Layanan dan Biaya Admin PosPay Pos Indonesia

No comment322 views

Mungkin sebagian dari Anda sudah tahu bahwa PT Indonesia menyediakan layanan pengiriman surat, dokumen, atau paket ke berbagai kota di seluruh Indonesia. Nah, selain menawarkan ekspedisi, dengan warna kebesaran oranye tersebut ternyata juga memiliki PosPay, yakni sebuah layanan pembayaran yang dapat digunakan untuk membayar, termasuk tagihan listrik hingga tagihan air. Layaknya layanan serupa kebanyakan, konsumen akan dikenakan administrasi.

PT (Persero) sendiri adalah salah satu badan usaha milik negara yang diberi tugas untuk menyelenggarakan usaha persuratan untuk umum dalam dan luar negeri. Awalnya hanya berdiri sendiri, kemudian PT mendapatkan kompetitor karena adanya Undang-Undang No. 38 tahun 2009 yang memungkinkan badan usaha milik swasta dan koperasi untuk menyediakan layanan serupa.[1]

Ilustrasi: Aktivitas di Pos Indonesia (credit: Tribunnews)

Ilustrasi: Aktivitas di Pos Indonesia (credit: Tribunnews)

Karena itu, agar tidak semakin ketinggalan, terlebih sekarang perkembangan teknologi informasi semakin ketat, perusahaan tersebut akhirnya meluncurkan layanan PosPay. Dilansir dari situs resminya, ini adalah layanan yang memberikan kemudahan dan kenyamanan pembayaran, di antaranya lokasi yang lebih dekat, lebih lengkap, pelayanan yang cepat, serta aman karena menggunakan Online Payment Point (SOPP) yang diklaim sudah menjangkau 4.800 jaringan Kantor Pos di seluruh wilayah Indonesia dan lebih dari 4.000 agen.

Baca juga  Info Biaya Berlangganan & Harga Perangkat Moka POS

Pelayanan PosPay diklaim cepat karena disediakan loket tersendiri jika pelanggan hendak membayar di Kantor Pos. Di Kantor Pos II Semarang misalnya, sudah tersedia setidaknya 18 loket pelayanan, terdiri dari dua loket untuk pelayanan benda pos dan materai, tiga loket untuk pelayanan kilat khusus, , dan EMS, kemudian satu loket untuk pelayanan giro online (GOL), dua loket untuk pelayanan wesel pos, dua loket untuk pelayanan pajak, lima loket untuk pelayanan PosPay dan Tabanas, serta tiga loket sebagai loket cadangan.[2]

Pembayaran dan Mitra Kerja PosPay

  • PLN, untuk pembayaran rekening listrik dan token listrik.
  • Multi Finance (Angsuran ), antara lain Adira Finance, FIF (Federal International Finance), BAF (Bussan Auto Finance), PT Summit Oto Finance/PT Oto Multiartha, WOM Finance, Mega Finance, BFI Finance, MCF/MAF, Mandiri Tunas Finance, Home Credit, ACC Finance, Toyota Finance, BCA Multifinance, NSC Finance, Indomobil Finance, Mandala Finance, Clipan Finance, Kreditplus Finansia, JACCS-MPM Finance, Suzuki Finance, serta mitra lainnya.
  • Pajak dan Penerimaan Negara, antara lain MPN-G2, PBB, PNBP, Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), denda tilang, 80 pajak daerah di Indonesia.
  • PDAM, antara lain Palyja, Aetra, ATB Batam, dan 229 PDAM di Indonesia.
  • Gas, antara lain Perusahaan Gas Negara (PGN), Pertagas Niaga.
  • Pulsa, Paket Data, dan Telco, antara lain Telkom, Telkomsel, Indosat (Mentari, Matrix, IM3), PT Axiata Excelcomindo (XL), 3 (Three), NTS (Axis), Nusapro, Sampoerna Telkom/STI (Net-1), Smartfren.
  • Perbankan dan Asuransi (Kartu Kredit, Personal Loan), antara lain BPJS Kesehatan, BTN, Jiwasraya, Citibank, AEON, Setoran Virtual Account Giropos, BPRS Lantabur Tebuireng, BPRS KMS, Prudential, Allianz, Takaful, Heksa.
  • Belanja Online, antara lain Bukalapak, Lazada, Matahari Mall, Elevenia, MNC Shop, Blibli.com, Tokopedia, Easy Shopping, Pay @ WU (Amazon).
  • Top Up Uang Elektronik, antara lain e-Money Mandiri, Link Aja, Grab Driver, Mobile JKN BPJS KS (Mobile cash).
  • Pembayaran Lainnya, seperti zakat, TV kabel, tiket Citilink, tiket KAI.
Layanan Multi Biller Pospay dan M Box PT Pos Indonesia dan PT M Cash Integrasi (credit: Kumparan)

Layanan Multi Biller Pospay dan M Box PT Pos Indonesia dan PT M Cash Integrasi (credit: Kumparan)

Visi dan misi Kantor Pos dalam menjalankan PosPay sendiri adalah untuk memudahkan akses masyarakat terhadap . Pasalnya, ditaksir masih ada 64 persen penduduk Indonesia yang belum mempunyai akses terhadap . Karena itu, Pos Indonesia juga masih terus mencari mitra untuk mengembangkan PosPay, salah satunya dengan menggandeng Pinjam.co.id baru-baru ini.

Baca juga  Info Terkini Syarat dan Biaya Visa ke Jepang

Namun, jika konsumen melakukan sejumlah transaksi melalui layanan PosPay, maka akan dikenakan biaya administrasi. Biaya tersebut bervariasi, tergantung jenis transaksi dan kebijakan masing-masing merchant atau penyedia jasa. Berikut kami sajikan rincian biaya administrasi pembayaran melalui layanan PosPay.

Biaya Admin PosPay

TransaksiBiaya Admin
FIF FinanceRp1.000 per transaksi
PLNRp2.000 per transaksi
TV KabelRp2.000 – Rp2.500 per transaksi
PDAMRp2.000 – Rp3.500 per transaksi
Mega FinanceRp2.000 per transaksi
BAF FinanceRp2.000 per transaksi
BPJSRp2.500 per transaksi
TelkomRp2.500 per transaksi
BukalapakRp3.000 per transaksi
MCF/MAF FinanceRp3.000 per transaksi
PajakRp3.500 per transaksi
Adira FinanceRp4.000 per transaksi
WOM FinanceRp4.000 per transaksi
OTO KreditRp5.000 per transaksi
Pulsa HPGratis

Biaya admin layanan PosPay di atas kami rangkum dari sejumlah sumber, termasuk agen resmi PT Pos Indonesia yang menyediakan layanan ini. Perlu diingat bahwa biaya admin tersebut tidak mengikat dan dapat berubah sewaktu-waktu. Biaya administrasi juga kemungkinan berbeda di masing-masing cabang atau agen PT Pos Indonesia.

Baca juga  Update Biaya Jasa Dekorasi Acara Lamaran

 

[1] Ratnawati, Atjih dan Anton Susanto. 2012. Studi Pemanfaatan Layanan Pospay pada Masyarakat di Kota Mataram. Jurnal Penelitian Pos dan Informatika, Vol. 2(1).

[2] Kusumawardani, Anggraini Susanti, dkk. 2014. Analisis Sistem Antrean Pelayanan di PT Pos Indonesia (Persero) Kantor Pos II Semarang. Jurnal Gaussian, Vol. 3(4): 557-564.

loading...
author
Sudah lama lulus dari S-1 di kampus PTN ternama. Penyuka musik dan sedikit audiophile.

Leave a reply "Layanan dan Biaya Admin PosPay Pos Indonesia"