Update Harga Serat Fiber per Lembar dan Roll

Di zaman sekarang, serat fiber mungkin sudah sering Anda dengar. Bahan ini memang kerap dipakai sebagai material untuk kabel jaringan internet serta material atap bangunan. Bahkan, oleh sejumlah orang yang kreatif, serat fiber bisa juga dipakai untuk membuat berbagai kerajinan. Dengan manfaatnya yang beragam, ternyata harga jual serat fiber relatif terjangkau.

Serat Fiber (sumber: rmcgs.com)
Serat Fiber (sumber: rmcgs.com)

Pengertian Serat Fiber

Dilansir dari Wikipedia, serat fiber, kerap juga disebut fiberglass, adalah jenis plastik yang diperkuat serat. Serat ini dapat diatur secara acak, diratakan menjadi lembaran (disebut chopped strand mat), atau ditenun menjadi kain. Matriks plastik dapat berupa matriks polimer termoset, paling sering didasarkan pada polimer termoset seperti epoksi, resin poliester, atau vinyl-ester, atau termoplastik.

Bacaan Lainnya

Nama umum lainnya untuk fiberglass adalah glass-reinforced plastic (GRP), glass-fiber reinforced plastic (GFRP),[1][2] atau GFK (dari bahasa Jerman, Glasfaserverstärkter Kunststoff). Karena serat fiber sendiri kadang-kadang disebut sebagai ‘fiberglass’, komposit ini akhirnya sering dibilang sebagai ‘fiberglass yang diperkuat plastik’. Secara umum, konvensi yang berkembang menyatakan bahwa fiberglass mengacu pada bahan komposit yang diperkuat serat kaca secara lengkap, bukan hanya pada serat kaca di dalamnya.

Masih menurut referensi yang sama, serat fiber telah diproduksi selama berabad-abad, tetapi paten paling awal diberikan kepada Hermann Hammesfahr di AS pada tahun 1880. Produksi massal untaian kaca secara tidak sengaja ditemukan pada tahun 1932 ketika Games Slayter, seorang peneliti di Owens-Illinois, mengarahkan aliran udara bertekanan ke aliran kaca cair dan menghasilkan serat. Paten untuk metode produksi wol kaca ini pertama kali diterapkan pada tahun 1933.

Owens bergabung dengan perusahaan Corning pada tahun 1935 dan metode ini diadaptasi oleh Owens Corning untuk menghasilkan ‘fiberglas’ (dieja dengan satu ‘s’) yang dipatenkan pada tahun 1936. Awalnya, fiberglas adalah wol kaca dengan serat yang menjebak banyak gas, sehingga berguna sebagai isolator, terutama pada suhu tinggi.

Resin yang cocok untuk menggabungkan fiberglass dengan plastik untuk menghasilkan material komposit lantas dikembangkan pada tahun 1936 oleh du Pont. Nenek moyang pertama dari resin poliester modern adalah resin Cyanamid pada tahun 1942. pengawetan peroksida digunakan pada saat itu. Dengan kombinasi fiberglass dan resin, gas lantas diganti dengan plastik. Hal ini mengurangi sifat insulasi menjadi nilai-nilai khas plastik, tetapi komposit tersebut menunjukkan kekuatan sebagai bahan struktural dan bangunan. Banyak komposit serat kaca akhirnya disebut sebagai ‘fiberglass’ (sebagai nama generik) dan nama itu juga digunakan untuk produk wol kaca kepadatan rendah yang mengandung gas, bukan plastik.

Ray Greene dari Owens Corning disebut-sebut sebagai yang memproduksi perahu komposit pertama pada tahun 1937 tetapi tidak dilanjutkan lebih jauh karena sifat rapuh plastik yang digunakan. Pada tahun 1939, Rusia dilaporkan telah membangun kapal penumpang dari bahan plastik, dan Amerika Serikat membuat badan pesawat dan sayap pesawat terbang. Sementara, pertama yang memiliki bodi fiberglass adalah prototipe Stout Scarab tahun 1946, sayangnya model tersebut urung diproduksi massal.

Serat fiber untuk perbaikan bodi mobil (sumber: waynecc.edu)
Serat fiber untuk perbaikan bodi mobil (sumber: waynecc.edu)

