Update Kisaran Biaya Operasi Kista Rahim, Ovarium, Genital Wanita

Sebagian besar dari Anda pasti sudah pernah mendengar tentang penyakit kista. Penyakit yang biasa menyerang kaum wanita ini wujudnya kistik, berisi cairan kental, dan ada juga yang berbentuk seperti buah anggur. Kista dapat menyerang area rahim, ovarium, atau genital. Bahkan, ada pula kista yang berisi udara, cairan, nanah, atau sebagainya. Penyakit ini memang bisa diatasi dengan operasi, sayangnya biaya yang dikeluarkan tidak bisa dikatakan murah.

Ilustrasi: prosedur operasi di rumah sakit
Ilustrasi: prosedur operasi di rumah sakit

 

Bacaan Lainnya

Kista merupakan jinak berupa kantong abnormal berisi cairan atau setengah cair yang tumbuh dalam indung telur (ovarium). Tumbuhnya kista tersebut bisa membuat terganggunya siklus haid, tingkat kesuburan, dan juga rasa sakit luar biasa. Kista ovarium biasanya tidak bersifat kanker.[1]

Kista sendiri termasuk kategori tumor jinak yang dibungkus oleh selaput semacam jaringan. Kumpulan dari sel-sel tumor ini terpisah dari jaringan normal di sekitarnya dan tak akan menyebar ke bagian tubuh yang lain. Karena itu, tumor jinak masih relatif mudah untuk diangkat lewat teknik pembedahan dan tak terlalu berbahaya bagi kesehatan sang penderita.

Penyakit kista ada beragam jenisnya. Jika diklasifikasikan berdasar tingkat keganasannya, kista bisa terbagi dua, yakni non-neoplastik dan neoplastik. Kista jenis non-neoplastik bersifat jinak dan umumnya akan kempis dengan sendirinya dalam jangka waktu 2 atau 3 bulan. Sementara, kista neoplastik cenderung lebih ganas dan harus dioperasi untuk menghilangkannya. Namun, tindakan operasi kista neoplastik sangat bergantung dari ukuran dan sifat kista tersebut.

Salah satu pengobatan kista adalah dengan pengangkatan atau operasi. Kista diangkat jika besarnya lebih dari 4 cm. Jika sudah lebih dari 4 cm, akan ada risiko terpuntir. Untuk meyakinkan ukurannya, dapat dilakukan USG saat haid.[2]

Cara pemeriksaan lainnya untuk mendiagnosa kista adalah dengan menggunakan CA-125. Terutama untuk mengetahui apakah kista mulai ada perubahan keganasan (kanserous). Tetapi kadang-kadang ada perempuan usia subur, kadar CA-125 normal. Sebaiknya pemeriksaan CA-125 dilakukan pada perempuan yang berisiko tinggi menderita kanker. Operasi kista ovarium perlu dilakukan tergantung pada beberapa kondisi, antara lain umur, ukuran kista, dan keluhan.[3]

Kista bisa tumbuh di beberapa organ tubuh perempuan seperti ovarium, vagina, dan daerah vulva (bagian luar alat kelamin wanita). Berdasarkan tempat tumbuhnya, kista yang tumbuh di daerah vagina antara lain adalah kista inklusif, duktus, gartner, endometriosis, dan adenosis. Sementara, kista yang tumbuh pada vulva adalah pada kelenjar bartholini, kelenjar sebasea, dan inklusif epidermal.

Penyakit kista bisa disebabkan oleh berbagai faktor, misalnya saja faktor genetik alias keturunan, kemudian siklus haid yang tidak teratur, terjadinya menstruasi pada usia dini (11 tahun atau lebih muda), penderita hipotiroid, kanker payudara, dan sebagainya. Gejala yang ditimbulkan oleh adanya kista pun bisa bermacam-macam, ada yang mengalami menstruasi tidak teratur, sering buang air kecil, ukuran payudara menyusut, kegemukan, hingga sulit memiliki keturunan.

