Info Terbaru Syarat dan Biaya Pembuatan IMB di Jakarta

No comment13295 views

Izin Mendirikan (IMB) merupakan perizinan dari Pemerintah Daerah atau Pemda yang diberikan bagi gedung untuk membangun baru, mengubah, memperluas dan/atau mengurangi gedung sesuai peraturan yang berlaku. Di Jakarta, untuk rumah tempat tinggal pun juga wajib memiliki IMB. Pengurusan IMB untuk tempat tinggal tak akan dikenai biaya sepeser pun untuk luas lahan kurang dari 100 meter persegi, dan dapat dilakukan lewat Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

Ilustrasi: proyek pembangunan (sumber: harrogateprojects.co.za)

Ilustrasi: proyek pembangunan (sumber: harrogateprojects.co.za)

Menurut situs resmi dari Dinas PM & PTSP Provinsi DKI Jakarta, biaya retribusi untuk pengurusan IMB di kawasan ini masih berpatokan pada Peraturan Daerah Nomor 1 tahun 2015 tentang Perubahan Atas Perda Nomor 3 tahun 2012 tentang Retribusi Daerah. Berdasarkan aturan tersebut, biaya mengurus IMB di Jakarta adalah sebagai berikut.

  • Besarnya atau harga satuan retribusi Bangunan Gedung (HSbg) dinyatakan per satuan luas bangunan gedung yang nilainya ditetapkan sama untuk semua dan kategori bangunan gedung, yaitu sebesar Rp25.000 per meter persegi, kecuali bangunan rumah tinggal (fungsi hunian sederhana) berupa rumah tinggal sederhana tunggal dan rumah tinggal sederhana deret ditetapkan Rp0, dengan kriteria bangunan rumah tinggal dengan ketinggian maksimal 2 lantai tanpa mezzanine, rongga atap, basement. Kemudian, luas bangunan dan luas maksimal 100 meter persegi, kepemilikan bangunan perorangan bukan badan usaha kecuali apabila kepemilikan perorangan memiliki lebih dari 1 unit dalam satu lingkungan yang sama.
  • RPP (retribusi pembinaan penyelenggaraan bangunan gedung) paling sedikit yang dikenakan terhadap pelayanan IMB ditetapkan sebesar Rp500.000.

Namun, sebelum mengurus izin IMB ini, Anda diwajibkan memenuhi beberapa persyaratan sebagai berikut (khusus rumah tinggal maksimal dua lantai tanpa basement).

  • Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) pemohon yang masih berlaku.
  • Dokumen IPPR/IKPR/IPR.
  • Membawa dokumen asli seluruh persyaratan.
  • Fotokopi tanda bukti lunas PBB lahan yang dimohon tahun berjalan.
  • Formulir Permohonan IMB diisi dengan benar dan lengkap serta ditandatangani.
  • Surat kuasa penunjuk batas.
  • Permohonan dengan luas di atas 10.000 m2, selain persyaratan di atas juga harus melampirkan neraca keuangan yang diaudit oleh akuntan publik; dana jaminan (apabila diperlukan); dan Proposal (rancang bangun).
  • Fotokopi Nomor Pokok (NPWP).
  • Dokumen rencana teknis (Perencanaan arsitek dan konstruksi).
  • Gambar arsitektur bangunan, kecuali untuk kegiatan rumah sangat kecil, rumah kecil, rumah sedang, dan kegiatan rumah besar tidak diperlukan.
  • Fotokopi surat bukti kepemilikan lahan.
  • Fotokopi akte pendirian badan hukum bagi pemohon berbadan hukum.
  • Rekomendasi dari Kepala SKPD bidang penanaman modal bagi yang mendapatkan fasilitas Penanaman Modal Asing (PMA)/Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

Seiring dengan meningkatnya informasi dan teknologi, pengurusan IMB di Jakarta kini juga semakin singkat. Jika awalnya pengurusan IMB bisa memakan waktu tujuh hari atau seminggu, kini di beberapa kecamatan, seperti Kecamatan Menteng, Kecamatan, Sawah Besar, Kecamatan Kelapa Gading, Kecamatan Kembangan, dan Kecamatan Cipayung, durasi mengurus IMB hanya tiga jam.

Baca juga  Update Harga Panel Beton RISHA (Rumah Instan Sederhana Sehat)
loading...
author
Pengamat produk dan harga komoditas. Saat ini tinggal di Kota Malang.

Leave a reply "Info Terbaru Syarat dan Biaya Pembuatan IMB di Jakarta"