Daftar Harga Digital Loudspeaker Management System (DLMS) Peavey

Bagi Anda yang berprofesi sebagai teknisi atau pemilik sound system tentu sudah tidak asing dengan sebuah alat bernama DLMS atau Loudspeaker Management System. DLMS biasa disebut Driverack atau Management. Di pasaran, ada berbagai merek DLMS. Beberapa yang populer adalah , DBX dan Behringer.

Instalasi loudspeaker dalam jumlah banyak (sumber: avsforum.com)

LMS adalah sebuah cara di mana kita memanage loudspeaker kita untuk memperoleh hasil yang berkualitas. Termasuk di dalamnya adalah penempatan loudspeaker, speaker delay, x-over, equalisasi speaker. Sedangkan DLMS adalah sebuah alat yang memudahkan kita dalam memanage loudspeaker tersebut.

Pengolahan audio secara digital menjadi prioritas dalam perkembangan peralatan audio. Peralatan audio digital dibuat semudah mungkin dalam pengoperasian dan setup menu. Saat ini, beberapa orang mengembangkan kerja crossover yang multifungsi, di dalamnya terdapat konfigurasi atau penggabungan dalam pendistribusian dan pengolahan grafik range audio.

Di dalam LMS ada crossover, limiter, delay, eq, dan lain-lain (tergantung merek). Kegunaannya adalah membuat suara bisa terdengar dengan baik di suatu space.Intinya adalah gelombang suara dari beberapa (banyak) speaker tertangkap oleh kuping kita secara bersamaan. Karena fungsinya bukan cuma delay saja, pastinya suara yang dikeluarkan oleh speaker lebih maksimal.

Baca juga  Harga Kabel NYFGBY (Semua Ukuran)

Sistem kerja pada Digital LMS, saat Anda mengaktifkannya maka semua sistem konfigurasi pada mesinnya akan bekerja secara otomatis yang telah disesuaikan dengan set default pabrik. Maka dalam hal ini, fungsi EQ, crossover, dan limiter serta compressor sudah aktif semua sesuai set yang telah diatur pabrik. Tapi dalam hal ini, Anda bisa mengubah sistem pengaturan lewat menu yang tersedia dengan menekan beberapa tombol yang ada di bagian panelnya tergantung fungsi mana yang akan Anda atur.

Karena DLMS berperan sebagai crossover, maka pada display menu LMS terdapat sistem koneksi yang akan menuju ke distribusi power dan speaker dengan bertuliskan jalur band frekuensi output LMH (Low, mid, high). Fungsi crossover dalam compact management loudspeaker bisa diatur alur distribusi outputnya sesuai keinginan, apakah dalam jalur 3 way atau 2 way.

Bila user memakai susunan jalur 3 way, maka semua koneksi jack pada panel output akan menuju ke masing-masing power yang akan difungsikan. Tapi jika user hanya memakai sistem distribusi 2 way, maka jalur output LMS yang dipakai adalah jack output low dan high saja yang diaktifkan. User hanya tinggal mengatur menu bandwidth XOver untuk mengatur lebar range audio yang akan masuk ke masing-masing power atau speaker yang dituju.

Baca juga  Update Harga Kamera Prosumer Murah Tahun 2018

Maksud dan Fungsi Crossover

Perangkat crossover instalasi audio (youtube: Stageleftaudio)

Crossover merupakan salah satu bagian dari peralatan sound system sebagai pengolah distribusi audio dalam memisahkan range frekuensi suara. Definisi crossover audio adalah mengubah pengaturan audio yang bernilai tetap dalam memisahkan band audio untuk dicampur kembali (seperti dalam pengolahan multiband).

Tugas crossover audio yang ideal akan membagi sinyal masuk audio ke band terpisah yang tidak saling overlap atau berinteraksi dalam menghasilkan sinyal output. Hasil olahan sinyal output relatif sama dengan sumbernya, artinya tidak mengubah frekuensi, fase respon dan memiliki level yang konstan.

Maksud dan tujuan lainnya dalam penggunaan crossover adalah membuat suara yang dihasilkan dapat terdefinisi dengan jelas di samping berfungsi untuk mengamankan driver loudspeaker dan kerusakan yang diakibatkan oleh tidak sesuainya respons frekuensi yang masuk ke high end.

Crossover terdiri dari 2 , yakni pasif dan aktif. Dalam pengolahan distribusi suara pada crossover dibagi dalam beberapa jalur range frekuensi, di antaranya:

  • Frekuensi tinggi akan dimasukkan ke speaker tweeter (horn driver dengan range frekuensi 3KHz - 16KHz)
  • Frekuensi menengah akan dimasukkan ke driver speaker mid-range (antara 700Hz - 3KHz)
  • Frekuensi rendah dimasukkan ke driver speaker woofer (antara 20 Hz - 700 Hz)
Baca juga  Update Harga Kipas Angin Embun (Uap Air) Krisbow

Penerapan crossover saat ini menggabungkan antara equalizing dan audio distributor. Artinya, melakukan proses pengaturan frekuensi (EQ) audio yang sekaligus berfungsi juga sebagai pembagi sinyal keluaran audio (crossover) yang kemudian diteruskan ke bagian high end (amplifier dan speaker system/loudspeaker). Crossover dalam LMS memiliki kemampuan yakni dapat memisahkan jalur audio hingga 6 jalur dan juga telah diatur equalizingnya.

Jika Anda akan merancang sound system untuk lapangan terbuka atau sound system untuk pertunjukan, maka gunakan active crossover karena dapat menghasilkan kualitas suara yang bermutu. Namun, jika sound system atau speaker system Anda dipakai dalam ruangan atau gedung, maka pemakaian passive crossover bisa diterapkan.

Digital Loudspeaker Management System (DLMS) Peavey

digital, loudspeaker, management, system, DLMS, Peavey, Behringer, DBX, merek, merk, di, pasaran, audio, teknisi, Peavey VSX 48E, tipe, model, seri, VSX 26E, populer, crossover, equalizer, speaker, sound system, frekuensi, fungsi, tombol, setup, menu, display, drive rack

DLMS Peavey VSX 26a (sumber: Tokopedia)

Seperti yang dijelaskan di atas, di pasaran ada banyak merek DLMS yang bisa dipilih sesuai kebutuhan. Salah satu merek yang cukup populer adalah Peavey. Harga digital loudspeaker management system Peavey cukup beragam, sesuai tipe. Namun, biasanya berkisar mulai Rp5 jutaan sampai Rp7 jutaan.

Peavey Digital Loudspeaker Management System seri VSX 26e Original ditawarkan dengan harga kisaran Rp5 jutaan. Sementara itu, Peavey VSX 48E Loudspeaker Management System kerap dijual di situs jual beli online dengan harga kisaran Rp7.100.000 - Rp7.250.000.

loading...

Leave a reply "Daftar Harga Digital Loudspeaker Management System (DLMS) Peavey"