakan penjual bibit parfum membuka toko atau kios dan tidak berjualan secara mobile. Mereka masih menjual produk mentah. Jadi, mereka membutuhkan ruangan sebagai tempat mencampur bibit parfum dengan bahan-bahan lain. 

Ilustrasi: penjual parfum (sumber: kompas.com)

Ilustrasi: penjual parfum (sumber: kompas.com)

Harga Bibit Parfum per Liter

Seperti yang sudah diutarakan di atas, harga bibit parfum tergolong lebih murah jika dibandingkan dengan parfum bermerk. Karena bersifat bahan dasar mentah, maka dari itu dibanderol dengan harga yang murah. 

Untuk kemasan bibit parfum yang akan Anda beli, kemasan originalnya biasanya dikemas menggunakan botol aluminium segel pabrik. Untuk kemasan aluminium segel pabrik, umumnya dikemas dalam volume 250 ml, 500 ml, 1 liter, 5 liter, dan 25 liter. Masing-masing importir bibit parfum memiliki kemasan original bibit parfum yang berbeda.

Bibit parfum literan yang disediakan umumnya terdiri dari berbagai macam produk impor pabrikan ternama di Indonesia seperti produk Nica, Luzi, Parfex, Argeville, Iberchem, Charabot, Laverne, Labor, Dullberg, dan lainnya. Harganya cukup beragam, mulai dari Rp500 ribu hingga Rp2 jutaan per 1 liter. 

Baca juga  Harga Spray Wajah Wardah dan Manfaatnya
loading...
author
Mengetahui harga-harga, dan mengikuti dinamikanya adalah proses mengasah kecerdasan finansial. Be Smart!

Leave a reply "Info Harga Bibit Parfum per Liter di Pasaran"