Harga Bersih Adalah, Pengertian dan Cara Menghitungnya

Harga adalah salah satu hal yang perlu diperhitungkan oleh produsen atau penjual sebelum memasarkan barang mereka. Dalam praktiknya, harga ini ternyata terdiri dari berbagai jenis, salah satunya harga bersih atau juga kerap disebut net price. Lalu, apa itu harga bersih dan bagaimana menghitungnya?

Ilustrasi: rapat perusahaan (sumber: hbs.edu)
Ilustrasi: rapat perusahaan (sumber: hbs.edu)

Apa Itu Harga?

Tidak perlu menjadi ahli ekonomi yang paten untuk mengetahui apa itu harga karena istilah ini selalu mampir dalam keseharian banyak orang. Namun, ada banyak pendapat mengenai pengertian harga. Menurut salah satu referensi, harga adalah satuan moneter atau ukuran lainnya yang ditukarkan agar memperoleh hak kepemilikan atau penggunaan suatu barang.[1] Sumber yang lain mengatakan bahwa harga merupakan adalah sejumlah uang yang diserahkan dalam pertukaran untuk mendapatkan suatu barang atau jasa.[2]

Bacaan Lainnya

Dalam kegiatan ekonomi, harga merupakan salah satu penentu keberhasilan suatu perusahaan karena menentukan seberapa besar keuntungan yang akan mereka peroleh dari penjualan produknya, baik berupa barang maupun jasa. Harga juga menjadi penting dalam menarik keputusan pembelian konsumen karena setiap harga yang ditetapkan akan berpengaruh terhadap tingkat permintaan produk.[3]

Tujuan Penetapan Harga

  • Menentukan pangsa pasar. Harga menentukan pangsa pasar mana yang akan disasar oleh penjual atau produsen sebuah barang atau jasa.
  • Meningkatkan keuntungan. Semakin tinggi penetapan harga, semakin tinggi juga keuntungan yang didapatkan oleh penjual atau produsen. Namun konsumen dan produsen tidak bisa seenaknya menaikkan harga barang karena harus ada komponen yang diperhatikan, seperti daya beli konsumen dan lain-lainnya.
  • Menjaga loyalitas konsumen. Untuk menjaga loyalitas konsumen, penjual atau produsen harus menentukan harga sesuai pangsa pasarnya.
  • Menjaga daya saing. Pembeli atau produsen menetapkan harga juga untuk menjaga persaingan antara kompetitor.
Baca juga  Perbedaan Tembaga Baru dan Bekas

Dalam praktiknya, ternyata harga dapat dibedakan menjadi beberapa jenis. Ada harga subjektif, yakni harga yang ditentukan berdasarkan pendapat atau opini seseorang terhadap harga pasaran barang atau jasa yang akan dipasarkan, ada pula harga objektif yang sudah disepakati penjual dan pembeli. Dikenal pula harga pokok, yakni harga asli suatu produk sebelum menentukan keuntungan dan harga jual, yakni harga pokok yang sudah ditambahkan keuntungan oleh penjual atau produsen.

Pengertian Harga Bersih

Selain itu, dikenal pula istilah harga bersih atau net price. Dilansir dari berbagai sumber, harga bersih adalah biaya yang bersedia dibayar pelanggan untuk suatu produk atau layanan. Ini tidak hanya mencakup daftar harga produk, tetapi juga setelah semua pajak dan biaya lainnya ditambahkan (nilai tambah, royalti, pengapalan, bea, layanan dan pemasangan) dan semua diskon dikurangi.

Ilustrasi: aktivitas perusahaan manufaktur (sumber: cnbc)
Ilustrasi: aktivitas perusahaan manufaktur (sumber: cnbc)

Harga bersih juga disebut sebagai harga aktual, dan terkadang harga yang dinegosiasikan. Misalnya, ketika dua bisnis menyepakati harga kontrak untuk barang atau jasa yang akan disediakan selama periode waktu tertentu, harga yang ditetapkan itu adalah harga bersih. Jika disederhanakan, harga bersih adalah apa yang pelanggan bayar.

Baca juga  Perbedaan Tembaga Baru dan Bekas

Mungkin banyak yang mengira harga bersih sama dengan laba bersih. Padahal, itu mewakili dua istilah yang berbeda, karena laba bersih mencakup apa yang Anda hasilkan setelah membayar untuk membuat, mendistribusikan, dan menyimpan produk. Anda dapat menemukan laba bersih per produk setelah mengurangkan harga bersih dengan biaya bersih, biaya distribusi, harga retensi, dan biaya penyimpanan.

Memahami antara harga bersih dan laba bersih mencegah kebingungan finansial dan juga membantu produsen dalam menetapkan daftar harga yang lebih baik, memutuskan kesepakatan, dan memilih produk mana yang akan dijual. Sebelum menghitung laba bersih, Anda bisa mempelajari cara menghitung harga bersih terlebih dahulu.

Cara Menghitung Harga Bersih

  • Hitung berapa banyak Anda membayar untuk memproduksi produk sebelum membuat daftar harga. Ini termasuk hal-hal seperti biaya material, ongkos kerja karyawan, biaya pengiriman, dan biaya penyimpanan.
  • Hitung margin keuntungan dengan menghitung hal-hal seperti harga pesaing.
  • Kurangi dengan diskon yang berlaku. Produsen dapat membuat diskon dan penjualan produk untuk menarik minat pembeli pada produk mereka.
  • Tambahkan pajak penjualan. Pelanggan juga membayar pajak apa pun yang diterapkan pada produk atau layanan mereka, seperti pajak penjualan atau bensin. Hasilnya, setelah ada diskon, adalah harga bersih produk.
  • Tambahkan semua biaya pelanggan lainnya untuk mendapatkan harga jual Anda. Misalnya, Anda mengenakan biaya pengiriman dan biaya pemasangan untuk produk Anda. Masukkan biaya ini ke dalam rumus harga bersih Anda dan hitung untuk mendapatkan hasil Anda.
Baca juga  Perbedaan Tembaga Baru dan Bekas

Misalnya, perusahaan Anda memiliki produk dengan harga jual Rp120.000, diskon Rp32.000, pajak penjualan sebesar Rp6.000, dan biaya pelanggan sebesar Rp30.000. Untuk menghitung harga bersih, rumus yang dapat digunakan adalah Daftar Harga – Diskon + Pajak Penjualan + Biaya. Jadi, harga bersih yang diperoleh adalah Rp120.000 – Rp32.000 + Rp6.000 + Rp30.000 = Rp124.000.

[1] Tjiptono, Fandy. 2008. Strategi Pemasaran, Yogyakarta: Penerbit Andi, hlm. 151.

[2] Kasmir dan Jakfar. 2000. Studi Kelayakan Bisnis. Jakarta: Penerbit Kencana, hlm. 53.

[3] Nasution, M. Amri. 2019. Pengaruh Harga dan Kualitas Produk Alat Kesehatan terhadap Keputusan Pembelian Konsumen pada PT. Dyza Sejahtera Medan. Jurnal Warta Edisi 59.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *