Harga Pupuk Dolomit per Kg dan per Sak

No comment3165 views

merupakan salah satu atau zat yang dibutuhkan oleh petani untuk menyuburkan . Sayangnya, kian hari, harga pupuk di Indonesia semakin mahal, tidak hanya pupuk non-subsidi, melainkan juga pupuk bersubsidi. Petani di Indonesia sendiri cenderung membeli pupuk bersubsidi karena harga yang relatif terjangkau, dan hanya memakai pupuk non-subsidi untuk kepentingan yang mendesak.

Meningkatnya penggunaan pupuk nonsubsidi memengaruhi harga pupuk dolomit

Pupuk bisa dikatakan sebagai material yang ditambahkan pada media tanam atau tanaman untuk mencukupi kebutuhan hara yang diperlukan tanaman sehingga mampu berproduksi dengan baik. Sementara, Balai Penelitian Tanah mendefinisikan pupuk sebagai suatu bahan yang mengandung satu atau lebih unsur hara atau bagi tanaman untuk menopang tumbuh dan berkembangnya tanaman yang bersangkutan.

Material pupuk dapat berupa bahan organik maupun non-organik (mineral). Pupuk ini berbeda dengan suplemen. Jika pupuk mengandung bahan baku yang diperlukan dan perkembangan tanaman, maka suplemen lebih mirip hormon untuk membantu kelancaran proses metabolisme. Meski demikian, ke dalam pupuk, terutama pupuk buatan, dapat ditambahkan sejumlah material suplemen.

Adapun jenis pupuk adalah bentuk padat dan cair. Berdasarkan proses pembuatannya, pupuk dapat dibedakan menjadi pupuk alam dan pupuk buatan. Pupuk alam, sesuai namanya, adalah pupuk yang diperoleh langsung dari alam, seperti fosfat alam, pupuk kandang, pupuk hijau, dan pupuk kompos. Sebagian dari pupuk alam dapat disebut sebagai pupuk organik karena merupakan hasil proses dekomposisi dari material makhluk hidup seperti sisa tanaman, kotoran ternak, dan lain-lain.

Baca juga  Harga Terbaru Udang Pancet per Kg (All Size) di Pasaran

Sementara, jenis pupuk yang dihasilkan dari proses pembuatan pabrik disebut dengan pupuk buatan. Kadar hara, jenis hara, dan komposisi hara dalam pupuk jenis ini sudah ditentukan oleh masing-masing produsen dan menjadi khas dari penamaan atau merek pupuk tersebut. Berdasarkan ragam hara yang dikandungnya, pupuk buatan dibedakan atas pupuk tunggal dan pupuk majemuk.

Pupuk tunggal merupakan jenis pupuk yang  mengandung satu macam unsur hara, misalnya pupuk N (nitrogen), pupuk P (fosfat), atau pupuk K (kalium). Pupuk tunggal yang mengandung unsur N dikenal sebagai pupuk urea, ZA (zvavelvuure ammonium) biasa disebut ammonium sulfat. Sementara, pupuk yang mengandung unsur P, yaitu TSP (triple super phospat) dan SP-36.

Penggunaan pupuk buatan sendiri (sumber: modernfarmer.com)

Penggunaan pupuk buatan sendiri (sumber: modernfarmer.com)

Nah, pupuk yang mengandung lebih dari satu unsur hara disebut dengan pupuk majemuk, di antaranya pupuk NP, pupuk NK, dan pupuk NPK. Pupuk adalah pupuk yang mengandung unsur N dan P, sedangkan pupuk NPK adalah pupuk majemuk yang mengandung unsur tiga hara yaitu N, P, dan K. Perbandingan kandungan hara dalam setiap pupuk majemuk berbeda-beda.

Dalam budidaya tanaman, pemupukan merupakan hal penting karena hal ini sangat menentukan keberhasilan tanaman, di samping kita harus tahu jenis pupuk dan proses penyerapan pupuk oleh tanaman, kita juga harus tahu cara mengaplikasikan pupuk yang benar pada tanaman.

Baca juga  Update Perkiraan Harga Kelapa Sawit Terbaru

Pupuk bisa dikatakan sebagai material yang ditambahkan pada media tanam atau tanaman untuk mencukupi kebutuhan hara yang diperlukan tanaman sehingga mampu berproduksi dengan baik. Sementara, Balai Penelitian Tanah mendefinisikan pupuk sebagai suatu bahan yang mengandung satu atau lebih unsur hara atau nutrisi bagi tanaman untuk menopang tumbuh dan berkembangnya tanaman yang bersangkutan.

Salah satu ciri pertanian modern adalah pengelolaan pemupukan yang didasarkan pada hasil uji atau analisis tanah. Petani dapat menghitung sendiri kebutuhan pupuk, termasuk kompos atau pupuk kandang untuk meningkatkan produktivitas lahannya berdasarkan hasil uji/analisis tanah. Oleh karenanya, uji tanah yang paling penting adalah diperolehnya kadar bahan organik tanah aslinya. Dengan begitu dapat dihitung kebutuhan kompos atau pupuk kandangnya.

Harga dan Kegunaan Pupuk Dolomit

Selain pupuk kandang, di dalam membudidayakan tanaman juga dikenal dengan produk pupuk kimia. Beberapa merek pupuk kimia tersebut hadir di pasaran, salah satunya adalah pupuk Dolomit (Dolomite) yang dijual Rp4 ribuan per kilogram dan Rp150 ribuan per sak (50 kg).

Harga pupuk dolomit per kilogram & per karung isi 50 kg

Pupuk dolomit merupakan salah satu jenis pupuk yang cukup ramah lingkungan namun memiliki tinggi. Dolomit merupakan mineral yang di dalamnya terdapat kandungan unsur hara Magnesium serta Kalsium yang berbentuk tepung dan dalam rumus kimia dilambangkan dengan CaMg(CO3)2.

Dosen Universitas Brawijaya Malang, Setyono Yudo Tyasmoro menjelaskan, untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan masam atau lahan baru dibutuhkan teknologi yang sangat memungkinkan untuk pemberian material kesuburan lahan berupa dolomit. Kebutuhan dolomit pada lahan bukaan baru yang ideal 4 ton/ha. Peningkatan kesuburan tanah tentu akan berbanding lurus dengan peningkatan produksi dan kesejahteraan petani.

Baca juga  Ciri-ciri & Harga Terbaru Belut Albino (Putih)

Secara umum lahan bukaan baru dari lahan masam dan marginal kondisi tingkat keasaman tanah sekitar pH 4,0-5,0. Sedangkan umumnya tanaman membutuhkan kondisi keasaman yang ideal pada pH 6,0-6,5. Kesuburan yang rendah pada areal lahan baru mengakibatkan produktivitas hasil yang didapat juga sangat rendah, untuk lahan sawah kisaran 2,5-3 ton/ha Gabah Kering Giling (GKG). Tingkat keasaman yang tinggi menjadi sebab kesuburannya rendah

Kepala Balai Penelitian Tanah, Balitbang Pertanian, Husnain mengakui potensi pengembangan lahan untuk pertanian yang belum dimanfaatkan masih cukup besar. Misalnya, lahan rawa dari total luas 34,1 juta ha berpotensi untuk pertanian sekitar 20 juta ha. Dari luas tersebut baru dimanfaatkan sekitar 3,68 juta ha atau sekitar 18%, sehingga masih ada 16,32 juta ha atau 82% yang belum dimanfaatkan.

Sedangkan lahan kering eksisting dari 17 juta ha yang masih potensial seluas 24,7 juta ha yang berada di kawasan budidaya pertanian (APL) seluas 5,7 juta ha, di kawasan Hutan Produksi (HP) 14,6 juta ha, dan 4,4 juta ha di kawasan Hutan Produksi Konservasi (HPK) sebagai lahan cadangan.

Untuk mengatasi kemasaman tanah dibutuhkan aplikasi dolomit. Sebab, pupuk dolomit tidak hanya mengandung kapur, tapi juga mengandung unsur Magnesium yang cukup tinggi. Selain itu dolomit perlu diaplikasikan pupuk raw phospat dan bahan organik.

loading...
author
Mengetahui harga-harga, dan mengikuti dinamikanya adalah proses mengasah kecerdasan finansial. Be Smart!

Leave a reply "Harga Pupuk Dolomit per Kg dan per Sak"