Update Biaya Appraisal Bank Mandiri

Selain menyediakan tabungan, sebagai salah satu bank besar di Indonesia, Bank Mandiri kini juga mengembangkan bisnis dengan menyediakan kredit pemilikan rumah (KPR) untuk pembelian rumah bekas atau KPR secondary. Menurut Bank Mandiri, bisnis segmen KPR secondary ini memiliki potensi yang cukup baik karena masih tingginya kebutuhan masyarakat atas tempat tinggal yang terjangkau dan siap huni. Untuk menikmati layanan KPR bank Mandiri, Anda juga perlu mempertimbangkan biaya appraisal bank Mandiri yang tergantung pada plafon pengajuan KPR.

Ilustrasi: Transaksi di Bank Mandiri (credit: Stabilitas.id)
Ilustrasi: Transaksi di Bank Mandiri (credit: Stabilitas.id)

Layanan KPR secondary sendiri melayani pembiayaan pembelian rumah bekas, yaitu rumah yang dibeli melalui pihak ketiga, bukan dari pengembang (developer). Selain itu, layanan ini juga melakukan take over KPR dari bank lain yang sudah berjalan minimal 12 bulan dan fasilitas pinjaman untuk keperluan konsumtif dengan mengagunkan properti yang saat ini sudah dimiliki.

Bacaan Lainnya

Terkait dengan layanan tersebut, maka jaminan properti yang dapat diterima oleh Bank Mandiri adalah rumah, ruko atau rukan, dan apartemen dengan legalitas kepemilikan berupa sertifikat hak milik (SHM), sertifikat hak guna bangunan (SHGB), dan strata title (untuk apartemen). Sementara, kondisi agunan harus memiliki IMB, memiliki bukti setoran PBB, bukan daerah banjir, bukan tusuk sate, bukan hijau, tidak dalam sengketa, lebar jalan di muka minimal 3 meter, dan minimal 20 meter dari tegangan tinggi.

Baca juga  Update Biaya Sewa Safe Deposit Box di Bank dan Pegadaian

Layaknya pengajuan fasilitas KPR lainnya, pengajuan KPR secondary Bank Mandiri juga membutuhkan biaya. Biaya-biaya tersebut antara lain biaya provisi kredit (1 persen), biaya administrasi sebesar Rp500 ribu, biaya premi asuransi, biaya premi asuransi kerugian, biaya notaris, dan biaya appraisal. Berbeda dengan biaya lainnya, biaya appraisal harus dibayarkan di awal pengajuan.

Appraisal sendiri merupakan penilaian yang dilakukan oleh bank untuk mengecek kebenaran data antara dokumen pengajuan kredit dengan kebenaran di lapangan, sekaligus melakukan transaksi bangunan untuk menilai harga rumah tersebut. Appraisal bank juga bisa berarti proses penilaian aset rumah oleh bank untuk mengetahui nilai KPR rumah tersebut.

Lalu, berapa biaya appraisal yang harus dibayarkan debitur untuk mendapatkan KPR Secondary dari Bank Mandiri? Berikut akan disajikan mengenai besarnya biaya appraisal Bank Mandiri untuk wilayah Jabodetabek (di luar Jabodetabek berbeda-beda, tergantung wilayah masing-masing).

Biaya Appraisal Bank Mandiri

Plafon Pengajuan KPR Biaya Appraisal 
Rp50 juta- Rp500 juta Rp350.000
Rp500 juta- Rp1,5 miliar Rp500.000
Rp1,5 miliar – Rp5 miliar Rp750.000
lebih dari Rp5 miliar Rp1.000.000
Baca juga  Info Terbaru Daftar Harga Produk Eva Mulia Skin Care

Rincian biaya appraisal Bank Mandiri belum mengalami perubahan dari tahun 2019 hingga tahun 2022. Sementara itu, berikut simulasi perhitungan angsuran KPR Bank Mandiri.

Kredit Pemilikan Rumah
Kredit Pemilikan Rumah

Simulasi Angsuran KPR Bank Mandiri

Jenis Biaya Pengajuan KPR Biaya KPR
Angsuran Rp682.943
Pokok Hutang Rp135.000.000
Minimum Pendapatan Rp11.365.885
Uang Muka Rp15.000.000
Provisi Rp1.350.000
Biaya Administrasi Rp500.000
Estimasi Total Biaya  Rp16.850.000

Keterangan:

  • Estimasi total biaya belum termasuk biaya notaris, asuransi dan pajak (± 7% dari limit kredit).
  • Simulasi harga rumah Rp150.000.000 dalam jangka 20 tahun.
  • Simulasi suku bunga 2%.

Dalam pengajuan KPR Bank Mandiri, ada beberapa syarat dokumen yang harus dipenuhi, yaitu dokumen pribadi sebagai berikut.

Syarat Dokumen KPR Bank Mandiri

  • Asli aplikasi KPR diisi dengan lengkap.
  • Fotokopi KTP pemohon dan suami/istri.
  • Fotokopi Kartu Keluarga (KK).
  • Fotokopi surat nikah/cerai bagi yang telah menikah/bercerai.
  • Fotokopi rekening koran/tabungan tiga bulan terakhir (karyawan) & enam bulan terakhir (wiraswasta & profesional).
  • Fotokopi NPWP pribadi.
  • Asli slip gaji terakhir/surat keterangan penghasilan dan Fotokopi surat keterangan jabatan ( untuk karyawan).
  • Fotokopi neraca & laporan laba rugi/ keuangan dua tahun terakhir (wiraswasta & profesional).
  • Fotokopi akta Pendirian Perusahaan & Akte Perubahan terakhir dan izin-izin usaha seperti SIUP, TDP, NPWP (wiraswasta & karyawan dengan status Direktur).
Baca juga  Harga Beli, Cara Top Up, dan Cek Saldo Kartu e-Toll Flazz BCA

Selain dokumen pribadi, Anda juga perlu menyiapkan dokumen agunan seperti copy sertifikat seperti SHM/HGB, copy IMB, copy PBB tahun terakhir, dan copy KTP pemilik properti yang dijual. Perlu diingat bahwa biaya appraisal Bank Mandiri bisa mengalami perubahan sewaktu-waktu dan di setiap wilayah juga bisa berbeda-beda. Untuk lebih jelasnya, Anda bisa mengajukan pertanyaan langsung pada pihak Bank Mandiri.

[Update: Almas]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.