Manfaat Serat Fiber

  • Serat fiber paling jamak digunakan sebagai material kabel fiber optik, termasuk untuk jaringan internet menggantikan tembaga. Fiber optik dapat dikatakan sebagai saluran transmisi yang terbuat dari kaca atau plastik, yang digunakan untuk mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu tempat ke tempat yang lain.[3] Pasalnya, kebutuhan layanan komunikasi pada saat ini memang tidak hanya sebatas suara, melainkan juga data, gambar, juga video. Karena itu, diperlukan jaringan yang andal dan mampu memberikan performansi yang baik sehingga memberikan dampak yang positif kepada pelanggan.[4]
  • Material ini juga sering digunakan untuk memproduksi komponen bangunan rumah, seperti laminasi atap, sekeliling pintu, kanopi di atas pintu, kanopi dan atap, cerobong asap, sistem coping, dan kepala dengan batu kunci dan kusen. Bobot material yang ringan dan penanganan yang lebih mudah dibandingkan dengan kayu atau logam, memungkinkan pemasangan yang lebih cepat. Panel fiberglass dengan efek bata yang diproduksi secara massal dapat digunakan dalam konstruksi rumah komposit dan dapat mencakup insulasi untuk mengurangi kehilangan panas.
  • Serat fiber dapat dipakai sebagai bahan untuk membuat aneka kerajinan. Tanpa sadar, kita ternyata sering melihat patung atau hasil kerajinan yang terbuat dari material ini. Kerajinan dari serat fiber memang tidak tampak seperti kaca yang bening atau mengilap karena biasanya sudah dicampur dengan bahan-bahan lain, seperti cat dan .
  • Serat fiber sutra dapat Anda pakai untuk menghasilkan kain dengan tekstur yang lembut serta permukaan yang terlihat mengilap. Serat fiber rotan (biasanya diambil dari tanaman yang tergolong jenis palma) dapat dianyam menjadi furniture, perlengkapan rumah tangga, atau dekor ruangan. Serat fiber wol bisa dipakai membuat kaos kaki, syal, baju, selimut, hingga boneka. Sementara, serat fiber kelapa dapat diaplikasikan untuk membuat dan mampu menahan kotoran tanah dan debu yang menempel di alas kaki.

Dilihat dari bahannya, serat fiber sebenarnya dapat dibedakan menjadi dua, yakni serat alami dan serat sintetis. Serat alami misalnya dapat berasal dari tumbuhan dan hewan yang bisa mengalami pelapukan, seperti katun, kertas, kapas, wol, sutra, asbes, dan sebagainya. Sementara, serat sintetis dibuat memakai bahan kimia dan diolah menjadi kaca, logam, dan karbon.

Jika Anda menelusuri sejumlah toko peralatan maupun situs jual beli online, memang akan sulit menjumpai serat fiber yang terbuat dari bahan alami. Kebanyakan pedagang menawarkan serat fiber yang berasal dari bahan kimia. Harganya bervariasi, tetapi secara umum relatif terjangkau. Sebagai referensi, berikut kisaran harga serat fiber di pasaran dalam negeri.

Harga Serat Fiber

Serat fiber (sumber: pngio.com)
Serat fiber (sumber: pngio.com)
Ukuran Serat Fiber Harga
Serat Fiber 30 x 20 cm Rp1.300 – Rp1.900 per lembar
Serat Fiber 30 x 26 cm Rp2.000 per lembar
Serat Fiber 52 x 20 cm Rp2.220 per lembar
Serat Fiber 45 x 22 cm Rp2.500 per lembar
Serat Fiber 52 x 20 cm Cap Gunung Fujiyama Rp2.500 per lembar
Serat Fiber  30 x 26 cm PMJ Rp2.500 per lembar
Serat Fiber 30 x 25 cm SUN Rp2.600 per lembar
Serat Fiber AW Rp2.750 per lembar
Serat Fiber 30 x 26 cm Borobudur Rp3.000 per lembar
Serat Fiber 45 x 22 cm Gunung Madu Rp3.000 per lembar
Serat Fiber 30 x 26 cm Okiru Rp4.000 per lembar
Serat Fiber 300 x 20 cm Sinar Jaya Fiber Rp5.000 per lembar
Serat Fiber 300 x 20 cm TOP Rp8.000 per lembar
Serat Fiber 320 x 20 cm Daun Mas Rp10.500 per lembar
Serat Fiber 1.000 x 10 cm No Drop Rp12.300 per lembar
Serat Fiber 1.500 x 1.200 cm Rp20.000 per lembar
Serat Fiber Mat 300 1 kg Rp37.500 per roll
Serat Fiber Mat 450 1 kg Rp41.000 per roll
Serat Fiber Mat M220 131 x 1,04 m (33 kg) Rp1.250.000 per roll

Harga serat fiber di atas kami rangkum dari berbagai sumber, termasuk toko material bangunan dan sejumlah situs jual beli online. Perlu Anda catat bahwa harga serat fiber tersebut tidak mengikat dan dapat berubah sewaktu-waktu. Sebagai perbandingan, tahun lalu, serat fiber mat M220 131 x 1,04 m (33 kg) dijual Rp1,474 juta per roll, sedangkan harga serat fiber mat 300 1 kg berkisar Rp40 ribu per roll. (Update: Panca)

[1] Mayer, Rayner M. 1993. Design with reinforced plastics. London: The Design Council, hlm. 7.

[2] Nawy, Edward G. 2001. Fundamentals of high-performance concrete (Second Edition). New Jersey: John Wiley and Sons Inc., hlm. 30.

[3] Istiana, Amelia. 2008. Perancangan dan Implementasi Aplikasi Mobile untuk Penghitungan Kabel Tembaga Multipair dan Fiber Optik pada Telekomunikasi (Skripsi). Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer AMIKOM Yogyakarta.

[4] Firdaus, dkk. 2016. Performansi Jaringan Fiber Optik dari Sentral Office hingga ke Pelanggan di Yogyakarta. Jurnal Elektro Telekomunikasi Terapan, Vol. 3(1): 207-214.

Pos terkait