Biaya Hidup di Jakarta Tahun 2019 Berdasarkan KHL Terbaru

Besaran upah minimum di tiap dan provinsi yang ada di Indonesia memang berbeda-beda. Hal ini tentu saja disesuaikan dengan pendapatan yang dimiliki oleh tiap daerah dan juga hidup selama sebulan di daerah tertentu. Upah minimum mengalami perubahan setiap satu tahun sekali atau berdasarkan kebijakan dari perusahaan tempat seseorang bekerja.

Nah, pada tanggal 1 Januari 2019, pemerintah Provinsi DKI telah menetapkan upah minimum provinsi (UMP) untuk tahun 2019 di wilayah tersebut mengalami kenaikan sebesar 8,03% dari UMP 2018. Sebelumnya, UMP DKI 2018 berada di angka Rp 3.648.035, namun mulai tahun 2019 ini UMP DKI naik menjadi Rp 3.940.973.

Biaya Hidup di Jakarta - indonesia.tripcanvas.co

Biaya Hidup di Jakarta - indonesia.tripcanvas.co

Sebenarnya, UMP yang ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta biasanya didasarkan pada kebutuhan hidup layak (KHL), yakni standar kebutuhan seorang pekerja untuk dapat hidup layak secara fisik dalam 1 bulan. Sekadar informasi, komponen yang termasuk dalam KHL di antaranya kebutuhan makan dan minuman (termasuk beras, , susu, minyak goreng, dan sayuran), perumahan (sewa kamar, , dan perlengkapan rumah), , pendidikan (termasuk bacaan dan radio), kesehatan (seperti perlengkapan mandi), , serta rekreasi dan tabungan.

Berdasarkan survei yang hasilnya diumumkan pada Oktober 2018, KHL Provinsi DKI Jakarta ternyata jauh di bawah UMP tahun 2019. Survei yang dilakukan Dewan Pengupahan DKI Jakarta di 16 pasar selama 3 kali, nilai KHL yang didapatkan adalah Rp 3,9 juta dikalikan 8,03% (berdasarkan PP 78/2018), yaitu Rp 4,2 juta.

Jika menurut survei KHL 2017 yang dilakukan Dewan Pengusaha DKI Jakarta itu, kebutuhan biaya masyarakat ibukota akan kontrakan rumah berada di angka Rp 850.000 per bulan, sedangkan transportasi harian menghabiskan biaya sebesar Rp 450.000 per bulan, dan kebutuhan akan listrik untuk rumah tangga menelan biaya rata-rata Rp 175.000 per bulan.

Survei itu sendiri dilaksanakan oleh Dewan Pengupahan DKI Jakarta secara serentak di lima pasar di wilayah DKI Jakarta, yaitu Pasar Cempaka Putih (Jakarta Pusat), Pasar Jatinegara (Jakarta Timur), Pasar Koja (Jakarta Utara), Pasar Santa (Jakarta Selatan), dan Pasar Cengkareng (Jakarta Barat). Survei ini dilakukan terhadap 60 komponen KHL yang terdiri dari makanan dan minuman (11 item), sandang (13 item), perumahan (26 item), pendidikan (2 item), kesehatan (5 item), transportasi (1 item), serta rekreasi dan tabungan (2 item).

Meskipun angka UMP Jakarta masih di bawah hasil survei KHL, Pemprov DKI Jakarta menjanjikan upah tersebut akan ditopang dengan subsidi pemerintah melalui Kartu Pekerja. Kartu Pekerja ini memfasilitasi buruh untuk naik bus TransJakarta gratis di 13 koridor, subsidi pangan, menjadi anggota Jakgrosir, hingga Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus.

[Dian]

Baca juga  Update Harga Tiket Masuk Amped Trampoline Park Surabaya
loading...
author
Pengamat produk dan harga komoditas. Saat ini tinggal di Kota Malang.

Leave a reply "Biaya Hidup di Jakarta Tahun 2019 Berdasarkan KHL Terbaru"