Update Harga Bungkil Kedelai per Kg dan per Karung

Jika Anda memiliki hewan ternak, Anda memang tidak bisa main-main ketika memberikan pakan. Anda harus memilih jenis pakan terbaik agar binatang ternak Anda bisa tumbuh sehat. Nah, salah satu pakan ternak yang diklaim punya gizi tinggi untuk ternak adalah bungkil kedelai. Di pasaran, pakan ini sekarang dijual dengan harga mulai puluhan ribu rupiah per karung.

Bungkil Kedelai (sumber: wikimedia.org)
Bungkil Kedelai (sumber: wikimedia.org)

Bungkil kedelai bisa disebut sebagai hasil ikutan atau yang tersisa setelah kedelai diolah dan diambil minyaknya. Sering juga disebut dengan soybean meal, saat ini bungkil kedelai diklaim merupakan salah satu sumber nabati terbaik untuk pakan ternak. Kandungan protein nabati dalam bungkil kedelai sekitar 44 persen sampai 51 persen, dan merupakan sumber protein yang sangat bagus karena keseimbangan asam amino yang terkandung di dalamnya cukup lengkap dan tinggi.

Bacaan Lainnya

Asam amino yang tidak terkandung dalam protein bungkil kedelai adalah metionin dan sistein, yaitu asam amino yang biasanya ditambahkan pada pakan campuran jagung-kedelai. Namun, bungkil kedelai memiliki kandungan lisin dan triptofan yang tinggi sehingga dapat melengkapi defisiensi pada protein jagung dan memberikan kebutuhan asam amino esensial bagi ternak.

Baca juga  Perbedaan Tembaga Baru dan Bekas

Biasa pula disebut dengan soyabean meal, bungkil kedelai merupakan salah satu bahan baku utama dalam pembuatan pakan ternak setelah Jagung. Kebutuhan akan bungkil kedelai bagi industri pakan ternak di indonesia umumnya didatangkan dari empat negara utama, yakni Argentina, Brazil, Amerika, dan India.[1]

Untuk pakan ternak, penggunaan bungkil kedelai biasanya sebesar 7 persen hingga 10 persen dari total seluruh komposisi pakan. Hampir semua jenis ternak menggunakan bungkil kedelai sebagai bahan baku pakannya. Dalam pakan unggas misalnya, penggunaan bungkil kedelai adalah sekitar 50 persen, sedangkan untuk pakan ayam pedaging berkisar 15 persen sampai 30 persen dan untuk ayam petelur sekitar 10 persen sampai 25 persen. Selain itu, bungkil kedelai juga sering digunakan pada ternak ruminansia dan ternak ikan.

Ilustrasi: Ayam Memakan Bungkil Kedelai (credit: freedomrangerhatchery)
Ilustrasi: Ayam Memakan Bungkil Kedelai (credit: freedomrangerhatchery)

Sayangnya, harga bungkil kedelai untuk pakan ternak terus mengalami kenaikan. Harga terus tertekan oleh kekhawatiran perang dagang antara AS dan China serta proyeksi produksi dunia yang terus menurun. Jika di awal 2018 harga bungkil kedelai masih Rp5.200 per kg, maka pada pertengahan semester di tahun yang sama, harganya meningkat menjadi Rp7.600 per kg, menurut data Kamar Dagang dan Industri (Kadin).

Baca juga  Perbedaan Tembaga Baru dan Bekas

Harga produk masih naik memasuki tahun 2020. Kala itu, harga bungkil kedelai tercatat berkisar antara Rp7.300 per kg hingga Rp12.000 per kg. Padahal, menurut data Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), penggunaan kedelai sebagai pakan ternak di Indonesia akan mengalami peningkatan sebesar 10 ribu ton yang disebabkan distorsi pasar. Salah satu hal menyebabkan distorsi adalah pengetatan rekomendasi impor jagung. Pada tahun sebelumnya, penggunaan bungkil kedelai untuk pakan ternak mencapai angka 150 ribu ton.

Sementara itu, pada tahun 2021, harga bungkil kedelai yang pada tahun akhir tahun 2020 sekitar Rp6.000 hingga Rp7.000 per kilogram, mengalami kenaikan menjadi Rp8.000 hingga Rp9.000 per kilogram. Meski harganya kian melonjak, tetapi stok bungkil kedelai di pasaran diklaim masih cukup memadai. Anda bisa membeli pakan ternak ini di pasar tradisional, pasar hewan, atau situs jual beli online. Satu karung bungkil kedelai 2 kg saat itu dijual dengan harga Rp31 ribuan. Ada juga yang menjual bungkil kedelai dengan harga Rp80 ribuan per 5 kg. Sementara itu, bungkil kedelai yang diklaim impor dari Argentina sekarang ditawarkan dengan harga Rp129.500 per karung berisi 10 kg.

Baca juga  Perbedaan Tembaga Baru dan Bekas

Kemudian, pada tahun 2022 kemarin, bungkil kedelai kemasan 250 gram ditawarkan dengan harga Rp4.500, sedangkan harga kemasan 5 kg berkisar Rp99.900. Ada pula yang menjual bungkil kedelai SBM kemasan 2 kg dengan harga Rp69 ribu dan bungkil kedelai Argentina isi 10 kg dengan harga Rp129 ribu sampai Rp155 ribuan. Lalu, berapa harga bungkil kedelai saat ini?

Harga Bungkil Kedelai

Bungkil kedelai (sumber: kdlfeed.com)
Bungkil kedelai (sumber: kdlfeed.com)

 

Kemasan Bungkil Kedelai Harga
Bungkil Kedelai 100 gr Rp3.800
Bungkil Kedelai 250 gr Rp5.000
Bungkil Kedelai 1 kg Rp13.130
Bungkil Kedelai SBM 2 kg Rp69.000
Bungkil Kedelai 5 kg Rp74.900
Bungkil Kedelai SBM 10 kg Rp203.000
Bungkil Kedelai Argentina 1 10 kg Rp226.000
Bungkil Kedelai 25 kg Rp564.000

Harga bungkil kedelai di atas sudah kami rangkum dari berbagai sumber, termasuk beberapa platform jual beli online dan toko pakan ternak. Perlu Anda ingat bahwa harga bungkil kedelai dapat mengalami perubahan sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya. Selain itu, harga bungkil kedelai yang berlaku di setiap tempat bisa saja berbeda-beda. (Update: Panca)

[1] Aritonang, P. A., dkk. 2015. Analisis Pengaruh Bauran Pemasaran terhadap Keputusan Pembelian Bahan Baku Bungkil Kedelai pada Industri Pakan Ternak di Indonesia. Jurnal Aplikasi , Vol. 13(3): 474-482.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *