Update Harga Smoke Beef dan Efek Samping Mengonsumsinya

olahan daging di Indonesia terdiri dari daging kering (dendeng), daging asap (smoke beef), bakso, abon, hingga sosis. Dari semua olahan daging, yang kerap digunakan untuk pelengkap burger adalah smoke beef. Anda bisa membelinya dalam berbagai merk dagang dengan harga relatif terjangkau.

Smoked Beef (credit: smoking-meat)
Smoked Beef (credit: smoking-meat)

Ada dua cara pada daging di antaranya cara tradisional dan cara dingin. Pada cara tradisional, asap dihasilkan dari pembakaran kayu atau bahan lainnya (misalnya sabut kelapa, serbuk akasia, dan serbuk pohon mangga). Sementara itu, pengasapan cara dingin dilakukan dengan perendaman bahan dalam asap yang sudah dicairkan. Setelah senyawa asap menempel pada daging, proses selanjutnya yakni pengeringan. Walaupun mutunya kurang dibandingkan dingin, tetapi pengasapan tradisional merupakan cara paling mudah diterapkan oleh industri kecil.[1]

Bacaan Lainnya

Keunggulan Smoke Beef

Smoke beef adalah irisan daging yang diawetkan dengan panas dan asap yang dihasilkan dari pembakaran kayu keras. Proses tersebut banyak menghasilkan asap dan lambat terbakar. Terdapat senyawa fenol dan formaldehid pada asap yang masing-masing bersifat bakterisida (membunuh bakteri).

Kombinasi kedua senyawa tersebut membentuk lapisan mengilap pada permukaan daging. Selain itu, panas pembakaran juga membunuh mikroba dan menurunkan kadar air daging. Pada kadar air rendah, daging lebih sulit dirusak oleh mikroba sehingga lebih awet. Keunggulan smoke beef yakni punya rasa dan aroma yang khas.

Meski lebih awet, smoke beef mengalami perubahan kandungan gizi karena terjadinya penambahan dan pembentukan zat dari proses tersebut. Sebenarnya mengonsumsi daging asap tidak langsung menyebabkan beberapa penyakit, tetapi bergantung pada seberapa sering Anda mengonsumsinya. Sejumlah risiko yang mungkin terjadi jika Anda makan smoke beef secara berlebihan meliputi infeksi perut, hipertensi, stroke, dan diabetes.

Dampak paling fatal yang dapat terjadi yakni memicu kanker. Hal tersebut ditengarai karena proses pengolahan daging asap yang bersifat karsinogen. Penelitian mengungkapkan bahwa wanita yang mengonsumsi daging asap lebih dari satu kali dalam seminggu dapat meningkatkan risiko kanker payudara sebesar 47% dibanding dengan wanita yang makan daging asap satu kali seminggu.

Smoke Beef Bulat (sumber: fajnyogrod.pl)

Harga Smoke Beef

Merk Smoke Beef Harga
Smoke Beef Ham Sven’s Choice Rp27.500
Smoke Beef Pigo Calzone 340 gr Rp28.000
Smoke Beef Yona isi 10 pcs Rp28.500
Smoke Beef Boss Bulat 250 gr Rp30.000
Smoke Beef Hanzel 250 gr Rp34.300
Smoke Beef Paskali Bandung Rp38.000
Smoke Beef Deli Max 500 gr Rp44.000
Smoke Beef Medium Rp46.000
Smoke Beef Belmont Rp50.000
Smoke Beef Dilamo Premium Rp58.000
Smoke Beef Villa 225 gr Rp58.000
Smoke Beef Kimbo 200 gr Rp59.350
Smoke Beef Yona 500 gr Rp60.000
Smoke Beef Roll Kanzler 250 gr Rp60.379
Smoke Beef Farmhouse 225 gr Rp69.150
Smoke Beef Bernardi Horeca Bulat 500 gr Rp76.000
Smoke Beef El Primo 500 gr Rp81.000
Smoke Beef Farmhouse 450 gr Rp82.000
Smoke Beef Dilamo 1 kg Rp105.000
Smoke Beef Brisket USA 200 gr Rp115.000
Smoke Beef Bulat Aroma 1 kg Rp128.000
Smoke Beef Bernardi Ribs 500 gr Rp178.000
Smoke Beef Kemfood Super Premium 1 kg Rp178.000
Smoke Beef Roll Kanzler 1 kg Rp179.900
Smoke Beef Pastrami            500 gr Rp375.000

Jika dibandingkan penawaran sebelumnya, harga smoke beef di pasaran saat ini cenderung naik. Misalnya, smoke beef Ham Sven’s Choice yang semula dijual seharga Rp22.500, sekarang menjadi Rp27.500. Begitu pula harga smoke beef Boss Bulat 250 gram ikut naik dari Rp25.200 menjadi Rp30 ribu.

Anda dapat membeli smoke beef di pusat perbelanjaan seperti Hypermart dan Superindo. Beberapa merk smoke beef juga tersedia di minimarket terdekat seperti Indomaret dan Alfamart. Jika ingin lebih praktis, Anda dapat menelusuri sejumlah marketplace untuk memesannya secara online.

Ilustrasi: Mengolah Smoke Beef (credit: thedailymeal)

Efek Samping Mengonsumsi Smoke Beef

Dilansir dari Detik, ahli diet Gillian Culbertson mengungkapkan, asap saat daging mengandung hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH) dan amina heterosiklik (HCA) terbentuk saat daging dimasak pada suhu yang sangat tinggi. Meskipun daging panggang dan goreng juga dapat menyebabkan pembentukan PAH dan HCA, penelitian menunjukkan bahwa proses menyebabkan tingkat kontaminasi yang lebih tinggi. Selama proses pengasapan, asap menciptakan zat-zat berbahaya tersebut dan membawanya ke permukaan daging.

Sementara itu, National Cancer Institute memperingatkan bahwa baik HCA maupun PAH bersifat mutagenik, yang bisa memicu perubahan DNA dan meningkatkan risiko jenis kanker tertentu. Untuk itu, Anda disarankan membatasi konsumsi smoke beef atau daging asap.

[Update: Ditta]

[1] Gardjito, Murdijati. 2013. Pendidikan Konsumsi Pangan. Jakarta: Kencana, hlm. 84.

Pos terkait