Update Harga Domba Merino Super (Anakan dan Dewasa)

Salah satu domba yang memiliki karakter unik adalah domba Merino Super. Domba ini sering dikenal sebagai domba ceper karena kakinya yang terlihat ceper dibandingkan dengan domba lainnya. Namun, harga domba Merino cukup mahal dibandingkan domba jenis lain. Jika mencapai bobot maksimal, harga domba Merino bisa melonjak tinggi.

Domba merino (sumber: dormeuil.com)
Domba merino (sumber: dormeuil.com)

Dikutip dari Muttlam, domba Merino terkenal karena kualitas dagingnya yang tinggi. Domba betina bisa mencapai bobot maksimal hingga 54,4 kilogram, sedangkan domba jantan Merino dapat mencapai hingga 81,6 kilogram. Selain karena dagingnya, Merino dijual mahal karena kualitas wol dari bulunya yang berkualitas tinggi. Kualitas wol Merino sudah diakui oleh masyarakat internasional. Domba ini dapat menghasilkan rata-rata 11,3 kilogram wol setiap tahun.

Bacaan Lainnya

Merino mempunyai bidang pandang 300 derajat sehingga mereka dapat melihat tanpa memutar kepala. Apabila domba ini tidak dicukur setidaknya satu tahun sekali, mereka dapat menderita stres. Bahkan di kasus yang parah, Merino bisa mengalami kebutaan dan gangguan mobilitas jika tidak dicukur bulunya. Sementara itu, susu Merino dapat digunakan sebagai dasar untuk membuat keju gourmet. Keju ini memiliki rasa yang lebih baik daripada keju yang terbuat dari susu sapi dan kambing. Dengan segala kelebihannya tersebut, tidak heran jika harga domba ini memang relatif mahal.

Harga Domba Merino Super

Usia Domba Merino Super Harga
Domba Merino Super Rp3.000.000 – Rp5.800.000 per ekor
Domba Merino Super Dewasa Rp6.500.000 – Rp7.500.000 per ekor

Informasi harga domba Merino super di atas kami rangkum dari berbagai sumber, termasuk beberapa lapak jual beli online. Apabila dibandingkan penawaran sebelumnya, harga hewan ini memang terpantau naik. Domba Merino super misalnya, awalnya dijual mulai Rp2,6 juta per ekor dan sekarang menjadi Rp3 jutaan per ekor.

Dalam catatan sejarah, Merino ditemukan pada abad ke-8 di wilayah Spanyol. Spanyol melakukan monopoli atas domba-domba Merino selama ratusan tahun. Dengan cara ini Spanyol memiliki besar dalam perdagangan wol. Perkembangan Merino mulai bertambah secara signifikan pada abad ke-12. Dalam rentang abad ke-12 sampai abad ke-18, Merino hanya dapat dimiliki oleh para bangsawan atau pengurus gereja. Kemudian, mulai akhir abad 18, kaum bangsawan mengirim kawanan kecil Merino ke negara lain. Australia, Amerika Serikat, dan Jerman merupakan negara-negara yang menghasilkan domba Merino dalam jumlah besar.

Domba Merino adalah salah satu domba jenis unggulan yang sedang dikembangkan di Indonesia, karena memang merupakan penghasil daging yang sangat cepat pertumbuhannya. Domba ini sangat mudah beradaptasi di daerah apapun, baik di daerah dataran tinggi maupun dataran rendah. Namun, untuk dataran rendah atau daerah panas, butuh treatment khusus yang harus disiapkan sebelum memulai beternak domba Merino, di antaranya seperti berikut.

  • Pembuatan kandang panggung, untuk menghindarkan domba dari kembung, menghindarkan bulu domba menjadi kumal.
  • Lingkungan kandang wajib dibuat sejuk dengan memperbanyak pohon perindang di sekitar kandang dan atap kandang ada baiknya menggunakan genteng.
  • Air minum wajib selalu tersedia.
  • Apabila sudah memulai beternak domba Merino, maka peternak wajib rutin memangkas bulu Merino supaya dombanya tidak kepanasan.
  • Untuk perawatan hariannya relatif sederhana, karena domba Merino sangat suka dengan pakan hijauan yang banyak ditanam maupun tumbuh liar di lingkungan kita, baik itu berupa rumput lapangan, rumput odot, rumput gajah, dan lainnya.
Domba merino (youtube: Lutfi AK)

Cara Merawat Domba Merino Super

Domba ini terkenal dengan jenis penghasil daging unggulan, karena itu kebutuhan asupan pakan domba merino juga banyak dan bernutrisi tinggi. Porsi makan domba Merino melebihi porsi pakan domba lokal seperti domba ekor tipis, ekor gemuk, maupun domba Garut. Porsi pakan domba Merino memang harus terkondisikan untuk makan banyak. Jika Anda tertarik memelihara domba ini, jangan memulai beternak apabila belum memiliki stok pakan yang berlimpah, baik stok pakan hijauan maupun stock pakan tambahan.

Dengan tercukupinya asupan protein, karbohidrat, serat, mineral maka pertumbuhan bobot badan domba Merino akan maksimal. Bahan pakan sebagai sumber serat seperti pakan hijauan rumput lapangan, rumput odot, king grass, setaria, kangkung kering, untuk karbohidrat bisa dari ampas singkong, untuk pemenuhan kebutuhan protein bisa dari ampas tahu, kulit kedelai, kulit kacang hijau, sedangkan mineral bisa terpenuhi dari garam kasar atau mineral mix ternak ruminansia yang banyak dijual di toko pakan ternak.

Untuk daerah panas pun harus menyiasati cara memeliharanya dengan rutin melakukan pengguntingan bulu, rutin dimandikan dan air minum wajib selalu tersedia. Ini sangat berbeda dengan perlakuan di wilayah dengan suhu udara sejuk atau dingin. Perawatan rutin lainnya adalah potong kuku kakinya.

Cara domba Merino yang bagus adalah dengan memperhatikan bentuk fisiknya, yaitu mulai dari tulangannya baik kaki maupun tulangan bodinya, semakin tulangannya besar maka semakin berpotensi tumbuh besar. Salah satu ciri domba Merino super adalah bulu sampai menutupi muka, bodinya panjang, ukuran tulangan kaki besar, ekor tebal. Domba ini berpotensi akan menghasilkan bobot badan di atas 100 kg, dengan catatan pakan dan perawatannya maksimal.

Untuk kandang yang cocok di Indonesia adalah dengan sistem kandang panggung. Ini dikarenakan para peternak domba di Indonesia sangat sedikit yang memiliki padang savana yang berisi full rumput sehingga cocoknya menggunakan sistem ternak kandang panggung, atau istilahnya sistem ternak intensif.

Kandang panggung sendiri ada dua tipe, yaitu kandang koloni atau kandang terbuka tanpa sekat dan kandang sekat yang hanya muat beberapa ekor saja. Masing-masing sistem kandang ini ada kelemahan dan kelebihannya, dan keduanya cocok diterapkan di Indonesia dan disesuaikan dengan kesenangan masing-masing peternaknya.

Ukuran kandang koloni maupun kandang sekat disesuaikan dengan kondisi lahan kandang. Hanya saja untuk wadah atau tempat pakan yang ideal untuk kedua jenis tipe kandang ini adalah menggunakan ukuran ketinggian 30-35 cm dari lantai kandang, karena domba adalah grassing (pemakan rumput dengan cara makan menundukkan kepala, berbeda dengan kambing).

[Update: Panca]

Pos terkait