Apabila Anda merasa ada yang salah dengan siklus haid atau merasakan nyeri yang teramat sangat saat sedang datang bulan, Anda sebaiknya memeriksakannya ke dokter untuk mewaspadai kemungkinan tumbuhnya kista. Jika memang benar ditemukan adanya kista, dokter biasanya akan menganjurkan Anda untuk melakukan operasi jika memang benar-benar parah.

Ilustrasi: penderita kista (sumber: medcom.id)
Ilustrasi: penderita kista (sumber: medcom.id)

Biaya Operasi Kista dengan BPJS

Biaya operasi kista di Indonesia tergolong mahal. Namun, jika Anda termasuk pasien BPJS, Anda bisa memperoleh layanan operasi kista secara gratis tanpa mengeluarkan biaya apapun jika tindakan operasi tersebut merupakan anjuran dari dokter. Menurut beberapa pasien BPJS, pelayanan yang diberikan oleh dokter terhadap pasien BPJS pun tidak dibeda-bedakan dan perawatannya juga dilakukan secara cermat.

Sementara, apabila kebetulan Anda belum terdaftar sebagai anggota dari BPJS, maka biaya yang harus Anda keluarkan untuk operasi kista cukup besar. Di Rumah Sakit Mitra Keluarga misalnya, biaya operasi kista bisa berkisar Rp24,5 jutaan, belum termasuk biaya kunjungan dokter selama rawat inap dan perawatan setelah rawat inap. Sementara, apabila Anda melakukan operasi kista menggunakan teknik laparoskopi, biayanya berkisar Rp24 juta hingga Rp40 jutaan, bahkan ada yang hingga Rp60 jutaan. Jika dibandingkan dengan tahun 2019 lalu, biaya operasi tersebut untuk tahun 2020 masih belum banyak berubah.

Agar Anda memperoleh gambaran lebih jelas, berikut ini kisaran biaya operasi kista ovarium di beberapa rumah sakit yang ada di Indonesia pada 2022.

Ilsutrasi Penyakit Kista (sumber: breakinglatest.news)
Ilsutrasi Penyakit Kista (sumber: breakinglatest.news)

Biaya Operasi Kista

Nama Rumah Sakit Biaya Mulai Dari (Rp)
RS Permata Bekasi 3.396.000
RS Harapan Mulia Bekasi 3.780.000
RSKIA Sadewa Yogyakarta 5.256.000
RSKD Ibu dan Anak Pertiwi Makassar 5.300.000
RSU Karisma Subang 7.190.000
RSIA Trinanda Palembang 9.000.000
RSU YARSI 9.000.000
RS Citra Medika Depok 9..000
RS Sitti Khadijah III Makassar 12.000.000
RS Bedah Hasta Husada Malang 12.600.000
RSU Melania Bogor 17.955.000
RS Balimed Denpasar 19.482.000
RS Premier Surabaya 50.000.000

Jika dibandingkan tahun 2020 lalu, biaya operasi kista pada 2021 dan 2022 masih relatif stabil. Namun, di RS Permata Bekasi biayanya mengalami sedikit kenaikan dari Rp3.234.000 menjadi Rp3.396.000. Informasi biaya operasi kista di atas dirangkum dari Alodokter dan dapat mengalami perubahan sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya. Untuk mengetahui berapa biaya operasi teraktual, Anda dapat menghubungi pihak rumah sakit yang bersangkutan.

[Update: Dian]

[1] Malahayati. 2010. Solusi Murah Untuk Cantik, Sehat, Energik. Devi , editor. Yogyakarta: Great Publisher, hlm 52.

[2] Ibid.

[3] Yatim, F. 2005. Penyakit Kandungan: Myoma, Kanker Rahim/Leher Rahim Dan Indung Telur, Kista, serta Gangguan Lainnya. Jakarta: Pustaka Populer Obor, hlm 27.

 

Pos terkait