
Penyebab Nyeri Otot
- Nyeri otot bisa mulai terasa ketika seseorang sedang melakukan aktivitas atau setelahnya. Kondisi ini bisa dirasakan pada bagian manapun karena hampir seluruh bagian tubuh memiliki jaringan otot dan biasanya tidak hanya melibatkan satu otot saja. Pada umumnya, nyeri otot memengaruhi ligamen, tendon, dan tulang.
- Cedera karena gerakan (menyentak gerakan, kecelakaan mobil, jatuh, patah tulang, keseleo, dislokasi, dan pukulan langsung ke otot) juga dapat menyebabkan nyeri otot.
- Penyebab nyeri otot lainnya termasuk ketegangan postural, gerakan berulang, gerakan berlebihan, dan tidak bergerak (imobilisasi) dalam waktu yang lama. Perubahan postur atau mekanika tubuh yang buruk dapat menimbulkan masalah keselarasan tulang belakang dan pemendekan otot, sehingga menyebabkan otot-otot lain untuk menjadi sakit.
Gejala Nyeri Otot
Orang-orang dengan nyeri otot kadang-kadang mengeluh bahwa seluruh tubuh mereka sakit. Pada beberapa kasus, rasa sakitnya seperti otot yang ditarik, berkedut, hingga rasa terbakar. Meski setiap orang memiliki gejala yang berbeda, terdapat gejala umum yang bisa dikenali, seperti rasa sakit dan gangguan tidur.Diagnosis dan Pengobatan Nyeri Otot
Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan riwayat kesehatan secara menyeluruh. Selain itu, dokter dapat melakukan pemeriksaan diagnostik untuk mengonfirmasikan diagnosis seperti foto rontgen atau pencitraan jaringan otot seperti MRI. Jika pemeriksaan fisik dirasa belum mencukupi, dapat dilakukan pemeriksaan darah lengkap, pemeriksaan darah khusus untuk mengukur kadar enzim otot, serta pemeriksaan lainnya untuk mendeteksi keberadaan penyakit Lyme dan kelainan pada jaringan penghubung. Berbagai jenis terapi manual, atau mobilisasi, dapat digunakan untuk mengobati orang dengan masalah keselarasan tulang belakang. Untuk beberapa nyeri otot akut, teknik ini telah terbukti mempercepat pemulihan. Obat-obatan seperti obat anti-inflamasi (NSAID) dapat digunakan untuk mengobati peradangan atau nyeri. Obat nyeri otot tersebut antara lain ibuprofen, natrium diklofenak, serta asam mefenamat. Pada pasien dengan gangguan nyeri otot seperti fibromyalgia, obat nyeri otot untuk meningkatkan kadar serotonin dan norepinefrin (neurotransmitter yang mengatur tidur, nyeri, dan fungsi sistem kekebalan tubuh) dapat diresepkan dalam dosis rendah. Beberapa obat-obatan yang digunakan untuk membantu tidur dapat diberikan jika nyeri memang sangat hebat, termasuk zolpidem (Ambien), eszopiclone (Lunesta), dan Ramelteon (Rozerem).Indikasi Myonal 50 mg
Myonal adalah salah satu merk obat yang berguna untuk mengobati kondisi simtomatik seperti spasme muskuloskeletal atau kejang otot. Obat ini bekerja sebagai antispasmodik dengan kandungan bahan aktif berupa Eperisone HCl, yang bekerja dengan cara merelaksasi otot yang kejang dan sebagai vasodilator. Myonal merupakan merk dagang atau merk paten obat dari eperisone HCl. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, kegunaan eperisone HCl adalah sebagai antispasmodik dan muscle relaxan. Obat eperisone HCl ini masuk kedalam jenis obat G, yakni dijual dengan jumlah terbatas dan memerlukan resep dokter untuk mengonsumsinya.
Efek Samping Myonal 50 mg
- Mengantuk, tetapi tingkat kantuk lebih rendah dibandingkan beberapa obat anti-spasmodik lainnya.
- Efek samping yang mungkin terjadi seperti mengalami kelemahan otot, insomnia, mati rasa ataupun terjadi tremor atau gemetar pada bagian ekstremitas.
- Badan menjadi lemas, letih, lesu dan lunglai. Jika hal ini dialami oleh konsumen obat, maka sudah terjadi perubahan hematologis seperti hadirnya anemia.
- Efek samping yang mungkin terjadi dan masuk kedalam kondisi parah adalah terjadi disfungsi hati dan ginjal, sehingga terjadi gangguan kencing.
- Efek samping yang tergolong ringan seperti kepala terasa pusing.
- Efek samping lainnya yang mungkin saja terjadi seperti gangguan sistem pencernaan, misalnya sakit perut, mual, muntah, diare, anoreksia dan terkadang juga terjadi sembelit tergantung kondisi tubuh masing-masing konsumen.
- Efek samping yang bisa berpotensi masuk ke dalam kategori fatal adalah terjadi shock anafilaktik, dengan gejala-gejala seperti ruam pada kulit atau kemerahan, gatal-gatal, edema pada wajah dan bagian tubuh lainnya, urtikaria, dyspnoea. Segeralah hentikan penggunaan obat dan segera dapatkan tindakan medis yang tepat.
Harga Myonal 50 mg
| Kemasan Myonal 50 mg | Harga |
| Myonal 50 Mg 1 tablet | Rp10.835 |
| Myonal 50 Mg 1 strip isi 10 tablet | Rp98.560 |
| Myonal 50 Mg 1 dus isi 10 strip | Rp882.732 |

Kategori: Kesehatan
Tag: apotek, dosis, gangguan, medis, nyeri, obat, otot, radang, tulang, tulang belakang