Info Terbaru Biaya Vaksin HPV untuk Cegah Kanker Serviks

Kanker serviks menjadi salah satu jenis kanker yang paling menakutkan. Kanker ini sebagian besar disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui hubungan seksual, yaitu Human Papilloma Virus (HPV). Untuk mencegah dan menekan risiko terjadinya kanker serviks, salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah melalui vaksin HPV dengan biaya mulai ratusan ribu rupiah.

Ilustrasi Vaksin HPV (sumber: systemsforaction.org)
Ilustrasi Vaksin HPV (sumber: systemsforaction.org)

Kapan Harus Vaksin HPV?

Vaksin HPV sudah digunakan untuk mencegah kanker serviks dan kutil kelamin karena HPV. Vaksin tersebut bekerja dengan cara melindungi dari 4 tipe HPV yang paling sering menyebabkan penyakit, yaitu tipe 6, 11, 16, dan 18, tipe yang menyebabkan 70% kanker serviks dan 90% kutil kelamin. Vaksin tersebut aman untuk perempuan usia 9-26 tahun. Vaksin diberikan dalam 3 dosis dalam periode 6 bulan, yaitu pemberian awal, 2, dan 6 bulan berikutnya. Keefektifan vaksin HPV menurut penelitian diperkirakan selama 5 tahun.

Bacaan Lainnya

Sebaiknya vaksin diberikan sebelum kontak seksual pertama atau sebelum perempuan terekspos dengan HPV. Vaksin mencegah penyakit pada perempuan yang belum terkena satu atau beberapa tipe HPV yang dapat dilindungi oleh vaksin. Vaksin ini tidak bekerja terlalu efektif pada wanita yang sudah memiliki virus HPV di dalam tubuhnya sebelum menerima vaksin. Vaksin HPV melindungi dari paparan yang belum terjadi – bukan untuk mengobati. Screening tetap diperlukan setelah memperoleh vaksin HPV karena vaksin tidak melindungi untuk semua tipe HPV.[1]

Baca juga  Info Harga Selimut Lurik dalam Berbagai Merek

Umumnya, masyarakat berpendapat bahwa vaksin HPV ini diberikan ketika seseorang menginjak usia dewasa. Padahal, pemberian vaksin HPV sebenarnya tidak perlu menunggu usia dewasa atau setelah menikah. Justru, vaksin HPV ini seharusnya dilakukan sejak dini. Beberapa dokter menyarankan vaksin HPV ini diberikan ketika anak menginjak usia 10 tahun, karena pada usia itu kekebalan tubuh sedang dalam kondisi sebaik-baiknya.

Pada usia anak-anak, vaksin HPV biasanya diberikan dalam dua dosis. Dosis kedua bisa diberikan setelah satu tahun kemudian setelah dosis pertama. Dengan mendapatkan vaksin ini, anak pun terbebas ancaman kanker serviks dan penyakit lainnya yang disebabkan oleh virus HPV.

Selain usia anak-anak, usia dewasa pun juga bisa tetap menjalani vaksinasi HPV. Beberapa studi mengatakan, vaksin HPV masih bisa diberikan hingga usia 55 tahun. Berbeda dengan usia anak-anak, pada saat usia dewasa, vaksin HPV diberikan sebanyak tiga kali, dengan dosis kedua diberikan pada bulan kedua dan dosis ketiga pada bulan keenam.

Selain untuk wanita, kaum pria pun juga bisa memperoleh manfaat dari vaksin HPV. Bagi kaum pria, virus HPV dapat menyebabkan kutil pada kelamin, kanker anus, serta kanker tenggorokan. Golongan pria yang direkomendasikan untuk memperoleh vaksin HPV adalah pria yang memiliki gangguan imunitas, berusia 26 tahun atau lebih muda, dan pria yang berhubungan intim dengan rekan sesama jenis.

