Update Terbaru Kisaran Biaya Notaris Untuk KPR

No comment 16462 views

Memiliki rumah merupakan impian tersendiri bagi sebagian orang. Tetapi, sayangnya harga rumah di Indonesia cenderung mahal. Hal tersebut menjadikan sebagian orang mungkin harus mencari cara demi mewujudkan impian itu. Salah satunya adalah KPR atau Kredit Pemilikan Rumah. KPR dianggap sebagai solusi memiliki rumah dengan kondisi dana terjangkau.

Biaya Notaris - (Sumber: dunianotaris.com)

- (Sumber: dunianotaris.com)

Dalam transaksi KPR, ada beberapa biaya yang sebaiknya Anda ketahui. Biaya dasar yang perlu diketahui dalam pembelian rumah, biasanya total harga jual beli rumah dibagi menjadi tiga, yaitu tanda jadi, uang muka, dan pokok kredit.

Tanda jadi dan uang muka dibayarkan ke langsung oleh pembeli rumah, sedangkan pokok kredit merupakan sisa yang dibayarkan ke oleh pihak bank (total pinjaman dari bank untuk pembeli rumah).

Uang tanda jadi atau yang biasa disebut booking fee merupakan bukti pemesanan rumah atau kavling yang dibayarkan ke developer supaya rumah yang diinginkan tidak dibeli orang lain atau agar harganya tidak naik jika tidak segera dibayar.

Umumnya, setiap developer memiliki aturan yang berbeda-beda terkait hal tersebut. Ada beberapa developer yang membebaskan membayar uang muka tanpa batas waktu, tetapi ada juga yang mengharuskan membayar uang muka setelah waktu tertentu. Namun, ada pula developer yang menghanguskan uang tanda jadi bila tidak jadi membeli rumah.

Setelah membayar tanda jadi, langkah selanjutnya adalah membayar uang muka ke developer. Beberapa developer menyatakan bahwa tanda jadi sudah merupakan bagian uang muka, maka untuk uang muka hanya perlu membayar sisanya saja. Uang muka yang telah dibayarkan akan dikembalikan jika pengajuan KPR ternyata mengalami penolakan oleh pihak bank.

Selanjutnya adalah pokok kredit. Ini merupakan total pinjaman yang diterima kreditor dari bank atau biasa disebut dengan plafon KPR yang dipakai untuk melunasi kekurangan harga jual beli rumah (setelah melakukan tanda jadi dan uang muka). Maka, total pinjaman yang diberikan oleh bank, tergantung dari besaran uang muka yang sudah dibayarkan ke developer.

Biaya pembelian rumah, tidak hanya sebatas yang biasanya tertera di brosur penjualan rumah, terlebih apabila Anda menggunakan skema KPR (Kredit Pemilikan Rumah). Masih ada beberapa jenis biaya tambahan lain yang seringkali tidak diperhitungkan dari awal. Beberapa biaya tersebut termasuk biaya notaris.

Biaya notaris merupakan salah satu komponen biaya yang wajib dibayarkan oleh kreditor. Biasanya pihak developer dan bank memiliki notarisnya masing-masing. Notaris dari pihak developer dan notaris dari pihak bank melakukan pekerjaan yang berbeda, misal notaris dari developer menyiapkan Akta Jual Beli (AJB), sedangkan notaris dari bank menyiapkan Akta Perjanjian KPR. Biaya yang harus dikeluarkan untuk notaris tergantung dari tarif yang dikenakan oleh notaris.

Di Kota Jakarta, biaya notaris bisa mencapai Rp 5.000.000 bahkan lebih. Solusinya, Anda bisa ajukan menggunakan saudara atau teman yang bekerja sebagai notaris (jika ada), atau negosiasi dengan developer untuk patungan biaya notaris ini (sebelum menyepakati harga jual beli rumah). Apabila menggunakan notaris dari bank, biaya notaris dari bank kisarannya Rp 250.000 (belum termasuk biaya notaris dari developer).

Biaya APHT. Biaya ini dipergunakan untuk mengurus Akta Pemberian Hak Tanggungan (APHT). Biaya ini diperlukan sebagai jaminan bahwa pinjaman dari bank akan dilunasi. Biaya ini merupakan biaya yang tidak terpisahkan dari perjanjian kredit dengan jaminan. Apabila kredit macet, bank secara dapat mengeksekusi rumah yang dikreditkan. Biaya APHT ini wajib dibayarkan sebelum kredit bisa dikeluarkan oleh bank.

Biaya Penilaian (Appraisal). Biaya ini digunakan untuk melakukan proses penilaian (appraisal) kredit pemilikan rumah dan fisik atau proses pembangunan rumah yang diajukan. Proses ini bertujuan untuk mengecek dan validasi pengajuan kredit. Biayanya bervariasi tergantung bank dan tidak tergantung pada besar pinjaman.

Biaya administrasi bank. Biaya administrasi merupakan biaya yang dikeluarkan oleh bank untuk kepengurusan KPR, praktiknya ada beberapa bank yang memberikan promo gratis biaya administrasi. Namun, ada pula beberapa bank tetap menagihkan biaya administrasi yang terpisah dari biaya provisi.

Biaya proses kredit. Biaya proses kredit pemilikan rumah besarnya tergantung dari bank. Tiap bank biasanya memberikan tarif yang berbeda-beda. Bahkan beberapa bank memberikan promo berupa gratis biaya proses.

Biaya provisi kredit. Biaya provisi adalah biaya yang dikenakan oleh bank kepada kreditur dan harus dilunasi sebelum akan kredit KPR dilangsungkan. Biaya provisi hanya akan dibayarkan sekali (pada saat pengajuan) hingga tenor cicilan habis. Skema pembayarannya ada yang harus dibayar langsung ke bank ada juga yang dipotong dari jumlah pokok kredit yang diterima.

Premi asuransi jiwa. Biaya asuransi jiwa untuk meminimalisir risiko gagal bayar karena nasabah meninggal dunia, bank mewajibkan nasabah untuk mengikuti program asuransi jiwa. Jadi, jika terjadi sesuatu dengan kreditor, maka bank akan menagih asuransi jiwa, rumah akan dilunasi oleh asuransi, tanpa menambah beban ahli waris.

Notaris - (Sumber: edunews.id)

Notaris - (Sumber: edunews.id)

Besarnya biaya premi asuransi jiwa tergantung pada umur kreditur, kondisi kesehatan, riwayat kesehatan dan kebiasaan (merokok atau tidak, obesitas atau tidak). Jika makin berisiko, premi asuransi jiwa yang harus dibayarkan akan semakin mahal.

Baca juga  Harga atau Tarif di Diva Family Karaoke Cabang Malang

Selain beberapa biaya di atas, masih terdapat biaya lainnya, di antaranya premi asuransi kebakaran (untuk meminimalisir kerugian apabila terjadi bencana kebakaran), PPh (Pajak Penghasilan) dan BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan ), AJB (Akta Jual Beli), BBN (Biaya Balik Nama) Sertifikat Hak Tanah, dan PNBP (Penerimaan Bukan Pajak).

 

loading...

Leave a reply "Update Terbaru Kisaran Biaya Notaris Untuk KPR"