Update Biaya Notaris untuk Pengajuan KPR Rumah

No comment21496 views

Memiliki rumah merupakan impian tersendiri bagi banyak orang. Tetapi sayangnya, harga rumah di Indonesia semakin mahal dari hari ke hari. Hal tersebut menjadikan sebagian orang mungkin harus mencari cara demi mewujudkan impian itu. Nah, salah satunya adalah melalui KPR atau Pemilikan Rumah. KPR dianggap sebagai solusi memiliki rumah dengan kondisi dana terjangkau.

Ilustrasi: memilih rumah idaman

Ilustrasi: memilih rumah idaman

Dalam transaksi KPR, ada beberapa biaya yang sebaiknya Anda ketahui. Biaya dasar yang perlu diketahui dalam pembelian rumah biasanya total harga jual beli rumah dibagi menjadi tiga, yaitu tanda jadi, uang muka, dan pokok kredit. Tanda jadi dan uang muka dibayarkan ke langsung oleh pembeli rumah, sedangkan pokok kredit merupakan sisa yang dibayarkan ke oleh pihak bank (total pinjaman dari bank untuk pembeli rumah).

Uang tanda jadi atau yang biasa disebut booking fee merupakan bukti pemesanan rumah atau kavling yang dibayarkan ke developer supaya rumah yang diinginkan tidak dibeli orang lain atau agar harganya tidak naik jika tidak segera dibayar. Umumnya, setiap developer memiliki aturan yang berbeda terkait hal tersebut. Ada beberapa developer yang membebaskan membayar uang muka tanpa batas waktu, tetapi ada juga yang mengharuskan membayar uang muka setelah waktu tertentu. Namun, ada pula developer yang menghanguskan uang tanda jadi bila konsumen batal membeli rumah.

Setelah membayar tanda jadi, langkah selanjutnya adalah membayar uang muka ke developer. Beberapa developer menyatakan bahwa tanda jadi sudah merupakan bagian uang muka, maka untuk uang muka hanya perlu membayar sisanya saja. Uang muka yang telah dibayarkan akan dikembalikan jika pengajuan KPR ternyata mengalami penolakan oleh pihak bank.

Baca juga  Update Biaya Tune-Up Mobil di Bengkel Umum dan Bengkel Resmi

Selanjutnya adalah pokok kredit. Ini merupakan total pinjaman yang diterima kreditor dari bank atau biasa disebut dengan plafon KPR yang dipakai untuk melunasi kekurangan harga jual beli rumah (setelah melakukan pembayaran tanda jadi dan uang muka). Maka, total pinjaman yang diberikan oleh bank, tergantung dari besaran uang muka yang sudah dibayarkan ke developer.

Biaya pembelian rumah sendiri tidak hanya sebatas yang biasanya tertera di brosur penjualan rumah, terlebih apabila Anda menggunakan skema KPR (Kredit Pemilikan Rumah). Pasalnya, masih ada beberapa biaya tambahan lain yang seringkali tidak diperhitungkan dari awal. Beberapa biaya tersebut termasuk biaya notaris.

Biaya Notaris KPR

Notaris - (Sumber: edunews.id)

Notaris - (Sumber: edunews.id)

Biaya notaris merupakan salah satu komponen biaya yang wajib dibayarkan oleh kreditor. Biasanya, pihak developer dan bank memiliki notaris masing-masing. Notaris dari pihak developer dan notaris dari pihak bank melakukan pekerjaan yang berbeda, misal notaris dari developer menyiapkan Akta Jual Beli (AJB), sedangkan notaris dari bank menyiapkan Akta Perjanjian KPR. Biaya yang harus dikeluarkan untuk notaris tergantung dari tarif yang dikenakan oleh notaris.

Berbeda dengan perjanjian pembelian rumah secara mandiri, biaya notaris untuk pembelian rumah dengan sistem KPR umumnya jauh lebih terjangkau. Saat ini, biaya untuk notaris dalam proses pembelian rumah secara KPR berkisar Rp250.000 hingga Rp750.000. Namun, biaya tersebut di luar biaya pengurusan sejumlah dokumen penting yang diperlukan.

