Update Syarat dan Biaya Pembuatan IMB di Jakarta

No comment21838 views

Izin Mendirikan Bangunan (IMB) merupakan perizinan dari Pemerintah Daerah atau Pemda yang diberikan bagi pemilik bangunan untuk membangun baru, mengubah, memperluas dan/atau mengurangi bangunan sesuai peraturan yang berlaku. Di Jakarta, untuk tempat tinggal pun juga wajib memiliki IMB. Pengurusan IMB untuk tempat tinggal tak akan dikenai biaya sepeser pun untuk luas lahan kurang dari 100 meter persegi, dan dapat dilakukan lewat Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

Ilustrasi: proyek pembangunan (sumber: harrogateprojects.co.za)

Ilustrasi: pembangunan (sumber: harrogateprojects.co.za)

Menurut situs resmi dari Dinas PM & PTSP Provinsi DKI Jakarta, biaya retribusi untuk pengurusan IMB di kawasan ini masih berpatokan pada Peraturan Daerah Nomor 1 tahun 2015 tentang Perubahan Atas Perda Nomor 3 tahun 2012 tentang Retribusi Daerah. Berdasarkan aturan tersebut, biaya mengurus IMB di Jakarta adalah sebagai berikut.

Biaya Pengurusan IMB Jakarta

  • Besarnya atau harga satuan retribusi Bangunan Gedung (HSbg) dinyatakan per satuan luas lantai bangunan gedung yang nilainya ditetapkan sama untuk semua jenis dan kategori bangunan gedung, yaitu sebesar Rp25.000 per meter persegi, kecuali bangunan rumah tinggal (fungsi hunian sederhana) berupa rumah tinggal sederhana tunggal dan rumah tinggal sederhana deret ditetapkan Rp0, dengan kriteria bangunan rumah tinggal dengan ketinggian maksimal 2 lantai tanpa mezzanine, rongga atap, basement. Kemudian, luas bangunan dan luas maksimal 100 meter persegi, kepemilikan bangunan perorangan bukan badan usaha kecuali apabila kepemilikan perorangan memiliki lebih dari 1 unit dalam satu lingkungan yang sama.
  • RPP (retribusi pembinaan penyelenggaraan bangunan gedung) paling sedikit yang dikenakan terhadap pelayanan IMB ditetapkan sebesar Rp500.000.

Namun, sebelum mengurus izin IMB ini, Anda diwajibkan memenuhi beberapa persyaratan sebagai berikut (khusus rumah tinggal maksimal dua lantai tanpa basement).

Mengurus IMB

  • Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) pemohon yang masih berlaku.
  • Dokumen IPPR/IKPR/IPR.
  • Membawa dokumen asli seluruh persyaratan.
  • Fotokopi tanda bukti lunas PBB lahan yang dimohon tahun berjalan.
  • Formulir Permohonan IMB diisi dengan benar dan lengkap serta ditandatangani.
  • Surat kuasa penunjuk batas.
  • Permohonan dengan luas di atas 10.000 m2, selain persyaratan di atas juga harus melampirkan neraca keuangan yang diaudit oleh akuntan publik; dana jaminan (apabila diperlukan); dan Proposal (rancang bangun).
  • Fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).
  • Dokumen rencana teknis (Perencanaan arsitek dan ).
  • Gambar arsitektur bangunan, kecuali untuk kegiatan rumah sangat kecil, rumah kecil, rumah sedang, dan kegiatan rumah besar tidak diperlukan.
  • Fotokopi surat bukti kepemilikan lahan.
  • Fotokopi akte pendirian badan hukum bagi pemohon berbadan hukum.
  • Rekomendasi dari Kepala SKPD bidang penanaman modal bagi yang mendapatkan fasilitas Penanaman Modal Asing (PMA)/Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).
Ilustrasi: Prosedur Izin Mendirikan Bangunan (credit: sociable.co)

Ilustrasi: Prosedur Izin Mendirikan Bangunan (credit: sociable.co)

Prosedur Mengurus IMB Secara Konvensional

  1. Pengajuan permohonan IMB dengan membawa berkas-berkas yang dibutuhkan ke Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kecamatan tempat pemohon akan mendirikan bangunan.
  2. Di loket, petugas akan memeriksa kelengkapan berkas.
  3. Apabila berkas sudah lengkap, akan ada penilaian administrasi apakah sudah memenuhi atau tidak.
  4. Jika penilaian administrasi sudah terpenuhi, maka petugas akan melakukan pemeriksaan lapangan ke tempat pemohon akan mendirikan bangunan.
  5. Apabila tidak ada pelanggaran saat petugas melakukan pemeriksaan lapangan, maka akan ada penilaian teknis. Jika penilaian teknis sudah terpenuhi maka ada persetujuan teknis.
  6. Pemohon membayar retribusi IMB.
  7. Pemohon menyerahkan bukti pembayaran retribusi IMB ke pemerintah daerah.
  8. Pemerintah daerah akan mengeluarkan IMB dari 7 hari sejak pemohon memberikan tanda pembayaran.

Prosedur Mengurus IMB Online

  1. melalui laman dcktrp.jakarta.go.id, lalu login dengan akun yang sudah terdaftar.
  2. Pilih salah satu antara IMB rumah tinggal atau non-rumah tinggal lalu lampirkan gambar bangunan.
  3. Unggah semua dokumen yang telah di-scan dan isi data yang diminta di laman tersebut.
  4. Membayar retribusi ke Bank DKI.
  5. Scan bukti pembayaran dan unggah ke laman tadi.
  6. Tunggu pemberitahuan melalui email.

Besaran tarif IMB di Jakarta saat ini masih belum mengalami banyak perubahan dari tahun 2019 lalu. Seiring dengan meningkatnya informasi dan teknologi, proses pengurusan IMB di Jakarta kini juga semakin singkat. Jika awalnya pengurusan IMB bisa memakan waktu tujuh hari atau seminggu, kini di beberapa kecamatan, seperti Kecamatan Menteng, Kecamatan, Sawah Besar, Kecamatan Kelapa Gading, Kecamatan Kembangan, dan Kecamatan Cipayung, durasi mengurus IMB hanya tiga jam.

[: Dian]

Baca juga  Update Komponen dan Kisaran Biaya Jual Beli Tanah
loading...
author
Pengamat produk dan harga komoditas. Saat ini tinggal di Kota Malang.

Leave a reply "Update Syarat dan Biaya Pembuatan IMB di Jakarta"