Update Harga Plywood Tahan Air (Berbagai Ukuran)

Apakah Anda familiar dengan plywood? Lalu, bagaimana dengan triplek? Yup, plywood merupakan salah satu varian kayu lapis, sama seperti triplek, tetapi dengan lapisan yang lebih banyak alias multipleks. Namun umumnya, orang sering menyamakan plywood dengan triplek. Karena terbuat dari material kayu, plywood tidak begitu tahan terhadap air. Meski demikian, ada sejumlah produsen yang merilis plywood yang diklaim tahan air dengan harga bervariasi, tergantung ukuran ketebalan.

Plywood tahan air (sumber: appleplywoods.com)
Plywood tahan air (sumber: appleplywoods.com)

Hingga sekarang, kayu memang masih menjadi material yang kerap digunakan untuk berbagai keperluan, seperti furniture, membuat perabotan rumah tangga, baku bangunan, dan lainnya. Pasalnya, material ini memang cukup mudah dicari, mudah dibentuk sesuai kebutuhan dan keinginan, serta relatif tahan lama. Sayangnya, karena stok di alam kian terbatas, harga kayu semakin hari semakin mahal.

Bacaan Lainnya

Nah, sebagai alternatif yang lebih murah, Anda dapat memanfaatkan kayu lapis. Kayu lapis adalah produk komposit berupa papan tiruan yang terbuat dari lembaran-lembaran veneer yang direkatkan bersama dengan susunan bersilangan tegak lurus.[1] Material ini punya kelebihan seperti bobot yang ringan dibandingkan luas permukaannya, bidang yang luas dapat ditutup dalam waktu yang singkat, serta pola serat dapat diseragamkan sehingga corak bisa simetris.

Dari sekian banyak tipe kayu lapis, plywood menjadi alternatif yang oke sebagai pengganti kayu solid karena material ini bersifat fleksibel, murah, dapat dibentuk, dapat didaur ulang, serta tidak memiliki teknik pembuatan yang rumit.[2] Selain itu, multipleks ini juga punya tekstur yang cenderung rapat, sehingga punya kekuatan tinggi, dan diklaim dapat bertahan hingga puluhan tahun jika perawatan dilakukan dengan baik.

Kelebihan Plywood

  • Plywood merupakan produk olahan kayu yang penggunaannya sangat praktis dan gampang dibentuk daripada produk-produk sejenis.
  • Plywood dikatakan mempunyai tingkat ketahanan yang tinggi terhadap penyusutan sehingga bentuk dan ukurannya tidak gampang berubah.
  • Plywood tersedia dalam berbagai pilihan ukuran dan ketebalan yang lebih bervariasi sehingga memudahkan kita dalam memilih yang paling tepat.
  • Plywood diklaim memiliki daya tahan yang tinggi terhadap perubahan cuaca yang ekstrem serta daya tekuk yang dimilikinya lebih bagus dibandingkan produk kayu lainnya.
  • Plywood konon mempunyai struktur yang kokoh sehingga cocok sekali digunakan untuk rangka utama pembuatan furniture.
  • Plywood dibuat dengan ukuran yang presisi dan seragam, serta tekstur pada lapisan permukaannya pun sangat halus.

Walaupun punya banyak kelebihan, plywood tidak luput dari kekurangan. Daya tahan yang dimiliki plywood, juga triplek, terhadap cuaca yang ekstrem secara terus-menerus tidak lebih bagus daripada kayu solid. Pengangkutan plywood dari tempat pembelian ke lokasi pengerjaan juga harus dilakukan dengan hati-hati mengingat ukuran ketebalannya yang tipis.

Selain itu, kadang-kadang ditemukan plywood yang mempunyai permukaan kurang halus dan bergelombang. Kelemahan lainnya, penggabungan beberapa lembaran plywood harus memakai paku agar hasilnya lebih maksimal dan rapi, tingkat presisi pada sisi ketebalannya kurang bagus (khususnya apabila permukaan plywood sudah bergelombang), serta dibutuhkan tingkat ketelitian yang tinggi untuk melakukan finishing pada plywood supaya hasilnya sesuai keinginan.

Plywood memang bersifat tahan terhadap air, atau setidaknya lebih tahan terhadap air ketimbang jenis-jenis kayu yang lain, berkat adanya lapisan keras yang menyelubungi permukaannya. Meski demikian, jika terkena air secara terus-menerus, seperti air hujan, material ini pun akan lapuk. Karena itu, plywood tidak begitu cocok digunakan sebagai bahan baku pembuatan alat dan perabotan rumah tangga yang bersifat outdoor.

Sebenarnya, ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan ketahanan kayu lapis terhadap air. Perlakuan cat duco misalnya, dikatakan dapat meningkatkan kualitas kayu lapis, termasuk meningkatkan ketahanan terhadap air dan menurunkan formaldehida. Menurut sebuah studi, perlakuan permukaan kayu lapis dengan cat duco berfungsi menolak masuknya air.[3]

Namun, jika Anda tidak ingin repot mengecat plywood atau kayu lapis dengan cat duco, saat ini sudah banyak produsen dan toko bahan bangunan yang menyediakan plywood dengan kelebihan tahan air. Harga yang dipatok untuk material ini bervariasi, biasanya tergantung ukuran. Sebagai referensi, berikut kisaran harga plywood tahan air di pasaran dalam negeri.

Plywood tahan air (sumber: mahoganyoutlet.com)
Plywood tahan air (sumber: mahoganyoutlet.com)

Harga Plywood Tahan Air

Ukuran Plywood Harga per Lembar
Plywood Meranti 4 mm Rp105.000
Plywood Meranti Campur 6 mm Rp115.000
Plywood Meranti Campur 12 mm Rp160.000
Plywood Meranti Campur 15 mm Rp204.000
Plywood Meranti Campur 18 mm Rp228.000
Plywood Meranti 12 mm Rp225.000
Plywood Meranti 18 mm Rp340.000
Plywood 9 mm Rp180.000
Plywood 15 mm Rp250.000
Plywood 18 mm Rp290.000

Harga plywood tahan air di atas kami rangkum dari berbagai sumber, termasuk beberapa toko bahan bangunan dan situs jual beli online. Perlu Anda ingat bahwa harga plywood tahan air tersebut tidak mengikat dan dapat berubah sewaktu-waktu. Jika dibandingkan penawaran sebelumnya, harganya terpantau naik. Harga plywood meranti 18 mm misalnya, naik dari Rp330 ribu menjadi Rp340 ribu per lembar, sedangkan harga plywood 15 mm naik dari Rp205 ribu menjadi Rp250 ribuan.

[1] Somadona, Sonia, Evi Sribudiani, Tuti Arlita. 2016. Pengujian Kualitas Kayu Lapis untuk Konstruksi Bangunan yang Beredar di Pasaran Kota Bengkalis. Forestra: Jurnal Kehutanan, Vol. 11(2): 154-165.

[2] Gunawan, Lidia, dan Andreas Pandu Setiawan. 2014. Studi Eksperimen Penerapan Cat pada Plywood dengan Kuas. Jurnal Intra, Vol. 2(2): 172-177.

[3] Sushardi dan Resy Kristiyanti. 2017. Perlakuan Permukaan Kayu Lapis untuk Meningkatkan Ketahanan Air dan Menurunkan Emisi Formaldehida. Seminar Nasional Hasil (SNHP)-VII Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas PGRI Semarang: 295-299.

Pos terkait