Update Biaya Hidup di Jakarta Tahun 2020 Sesuai KHL (Kebutuhan Hidup Layak)

Besaran upah minimum di tiap dan provinsi yang ada di memang berbeda-beda. Hal ini tentu saja disesuaikan dengan pendapatan yang dimiliki oleh tiap daerah dan juga biaya hidup selama sebulan di daerah tertentu. Upah minimum mengalami perubahan setiap satu tahun sekali atau berdasarkan kebijakan dari perusahaan tempat seseorang bekerja.

Tugu Monas Jakarta

Tugu Monas

Nah, pada tanggal bulan November 2019, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menetapkan nominal upah minimum provinsi (UMP) untuk tahun 2020 sebesar Rp4.267.349,906. Jumlah UMP ini mengalami kenaikan sebesar 8,51 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya, atau naik Rp335.776. Klaim pemerintah setempat, penetapan UMP itu sudah sesuai dengan dasar hukum yang berlaku, baik undang-undang maupun peraturan pemerintah.

Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menetapkan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Kabupaten/Kota () 2020 sebesar 8,51 persen. Hal tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan Nomor B-m/308/HI.01.00/X/2019 tanggal 15 Oktober 2019 tentang Penyampaian Data Tingkat Inflasi Nasional dan Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Tahun 2019.

Dikutip dari surat edaran tersebut, kenaikan UMP ini berdasarkan pada data inflasi nasional dan pertumbuhan ekonomi nasional. Berdasarkan surat tersebut, inflasi nasional diketahui sebesar 3,39 persen, sedangkan pertumbuhan ekonomi nasional atau pertumbuhan PDB (produk domestik bruto) sebesar 5,12 persen.

Sebenarnya, UMP yang ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk tahun 2020 masih lebih tinggi dibandingkan standar Kebutuhan Hidup Layak (KHL) di wilayah tersebut sepanjang tahun 2019. Sekadar informasi, komponen yang termasuk dalam KHL di antaranya kebutuhan dan minuman (termasuk beras, daging, susu, minyak goreng, dan sayuran), perumahan (sewa , listrik, dan perlengkapan ), pakaian, pendidikan (termasuk bacaan dan radio), (seperti perlengkapan mandi), , serta rekreasi dan tabungan.

Berdasarkan survei yang hasilnya diumumkan pada Oktober 2019, KHL Provinsi DKI Jakarta ternyata masih sedikit lebih rendah di bawah UMP tahun 2019. Survei yang dilakukan Dewan Pengupahan DKI Jakarta tersebut mengatakan, KHL di ibukota Indonesia untuk tahun 2019 sebesar Rp3.965.221, atau sedikit lebih rendah dibandingkan UMP tahun 2019 yang sebesar Rp3.940.973. 

Menurut survei KHL 2019 yang dilakukan Dewan Pengusaha DKI Jakarta itu, kebutuhan biaya masyarakat ibukota akan kontrakan rumah berada di angka Rp1.100.000 per bulan, naik dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp850.000 per bulan, sedangkan biaya untuk rekreasi berkisar Rp40 ribuan, dan kebutuhan akan listrik untuk menelan biaya rata-rata Rp400.000 per bulan. 

Survei itu sendiri dilaksanakan oleh Dewan Pengupahan DKI Jakarta secara serentak di 15 titik pasar tradisional dengan melibatkan unsur Badan Pusat Statistik (BPS) yang mewakili pemerintah, perwakilan SP/SB, serta Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) dan Kamar Dagang Indonesia (KADIN). Survei dilakukan dalam kurun waktu Agustus hingga Oktober 2019, yang terbagi menjadi tiga tahapan.

[Update: Panca]

Baca juga  Info Terkini Harga Bola Belgi Billiard (per Buah dan per Set)
author
Sudah lama lulus dari S-1 di kampus PTN ternama. Penyuka musik dan sedikit audiophile.

Leave a reply "Update Biaya Hidup di Jakarta Tahun 2020 Sesuai KHL (Kebutuhan Hidup Layak)"