Baca juga  Update Tarif & Cara Pemesanan Layanan Kebersihan Go-Clean

Sebagai tambahan informasi, notaris atau Pejabat Pembuat Akta (PPAT) ini adalah satu-satunya pejabat yang berwenang dalam menentukan keabsahan suatu proses jual beli maupun bangunan (salah satunya rumah). Jadi, dapat disimpulkan bahwa notaris dalam transaksi jual beli atau rumah adalah mutlak dan sangat penting, terutama untuk pihak pembeli.

Menurut Pasal 51 UUJN, notaris ini memiliki beberapa tugas pokok, di antaranya membukukan surat-surat di bawah tangan dengan mendaftar dalam buku , membuat kopi dari surat asli yang dibawa tangan berupa salinan yang memuat uraian sebagaimana ditulis dan digambarkan dalam surat yang bersangkutan, dan melakukan pengesahan kecocokan fotokopi dengan surat aslinya. Selain itu, notaris juga bertugas memberikan penyuluhan hukum sehubungan dengan akta, membuat akta yang berhubungan dengan pertanahan, membuat akta risalah lelang, dan membetulkan kesalahan tulis atau ketik yang terdapat dalam minuta akta .

Biaya Lainnya dalam KPR

Ilustrasi: tanda tangan persetujuan biaya notaris

Ilustrasi: tanda tangan persetujuan biaya notaris

  • Biaya APHT. Biaya ini dipergunakan untuk mengurus Akta Pemberian Hak Tanggungan (APHT). Biaya ini diperlukan sebagai jaminan bahwa pinjaman dari bank akan dilunasi. Biaya ini merupakan biaya yang tidak terpisahkan dari perjanjian kredit dengan jaminan. Apabila kredit macet, bank secara hukum dapat mengeksekusi rumah yang dikreditkan. Biaya APHT ini wajib dibayarkan sebelum kredit bisa dikeluarkan oleh bank.
  • Biaya Penilaian (Appraisal). Biaya ini digunakan untuk melakukan proses penilaian (appraisal) dokumen kredit pemilikan rumah dan fisik atau proses rumah yang diajukan. Proses ini bertujuan untuk mengecek dan validasi dokumen pengajuan kredit. Biayanya bervariasi tergantung bank dan tidak tergantung pada besar pinjaman.
  • Biaya bank. Biaya merupakan biaya yang dikeluarkan oleh bank untuk kepengurusan KPR. Praktiknya, ada beberapa bank yang memberikan promo gratis biaya . Namun, ada pula beberapa bank tetap menagihkan biaya yang terpisah dari biaya provisi.
  • Biaya proses kredit. Biaya proses kredit pemilikan rumah besarnya tergantung dari bank. Tiap bank biasanya memberikan tarif yang berbeda-beda. Namun, beberapa bank memberikan promo berupa gratis biaya proses.
  • Biaya provisi kredit. Biaya provisi adalah biaya yang dikenakan oleh bank kepada kreditur dan harus dilunasi sebelum akan kredit KPR dilangsungkan. Biaya provisi hanya akan dibayarkan sekali (pada saat pengajuan) hingga tenor cicilan habis. Skema pembayarannya ada yang harus dibayar langsung ke bank, ada juga yang dipotong dari jumlah pokok kredit yang diterima.
  • Premi asuransi jiwa. Biaya asuransi jiwa untuk meminimalkan risiko gagal bayar karena nasabah meninggal dunia, dan bank mewajibkan nasabah untuk mengikuti program asuransi jiwa. Jadi, jika terjadi sesuatu dengan kreditor, maka bank akan menagih perusahaan asuransi jiwa, rumah akan dilunasi oleh perusahaan asuransi, tanpa menambah beban ahli waris.
Baca juga  Update Tarif Zen Family Spa & Reflexology Cabang Depok

Selain beberapa biaya di atas, masih terdapat biaya lainnya, di antaranya premi asuransi kebakaran (untuk meminimalkan kerugian apabila terjadi bencana kebakaran), PPh (Pajak Penghasilan), dan BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan), AJB (Akta Jual Beli), BBN (Biaya Balik Nama) Sertifikat Hak Tanah, dan PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak).

[Update: Panca]

loading...
author
Literatur akuntansi sudah digeluti hingga pendidikan pascasarjana. Bagiku ini adalah seni pencatatan dan pengikhtisaran transaksi keuangan dan penafsiran akibat suatu transaksi terhadap suatu unit ekonomi.

Leave a reply "Update Biaya Notaris untuk Pengajuan KPR Rumah"