Info Terkini Kisaran Biaya Hidup di Surabaya

Sebagai kota terbesar kedua di Indonesia, Surabaya tentunya menjadi magnet menarik bagi banyak orang untuk mengadu nasib di Kota Pahlawan ini. Hal tersebut didukung dengan ketersediaan fasilitas publik yang tergolong lengkap, mulai sekolah, kampus atau perguruan tinggi, kantor, , perusahaan, hingga pusat-pusat perbelanjaan. Namun, sebelum memutuskan berdomisili di ibu kota Jawa Timur, Anda perlu memperkirakan biaya hidup yang akan Anda keluarkan.

Warga Surabaya (sumber: detik)
Warga Surabaya (sumber: detik)

Menjadikan Surabaya sebagai tempat untuk melanjutkan pendidikan atau bekerja memang tidak salah. Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta. Dengan populasi penduduk mendekati tiga juta penduduk, Surabaya adalah kota metropolis yang saat ini telah menjadi pusat bisnis, perdagangan, industri, dan pendidikan di Indonesia.[1]

Bacaan Lainnya

Untuk melanjutkan studi ke jenjang perkuliahan saja misalnya, sudah terdapat banyak lembaga pendidikan yang cukup terkenal di Surabaya, semisal Universitas Airlangga (UNAIR), Institut Teknologi Sepuluh Nopember, hingga Universitas Negeri Surabaya. Sementara itu, perusahaan top yang memiliki markas di kota ini antara lain Maspion Group, Jawa Pos, hingga Unilever Indonesia dan PT PAL Indonesia.

Sayangnya, terlepas dari pertumbuhan ekonomi yang terus berkembang, Surabaya juga merupakan kota dengan biaya hidup tertinggi di Pulau Jawa setelah Jakarta. Menurut data beberapa tahun lalu, biaya hidup di Surabaya mencapai angka Rp6 jutaan per bulan.[2] Karena itu, sebelum memutuskan bertualang di ibu kota Jawa Timur ini, Anda harus mengetahui besaran biaya hidup yang diperlukan jika ingin bertahan di kota padat seperti Surabaya.

Besaran KHL di Surabaya

Nah, salah satu metode yang bisa dipakai untuk mengetahui besaran biaya hidup di suatu daerah yaitu dengan memperhatikan KHL. Lalu, apa itu KHL? KHL atau Kebutuhan Hidup Layak adalah standar kebutuhan yang harus dipenuhi oleh seorang pekerja atau buruh lajang untuk dapat hidup layak, baik secara fisik, non-fisik, maupun sosial.[3] Biasanya, KHL ini mengacu pada standar kebutuhan seseorang untuk satu bulan.

Peraturan mengenai KHL diatur dalam UU No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Pembahasan lebih dalam mengenai KHL dapat dilihat dalam Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. 17 tahun 2005 tentang Komponen dan Pentahapan Pencapaian Kebutuhan Hidup Layak.[4] Kemudian, Keputusan Menteri Tenaga Kerja tersebut direvisi oleh Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. 13 tahun 2012 tentang Perubahan Penghitungan KHL.

Dalam Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. 13 tahun 2012, jumlah jenis kebutuhan yang semula 46 jenis, ditambah menjadi 60 jenis, antara lain ikat pinggang, kaos kaki, deodorant 100 ml/g, seterika 250 Watt, rice cooker 1/2 liter, celana pendek, pisau dapur, semir dan sikat sepatu, rak piring portable plastik, sabun cuci piring (colek) 500 gr per bulan, gayung plastik ukuran sedang, ballpoint atau pensil, dan cermin 30 x 50 cm. Selain itu, juga terdapat penyesuaian jenis kualitas dan kuantitas KHL serta perubahan jenis kebutuhan.

Ilustrasi: lanskap daerah pemukiman di Surabaya
Ilustrasi: lanskap daerah pemukiman di Surabaya

Kemudian, pada tahun 2020, terdapat perubahan komponen KHL yang diikuti dengan penambahan komponen dan juga pengurangan volume. Dalam aturan yang tertuang di Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 18 tahun 2020 tentang Perubahan Atas Permenaker Nomor 21 tahun 2016 tentang Kebutuhan Hidup Layak (KHL), kebutuhan gula pasir yang sebelumnya dipatok 3 kg, kini menjadi 1,2 kg sebulan.

KHL ini sering dijadikan dasar untuk merumuskan usulan besaran upah minimum kota/provinsi, yang bersifat kuantitatif sehingga harus tepat dan akurat.[5] Namun, mulai tahun 2021, pemerintah sudah tidak menggunakan KHL sebagai salah satu komponen untuk menentukan besaran upah minimum. Melalui Peraturan Pemerintah Nomor 36 tahun 2021, disebutkan bahwa penetapan upah minimum didasarkan pada kondisi ekonomi dan ketenagakerjaan. Meski demikian, bukan berarti tidak dipakai sama sekali karena dasar menghitungnya tetap menggunakan KHL.

Berapa KHL di Surabaya? Menurut survei, pada tahun 2017 lalu, KHL di Surabaya diketahui sebesar Rp2,38 juta, sedangkan upah minimum kala itu mencapai Rp3,29 juta. Sayangnya, hasil survei terbaru tidak dirilis, baik oleh pemerintah maupun dari serikat pekerja dan perusahaan. Namun, KHL di Surabaya tiap tahunnya mengalami kenaikan.  Yang jelas, pada tahun 2022, UMK Kota Surabaya sudah ditetapkan sebesar Rp4.375.479,19 atau naik dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp4.300.479,19.

Selain berdasarkan data KHL, besaran biaya yang diperlukan untuk bisa hidup di Surabaya juga harus didasarkan keperluan atau kebutuhan Anda. Apakah Anda hidup di Surabaya sebagai seorang mahasiswa atau pekerja kantoran, bagaimana gaya hidup Anda, berapa banyak Anda makan satu hari, di mana letak tempat tinggal, hingga apa saja kebutuhan hiburan Anda.

Biaya Kuliah di Surabaya

Tergantung kampus dan program studi apa yang Anda ambil, biaya perguruan tinggi di Surabaya memang cenderung beragam. Pada tahun 2022 kemarin, biaya kuliah Fakultas Kedokteran UBAYA misalnya, berkisar Rp36,75 juta per semester, sedangkan biaya S1 jurusan lainnya mulai Rp10 juta sampai Rp21 jutaan per semester. Sementara itu, biaya kuliah S1 Hukum di UPH sebesar Rp18 juta per semester.  Untuk biaya kuliah, rata-rata mengalami kenaikan setiap tahunnya.

Biaya Makan di Surabaya

Jika bujet Anda berlebih, Anda bisa mencari dengan harga mulai Rp20 ribuan untuk sekali porsi. Sementara itu, jika Anda ingin berhemat, banyak penjual yang menjajakan makanan dengan harga mulai Rp15.000 per porsi untuk satu kali makan, sudah dengan nasi dan lauknya. Lalapan dan nasi goreng menjadi beberapa menu recommended untuk menghemat pengeluaran. Biaya ini terpantau tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya.

Biaya Tempat Tinggal

Ada berbagai tipe tempat tinggal yang bisa Anda singgahi di Surabaya, mulai indekos atau kost hingga apartemen dan rumah kontrakan. Tarif masing-masing tempat tinggal tersebut bervariasi. Jika Anda memilih kamar kost, biaya sewa sekarang sekitar Rp500 ribu hingga Rp3 jutaan per bulan. Sebagai perbandingan, tahun lalu biaya kost di Surabaya berkisar Rp500 ribu sampai Rp1,5 jutaan per bulan.

Biaya Transportasi di Surabaya

Anda yang memiliki kendaraan pribadi, misalnya sepeda , Anda cukup mengeluarkan kocek untuk mengisi bahan bakar bensin motor Anda sesuai kebutuhan. Sementara itu, apabila Anda kebetulan tidak membawa kendaraan bermotor pribadi, Anda bisa memanfaatkan angkutan kota atau bus kota untuk bepergian keliling Surabaya. Namun, sekarang juga sudah ada transportasi berbasis online yang menetapkan tarif sesuai jarak yang Anda tempuh.

Biaya Kebutuhan Lainnya

Biaya kebutuhan lainnya ini sangat bergantung pada masing-masing individu. Kalau Anda ingin menggunakan jasa laundry untuk mencuci pakaian Anda, biayanya berkisar Rp5.000 sampai dengan Rp10.000 per kg. Sementara itu, jika Anda ingin mencuci pakaian Anda secara mandiri, tentu biayanya bakal jauh lebih murah karena Anda hanya perlu membeli sabun cuci.

Untuk kebutuhan lainnya, seperti membeli perlengkapan mandi (termasuk sabun, pasta gigi, dan sampo), membeli obat nyamuk, membeli makanan ringan, membeli pulsa HP, dan lain-lain, biayanya bisa Anda sesuaikan sendiri. Selain itu, Anda juga menyesuaikan biaya jika ingin pergi bersama teman-teman, seperti ke warung kopi, berbelanja, atau menonton film di bioskop.

Hidangan Makanan di Restoran Surabaya - (www.tokopedia.com)
Hidangan Makanan di Restoran Surabaya – (www.tokopedia.com)

Biaya Hidup di Surabaya

Komponen Kisaran Biaya
Kamar Kost Rp500.000 – Rp3.000.000 per bulan
Biaya Makan Rp400.000 – Rp1.000.000 per bulan
Biaya Transportasi Rp75.000 – Rp150.000 per bulan
Biaya Fotokopi dan Beli Kertas Rp75.000 – Rp100.000
Biaya Peralatan Mandi dan Cuci Pakaian Rp150.000 per bulan
Pulsa Internet Rp100.000 – Rp300.000 per bulan
Biaya Hiburan Rp50.000 – Rp100.000 per bulan

Biaya hidup di Surabaya tersebut, sekali lagi, merupakan kisaran, tergantung gaya hidup dan kebutuhan Anda. Sebagai perbandingan, tahun sebelumnya, Anda memerlukan biaya rata-rata Rp100 ribuan per bulan untuk kebutuhan internet dan komunikasi, sedangkan biaya untuk transportasi rata-rata masih belum berubah.

(Panca)

[1] Wirapratama, Andrew, Bing Bedjo Tanudjaja, Daniel Kurniawan S. 2015. Perancangan Media Buku Panduan Hidup Mandiri bagi Mahasiswa Baru UK Petra Berbasis Media Cetak. Jurnal DKV Adiwarna Universitas Kristen Petra, Vol. 1(6).

[2] Ibid.

[3] Mahila, Syarifa. 2014. Kebutuhan Hidup Layak dan Pengaruhnya terhadap Penetapan Upah Minimum Provinsi Ditinjau dari Hukum Ketenagakerjaan. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, Vol. 14(2): 42-51.

[4] Ibid.

[5] Mahila, Syarifa. 2015. Analisis Mekanisme Penetapan Upah Minimum Provinsi Jambi Tahun 2015. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, Vol. 15(3): 164-170.

Pos terkait