Baca juga  Update Biaya Pemeriksaan Echo (Ekokardiografi) Jantung
Ilustrasi: Prosedur Vaksin HPV (credit: hub.jhu.edu)
Ilustrasi: Prosedur Vaksin HPV (credit: hub.jhu.edu)

Jenis Vaksin HPV

  • Cervarix, umumnya digunakan untuk mencegah kanker serviks dan pra-vaksin jenis ini akan mencegah infeksi HPV-16 dan HPV-18 yang secara umum penyebab kanker. Vaksin HPV ini ditujukan hanya untuk wanita.
  • Gardasil, digunakan untuk mencegah kanker dan prakanker serviks, vulva, vagina, dan anus. Selain mencegah infeksi yang disebabkan HPV-16, HPV-18, juga menangkal infeksi HPV-6 dan HPV-11 sebagai penyebab kutil kelamin. Untuk laki-laki, penggunaan vaksin ini dapat dilakukan pada usia 9-26 tahun.
  • Gardasil 9, cakupan pencegahan infeksi HPV dari vaksin ini lebih luas lagi dari Gardasil sebelumnya, yakni termasuk HPV-31, HPV-33, HPV-45, HPV-52, dan HPV-58 yang terkait erat sebagai penyebab kanker serviks. Untuk laki-laki, Gardasil 9 dapat digunakan untuk usia 9-15 tahun.

Lalu, berapa biaya yang dibutuhkan untuk bisa mendapatkan vaksin HPV ini? Biaya vaksin HPV di Indonesia saat ini masih cenderung mahal, mulai dari Rp550 ribuan hingga jutaan rupiah. Berikut informasi terbaru kisaran biaya mendapatkan vaksin HPV di sejumlah rumah sakit dan klinik kesehatan.

Ilustrasi: Vaksin HPV Gardasil (credit: gponline)
Ilustrasi: Vaksin HPV Gardasil (credit: gponline)

Biaya Vaksin HPV

Tempat Vaksin HPV Alamat Kisaran Biaya (Rp)
RSIA Tambak Jl. Tambak No.18 Pegangsaan Kec. Menteng, Jakarta Pusat 550.000
Rumah Sakit Premier Jatinegara Jl. Raya Jatinegara Timur No. 85-87, RT. 10/RW. 2, Bali Mester, Jatinegara, Jakarta Timur 680.000
Klinik RHC (Royal Health Care) Wisma Yakyf Lantai 1, Jalan Buncit Raya No. 99, Pancoran, Jakarta Selatan 825.000
Klinik Angsamerah Menteng Jl. Johar No.6A, RT.18/RW.6, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Jakarta Pusat 980.000
Vaxcorp Indonesia Ruko Inkopal, Kompleks Plaza, Jl. Boulevard Bar. Raya No.60, Kelapa Gading Barat, Jakarta 990.000
Siloam Hospitals Surabaya

 

Jl. Raya Gubeng No.70, Gubeng, Kec. Gubeng, SBY, Jawa Timur 1.100.000 – 2.250.000
RS Onkologi Surabaya Araya Galaxy Bumi Permai, Jl. Arief Rahman Hakim No.7, Surabaya 1.350.000
RSU Bunda Jakarta

 

Jl. Teuku Cik Ditiro No. 21, Gondangdia, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat 2.627.294 ‐ 3.349.274
RS Permata Depok Jl. Muchtar Raya No. 22, Sawangan Baru, Depok, Jawa Barat 2.850.000
Laboratorium Klinik Prodia Wonogiri Jl. Ahmad Yani No .58, Area Hutan, Giriwono, Kec. Wonogiri, Kab. Wonogiri, Jawa Tengah 3.671.000

Biaya Vaksin HPV di atas kami rangkum dari sejumlah sumber dan tentunya tidak terikat dan dapat berubah sewaktu-waktu. Sebagai perbandingan, pada 2019, biaya vaksin HPV di atas berkisar Rp900 ribuan hingga Rp1,3 jutaan. Kemudian, pada 2021 biaya vaksin HPV tak jauh berbeda dari tahun 2020. Namun, untuk vaksin HPV di Siloam Hospitals Surabaya tahun 2021 mengalami kenaikan, dari yang hanya Rp800 ribu menjadi mulai Rp1,1 juta. Sementara itu, biaya vaksin HPV di tahun 2022 masih sama seperti tahun 2021.

[Update: Almas]

[1] Shintya, K dkk. 2010. Top Tips for Girls. Resita WF, editor. Jakarta: Bukune, hlm 61.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar