Info Terkini Harga Rockwool Hidroponik Berbagai Ukuran

Kegiatan bercocok tanam tidak hanya bisa dilakukan oleh mereka yang memiliki lahan atau tanah yang luas. Pasalnya, aktivitas ini sudah bisa dilakukan dengan metode hidroponik, yakni metode tanam tanpa menggunakan tanah sebagai pertumbuhan tanaman. Dengan metode ini, petani bisa menggunakan media tanam yang dijual di pasaran, salah satunya adalah plug rockwool cultilene yang dibanderol dengan harga terjangkau.

Media tanam rockwool hidroponik (sumber: belirus.com)
Media tanam rockwool hidroponik (sumber: belirus.com)

Bercocok tanam dengan metode hidroponik bisa dilakukan dalam skala kecil di rumah untuk sekadar menyalurkan hobi maupun dalam skala besar dengan tujuan komersial. Beberapa kelebihan dari metode hidroponik antara lain ramah lingkungan, hemat air, dan mengurangi karbondioksida karena tidak perlu menggunakan kendaraan atau mesin.

Bacaan Lainnya

Tanaman hidroponik juga tidak merusak tanah karena tidak menggunakan media tanah dan juga tidak membutuhkan tempat yang luas. Sehingga, dapat dilakukan dengan menggunakan lahan sempit di perkotaan dengan media rumah . Lebih hemat waktu dan tenaga karena tidak perlu menyiramkan air setiap harinya. Pertumbuhan tanaman dianggap lebih cepat dan kualitas hasil tanaman dapat terjaga, serta dapat ditanam kapan saja karena dianggap tidak mengenal musim.

Untuk menghasilkan produksi tanaman hidroponik yang berkualitas bagus, Anda juga harus paham beberapa kriteria media tanam yang baik untuk teknik hidroponik. Di antaranya adalah memiliki sifat poros atau mudah menyerap air yang berlebihan, memiliki struktur gembur, subur, dan bisa menyimpan persediaan air yang cukup untuk dialirkan pada tanaman. Kemudian, tidak mengandung garam sama sekali, keasaman media tanam mencapai alkalis (memiliki pH 6-7), tidak mengandung organisme yang dapat menimbulkan hama yang dapat merusak tanaman, serta memiliki kandungan kapur atau unsur kalsium.

Apa Itu Rockwool Hidroponik?

Salah satu media tanam hidroponik yang paling banyak digunakan oleh masyarakat adalah rockwool. Rockwool sendiri terbuat dari bahan dasar batu bara, batu basalt, dan batu kapur yang dibakar dengan suhu 1600 derajat Celcius sampai meleleh serupa lava, yang setelah itu berubah bentuk menjadi serat-serat ketika sudah dingin. proses produksi membuat rockwool dicetak dengan bentuk lempengan atau blok dengan ukuran besar. Nah, blok rockwool tersebut nantinya akan dipotong sesuai dengan kebutuhan Anda.

Bisa dibilang, rockwool tidak kalah terkenal jika dibandingkan dengan expanded clay di kalangan para petani yang memakai sistem hidroponik. Hal ini disebabkan rockwool memiliki keunggulan yang cukup berbeda dan tidak dimiliki media tanam lainnya, khususnya dalam perbandingan komposisi udara dan air yang mampu disimpan dengan sangat baik.

Menggunakan rockwool sebagai media tanam memiliki keuntungan, karena seratnya dapat menyimpan sejumlah besar air untuk akar tanaman dan juga udara. Selain itu, ia pun bisa menjaga zona akar diaerasi untuk pertumbuhan yang sehat. Hal ini menjadi sangat penting karena peran rockwool yang merupakan produk yang terlihat rapi untuk digunakan dan juga produk steril yang tidak akan membawa patogen atau penyakit tanaman. Namun yang perlu diketahui, rockwool mengandung tingkat keasaman yang relatif lebih tinggi untuk beberapa jenis tanaman, sehingga membutuhkan sentuhan khusus sebelum menggunakan media tanam hidroponik ini.

Rockwool cocok digunakan untuk tanaman daun dengan masa tanam yang tidak terlalu lama. Media tanam ini berfungsi mengikat akar dan menyerap nutrisi, tetapi tidak memiliki daya tunjang yang cukup kuat bagi pertumbuhan tanaman. Karena itu, rockwool tidak cocok digunakan sebagai media tanam sayuran buah, seperti cabai dan tomat, yang tumbuh cukup tinggi dan memiliki masa tanam yang cukup lama. Kalaupun ingin menanam cabai dan tomat menggunakan media rockwool, sebaiknya dikombinasikan dengan media tanam lain, seperti sekam bakar, cocopeat, ataupun hidroton.[1]

Bercocok tanam dengan media rockwool hidroponik (sumber: hydroponicway.com)
Bercocok tanam dengan media rockwool hidroponik (sumber: hydroponicway.com)

Untuk menghemat penggunaan, pakai ulang rockwool. Caranya, ambil dan kumpulkan rockwool dari tanaman mati di pembibitan atau pembesaran. Bersihkan rockwool, rendam dalam air, lalu gunakan untuk membungkus benih. Selama pembibitan 11-14 hari, amati pertumbuhan bibit. Jika terdapat bibit mati, ambil lagi rockwool untuk membungkus benih baru.[2]

Jenis Rockwool untuk Hidroponik

Sejatinya, terdapat dua jenis rockwool sebagai media hidroponik, yaitu rockwool khusus pertanian dan rockwool insulator. Keduanya biasanya merupakan produk impor. Rockwool insulator umumnya digunakan untuk tabung pendingin ruangan (AC) atau air panas di gedung bertingkat. Rockwool itulah yang kini banyak digunakan para penggemar hidroponik.

Dalam penggunaan rockwool ini, Anda harus tetap berhati-hati, pasalnya rockwool memiliki pH 7,8 sehingga dapat meningkatkan pH larutan nutrisi. Selain itu, untuk pemakaiannya, rockwool tidak dapat digunakan berulang. Sebab, sayuran yang dipanen akarnya sudah menyebar di rockwool. Pada umumnya, rockwool akan dijual bersama sayuran hasil panen.

Jenis rockwool yang biasa digunakan untuk keperluan hidroponik biasanya berupa rockwool cultilene yang merupakan rockwool yang dibuat dengan spesifikasi khusus untuk tanaman sayuran maupun . Ciri-ciri rockwool ini adalah memiliki serat horizontal, volume pori 98%, dan dijual per slab bukan per meter.

Rockwool cultilene ini dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari tahap persemaian sampai pada fase produksi. Dalam satu kemasan 1 pak, terdiri dari 16 slab, dengan dimensi per pak adalah 1 m x 0,6 m x 0,3 m. Satu slab memiliki panjang 1.000 mm, lebar 150 mm, dan tebal 75 mm. Sementara itu, untuk kemasan dan dimensi plug-nya, 1 sheet terdiri dari 98 plug, dengan 1 dus berisi 14 sheet, dengan dimensi 1 plug adalah 36 mm x 36 mm x 40 mm.

Di pasaran dan sejumlah situs jual beli online, Anda bisa membeli media tanam ini dengan berbagai ukuran dan jenis. Untuk jenis plug, dianggap lebih siap pakai karena sudah memiliki lubang untuk menaruh benih. Namun, Anda juga bisa membeli jenis slab. Berikut informasi terbaru harga plug rockwool cultilene yang ada di pasaran.

Rockwool hidroponik (sumber: linkumkm.com)
Rockwool hidroponik (sumber: linkumkm.com)

Harga Rockwool untuk Hidroponik

Kemasan Rockwool Harga
Rockwool Satuan Mini Rp6.000 – Rp7.900
Rockwool Satuan Medium Rp10.000
Rockwool 1/2 Slab Rp35.000
Rockwool Slab Satuan (Meter) Rp147.000
Rockwool 1 Ball (12 Slab) Rp600.000
Rockwool 1 Ball (16 Slab) Rp1.125.000

Harga rockwool untuk media tanam hidroponik di atas kami rangkum dari berbagai sumber, termasuk beberapa situs jual beli online. Jika dibandingkan dengan penawaran sebelumnya, harga rockwool di pasaran saat ini terpantau fluktuatif. Rockwool 12 slab misalnya, semula ditawarkan dengan harga mulai Rp615 ribu, sekarang sedikit turun menjadi Rp600 ribu per ball. Sementara itu, harga rockwool 1/2 slab naik dari Rp33 ribu menjadi Rp35 ribu.

Cara Memakai Rockwool untuk Hidroponik

Metan rockwool digunakan dengan cara dipotong-potong menjadi ukuran yang sangat kecil. Untuk pemula, bisa dimulai dari ukuran 2 x 2 cm, sementara untuk keperluan industri biasanya memakai ukuran 2 x 5cm untuk menghindari etiolasi. Setelah dipotong-potong, rendam rockwool dengan air, kemudian masukkan benih ke dalam rockwool yang sudah dipotong. Sampai benih tumbuh, pastikan rockwool tidak kering. Setelah bibit siap naik ke instalasi hidroponik, pindahkan rockwool ke dalam netpot di pipa instalasi hidroponik.

[Update: Ditta]

[1] Moesa, Z. 2016. Hidroponik Kreatif, Membangun Instalasi Unik Menggunakan Barang Bekas. : AgroMedia Pustaka, hlm 12.

[2] Apriyanto, R. N. . Hidroponik Perkotaan. Depok: Trubus Swadaya, hlm 78.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *