Update Harga Combine Harvester (All Merk)

Jika Anda bergelut di dunia pertanian, mungkin sudah tidak lagi dengan combine harvester. Seperti namanya, ini adalah mesin memanen, terutama untuk tanaman serealia seperti padi dan gandum. Di pasaran sendiri, sudah tersedia beragam merk combine harvester, yang umumnya dijual dengan harga berkisar ratusan juta rupiah.

Ilustrasi: Mengoperasikan Combine Harvester (Sumber: claas.co)
Ilustrasi: Mengoperasikan Combine Harvester (Sumber: claas.co)

Dilansir dari situs resmi IPB, panen merupakan salah satu kegiatan budidaya tanaman yang perlu mendapatkan perhatian khusus. Pasalnya, panen merupakan waktu kritis, karena untuk tanaman tertentu, apabila saat panen terlambat, maka kualitas maupun kuantitas hasil atau produksinya akan turun, bahkan dapat rusak sama sekali.

Bacaan Lainnya

Padi sebagai tanaman yang dibudidayakan dengan pola tanam serentak, pada saat dipanen membutuhkan tenaga kerja yang sangat banyak agar panen dapat dilakukan tepat waktu. Kebutuhan tenaga kerja yang besar pada saat panen ini bisa menjadi masalah pada daerah-daerah tertentu yang penduduknya sedikit. 

Nah, salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah kekurangan tenaga kerja adalah dengan cara meningkatkan kapasitas dan efisiensi kerja dengan menggunakan mesin panen. Keuntungan menggunakan mesin panen antara lain lebih efisien dan biaya panen per hektar dapat lebih rendah dibandingkan cara tradisional.

Masih menurut referensi yang sama, setidaknya ada tiga mesin panen yang dapat digunakan oleh petani. Mesin pertama adalah reaper (windrower), yang hanya memotong dan merebahkan hasil potongan dalam alur atau collection type reaper yang memotong dan mengumpulkannya. Kemudian, kedua adalah binder, yakni mesin yang berfungsi memotong dan mengikat. 

Manfaat dan Jenis Combine Harvester

Selain itu, ada juga mesin panen yang dinamakan combine harvester. Dilansir Wikipedia, ini adalah mesin memanen tanaman serealia. Mesin ini, seperti namanya, merupakan kombinasi dari tiga operasi yang berbeda, yaitu menuai, merontokkan, dan menampi, yang dijadikan satu rangkaian operasi. Di antara serealia yang dipanen antara lain gandum, oat, rye, barley, jagung, kedelai, dan flax. 

Secara garis besar, combine harvester dapat dibedakan menjadi dua jenis, yakni head-feed type combine harvester dan standard type combine harvester. Untuk tipe yang pertama, combine jenis ini tersedia dalam tipe dorong maupun tipe kemudi. Lebar pemotongan bervariasi dari 60 cm hingga 1,5 meter. Mesin yang dipakai pun beragam, mulai bertenaga 7 HP hingga 30 HP. Karena jauh lebih berat daripada binder, maka bagian penggerak maju mesin ini dibuat dalam bentuk trak karet (full track rubber belt).

Combine harvester (sumber: traknus.co.id)
Combine harvester (sumber: traknus.co.id)

Kecepatan maju head-feed type combine harvester berkisar antara 0,5 hingga 1 m per detik. Dengan memperhitungkan waktu belok dan waktu pemotongan dengan manual di bagian pojok lahan, biasanya waktu yang dibutuhkan untuk pemanenan berkisar 30 menit hingga 70 menit per 10 are, jika lebar pemotongan 1 meter.

Mesin panen combine jenis ini dikembangkan di Jepang. Mesin ini hanya mengumpankan bagian malainya saja dari padi yang dipotong ke bagian perontok mesin. Gabah hasil perontokan dapat ditampung pada karung atau tangki penampung gabah sementara. Bagian pemotong dari mesin ini hampir sama dengan bagian pemotong dari binder, namun bagian pengikat digantikan dengan bagian perontokan.

Jerami, setelah perontokan, bisa dicacah kecil-kecil sepanjang 5 cm dan ditebar di atas lahan, atau tidak dicacah, tetapi diikat dan dilemparkan ke satu sisi, untuk kemudian dikumpulkan dan dapat dimanfaatkan untuk hal lain. Batang serealia atau jerami ditinggalkan di lahan untuk memberikan nutrisi dan menambah kadar organik bagi tanah, atau dikumpulkan kembali dengan mesin baler (pembuat bale, gulungan jerami) dan dipadatkan untuk diberikan ke hewan ternak.

Sementara, untuk standard type combine harvester, mesin ini dikembangkan di AS dan Eropa serta dipergunakan terutama untuk memanen gandum. Padi yang dipotong termasuk jeraminya, semuanya dimasukkan ke bagian perontokan. Gabah hasil perontokan lantas ditampung dalam tangki, dan jeraminya ditebarkan secara acak di atas permukaan tanah.

Semua jenis combine ini dioperasikan dengan cara dikendarai (riding type). Lebar pemotongan berkisar antara 1,5 meter hingga 6 meter, namun yang populer adalah 4 meter. Mesin sebagai sumber tenaga gerak adalah sekitar 25 HP per 1 meter lebar pemotongan. Bagian penggerak majunya adalah menggunakan roda, atau half-track type atau full-track type.

Prinsip Kerja Combine Harvester

  • Tanaman yang akan dipanen masuk ke batang pemotong dengan dipotong batang bawahnya menggunakan batang ini.
  • Setelah itu, dialirkan ke perontok menggunakan auger dan conveyor.
  • -bijian yang rontok kemudian akan jatuh ke nampan di bawahnya.
  • Dengan memanfaatkan getaran yang dihasilkan mesin, biji-bijian mengalirkan ayakan dan ayakan utama, lalu jatuh ke auger biji-bijian untuk dibawa ke tangki biji-bijian. Sementara, jerami yang mungkin masih mengandung biji-bijian dibawa sambil digetarkan di pembawa jerami.
  • Biji-bijian yang tersisa akan jatuh ke ayakan dan mengikuti aliran biji-bijian utama.
  • atau kepala biji-bijian berukuran cukup besar sehingga tidak dapat lolos ayakan utama. Tongkol akan kembali ke perontok untuk dirontokkan kembali. Sementara, jerami akan dikeluarkan melalui penekan jerami (chaffer).

Saat ini, sudah banyak perusahaan yang telah meluncurkan combine harvester. Beberapa merk yang populer di Tanah Air adalah Yanmar dan Kubota. Produk combine harvester sendiri sudah dijual bebas di pasaran dalam negeri. Berikut kami sajikan informasi terbaru kisaran harga combine harvester di pasaran Indonesia.

Harga Combine Harvester

Cara Kerja Combine Harvester (sumber: wisegeek)
Cara Kerja Combine Harvester (sumber: wisegeek)
Merk & Tipe Combine Harvester Harga 
Quick QH-11 Rp105.000.000
Firman FCH-1207 Rp147.732.200
Futata HM-2 Combine Harvester  Rp235.000.000
Galaxy 4LZ-2.2 Rp253.000.000
Galaxy 4LZ-3.2 Rp275.000.000
Kubota DC-35 Rp295.000.000
Maxxi NDR85 Rp320.000.000
Maxxi NDR85 Rp340.000.000
Galaxy 4LZ-4.2 Rp352.000.000
Kubota DC-60 Rp415.000.000
Maxxi NDR 100S Rp420.000.000
Inari Full Speed Rp430.000.000
Yanmar AW70 Rp475.000.000
Kubota DC-70 Rp495.000.000
Iseki HC80P Rp525.000.000
Kubota DC-70G Rp530.000.000
Yanmar YH850 Rp560.000.000

Harga combine harvester di atas kami rangkum dari berbagai sumber, termasuk katalog resmi Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dan situs jual beli online. Dibandingkan 2020, harganya tahun 2021 dan 2022 ada yang naik dan turun.

Yanmar AW70 misalnya, dijual Rp475 juta tahun 2020, naik menjadi Rp498 juta tahun 2021, tetapi turun menjadi Rp475 juta tahun 2022. Sementara itu, harga Quick QH-11 pada tahun 2020, yakni Rp124 juta, turun menjadi Rp105 jutaan tahun 2021 dan 2022. Adapun, harga Firman FCH-1207 masih tetap Rp170,466 jutaan tahun 2020 hingga 2021, tetapi turun menjadi Rp147 jutaan tahun 2022.

[Update: Almas]

Pos terkait