Main Image Update Kisaran Harga Kayu Sengon dan Jabon Terbaru 2025

Update Kisaran Harga Kayu Sengon dan Jabon Terbaru 2025

Kayu terus menjadi komoditas penting di Indonesia, banyak digunakan sebagai bahan bangunan, material furnitur, dan kerajinan tangan. Selain kayu jati dan meranti, kayu sengon dan kayu jabon cukup populer karena harganya yang lebih ekonomis namun memiliki kualitas yang mumpuni.

Ciri-ciri Kayu Sengon

Sengon (Albizia chinensis) tumbuh alami di hutan luruh daun dan hutan sekunder dengan curah hujan 1.000–5.000 mm per tahun, tersebar di Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sumatra, dan Kalimantan. Pohon sengon bisa mencapai tinggi 30–45 meter dengan diameter batang 70–140 cm.

Kayu sengon berkarakter ringan hingga agak ringan, serat lurus, sedikit kasar, dan mudah dikerjakan. Kayu ini tahan terhadap serangan rayap berkat kandungan zat ekstraktifnya, sehingga sering digunakan untuk peti, perahu, pondasi rumah, dan jembatan. Selain itu, akar sengon mampu memperbaiki kualitas tanah karena mengikat nitrogen.

Ciri-ciri Kayu Jabon

Jabon tumbuh subur di Asia, termasuk Indonesia, dikenal juga sebagai jabun, kelampayan, empayang, atau worotua. Kayu jabon mudah dikeringkan, dipaku, dilem, dan memiliki daya susut rendah. Pohon jabon cepat tumbuh; pada usia 3 tahun tingginya bisa mencapai 9 meter dengan diameter 11 cm, dan pada usia 5-6 tahun diameter batang bisa mencapai 40–50 cm.

Bentuk tajuk jabon seperti payung dengan cabang melingkar, daun tidak lebat, batang lurus dan silindris. Kayu berwarna putih krem hingga sawo kemerah-merahan ini biasa digunakan untuk furniture, plywood, batang korek api, alas sepatu, papan, peti, dan bahan pembuatan kertas kelas sedang.

Kisaran Harga Kayu Sengon Terbaru 2025

Panjang Kayu (cm)Diameter (cm)Harga per m3 (Rp)
10320–24801.000
10325–29851.000
10330–39901.000
10340–49950.000
10350–591.000.000
13015–18750.000
13019–24800.000
13025–29850.000
13030–39900.000
13040–49950.000
13050–591.002.000
20020–24722.000
20025–29820.000
20030–39910.000
20040–49985.000
20050–591.010.000
30025–29840.000
30030–39961.000
30040–491.050.000
30050–591.087.000

Harga kayu sengon ini diperoleh dari berbagai sumber distributor dan marketplace di Indonesia. Harga cenderung stabil dibanding tahun sebelumnya, namun dapat bervariasi tergantung wilayah dan kualitas kayu.

Harga Kayu Sengon Olahan 2025

Bentuk & UkuranHarga (Rp)
Kaso Sengon 4,5 x 4,5 x 300 cm (92 batang)950.000
Kaso Sengon 5 x 5 x 300 cm (92 batang)950.000
Papan Sengon 2 x 15 x 300 cm (55 lembar)1.000.000
Papan Sengon 2 x 20 x 400 cm (63 lembar)1.700.000
Balok Sengon 8 x 8 x 300 cm semi (33 batang)1.200.000
Balok Sengon 5 x 10 x 300 cm full1.500.000
Balok Sengon 10 x 10 x 300 cm full1.500.000

Kisaran Harga Kayu Jabon Terbaru 2025

Harga kayu jabon potongan per m3 pada diameter 30–40 cm berkisar mulai Rp600 ribuan, sedangkan diameter 40 cm ke atas bisa mencapai Rp1 juta lebih per m3. Kayu jabon biasanya dijual untuk keperluan furniture, plywood, dan bahan kerajinan lainnya.

Harga Kayu Jabon Olahan 2025

Bentuk & UkuranHarga (Rp)
Balok Kayu Jabon 1,7 x 2,7 x 20 cm2.000 per batang
Papan Kayu Jabon 8 x 100 cm10.000 per lembar
Papan Kayu Jabon 15 x 100 cm17.000 per lembar

Harga Bibit dan Benih Kayu Sengon dan Jabon

Selain kayu olahan dan gelondongan, bibit dan benih sengon serta jabon kini banyak diperdagangkan. Contohnya, benih kayu jabon kemasan 10 gram dijual sekitar Rp11 ribu, sedangkan 100 gram berkisar Rp100 ribuan. Benih jabon merah bisa mencapai Rp1,9 jutaan per kilogram.

Kesimpulan dan Tren Pasar

Kayu sengon dan jabon tetap menjadi pilihan utama karena kombinasi harga yang terjangkau dan kualitas yang cukup baik untuk berbagai keperluan industri kayu di Indonesia. Harga kayu sengon per m3 pada 2025 berkisar Rp700 ribuan hingga lebih dari Rp1 juta tergantung ukuran dan kualitas, sedangkan kayu jabon sedikit lebih mahal, dengan harga mulai Rp600 ribuan hingga lebih dari Rp1 juta per m3, terutama untuk diameter besar.

Pasokan kayu jabon relatif terbatas dan biasanya lebih diminati oleh industri plywood dan furniture berorientasi ekspor, khususnya Jepang yang membutuhkan bahan ringan dan tahan gempa. Sementara itu, sengon lebih banyak digunakan untuk keperluan lokal seperti peti, pondasi, dan konstruksi ringan.

Harga tersebut dapat bervariasi berdasarkan lokasi, kualitas kayu, dan kondisi pasar. Dengan tren kenaikan harga kayu global yang sejalan dengan inflasi, harga sengon dan jabon diperkirakan akan mengalami peningkatan moderat ke depan.

Catatan: Data harga di atas merupakan harga pasar terbaru per Juli–Agustus 2025 yang diambil dari berbagai distributor dan marketplace kayu di Indonesia.

Kategori: Agribisnis
Tag: bahan bangunan, bibit, budidaya, furnitur, industri, kayu, material, pohon, tanaman