Update Harga Myonal 50 mg (Tablet, Strip, Dus)

Nyeri otot merupakan suatu masalah umum yang dihadapi oleh banyak orang. Gangguan ini biasanya terjadi di beberapa titik tubuh, seperti lengan, tungkai, tangan, kaki dan lain-lain. Untuk mengobatinya, Anda bisa minum Myonal tablet 50 mg yang telah dijual di apotek secara bebas dengan harga relatif terjangkau.

Harga, Myonal, Myonal 50 mg, Eperisone HCI, antispasmodik, nyeri, otot, pembuluh, darah, rasa, sakit, apotek, tablet, efek samping, gejala, penyebab, kelelahan, relaksasi, kram, perut, kaki, punggung, sakit kepala, diagnosis, obat, lemas, sembelit, penderita, pemeriksaan, ligamen, tendon, tulang, cedera, kecelakaan, jatuh,
Obat nyeri otot Myonal 50mg (sumber: himalayathai.shop)

Myalgia adalah istilah medis yang digunakan untuk menyebut nyeri otot. Meski biasanya ringan dan hanya terjadi di satu otot tertentu, nyeri otot juga bisa terasa di seluruh bagian tubuh dan sangat menyiksa. Rasa nyeri otot yang dirasakan setiap orang bisa berbeda-beda mulai dari ringan, sedang, hingga terasa sangat menyakitkan. Masalah itu bisa timbul akibat cedera atau trauma pada otot, penggunaan otot secara berlebihan, tegang pada otot, atau beberapa kondisi medis lain.

Bacaan Lainnya

Penyebab Nyeri Otot

  • Nyeri otot bisa mulai terasa ketika seseorang sedang melakukan aktivitas atau setelahnya. Kondisi ini bisa dirasakan pada bagian manapun karena hampir seluruh bagian tubuh memiliki jaringan otot dan biasanya tidak hanya melibatkan satu otot saja. Pada umumnya, nyeri otot memengaruhi ligamen, tendon, dan tulang.
  • Cedera karena gerakan (menyentak gerakan, kecelakaan mobil, jatuh, patah tulang, keseleo, dislokasi, dan pukulan langsung ke otot) juga dapat menyebabkan nyeri otot.
  • Penyebab nyeri otot lainnya termasuk ketegangan postural, gerakan berulang, gerakan berlebihan, dan tidak bergerak (imobilisasi) dalam waktu yang lama. Perubahan postur atau mekanika tubuh yang buruk dapat menimbulkan masalah keselarasan tulang belakang dan pemendekan otot, sehingga menyebabkan otot-otot lain untuk menjadi sakit.

Gejala Nyeri Otot

Orang-orang dengan nyeri otot kadang-kadang mengeluh bahwa seluruh tubuh mereka sakit. Pada beberapa kasus, rasa sakitnya seperti otot yang ditarik, berkedut, hingga rasa terbakar. Meski setiap orang memiliki gejala yang berbeda, terdapat gejala umum yang bisa dikenali, seperti rasa sakit dan gangguan tidur.

Diagnosis dan Pengobatan Nyeri Otot

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan riwayat kesehatan secara menyeluruh. Selain itu, dokter dapat melakukan pemeriksaan diagnostik untuk mengonfirmasikan diagnosis seperti foto rontgen atau pencitraan jaringan otot seperti MRI. Jika pemeriksaan fisik dirasa belum mencukupi, dapat dilakukan pemeriksaan darah lengkap, pemeriksaan darah khusus untuk mengukur kadar otot, serta pemeriksaan lainnya untuk mendeteksi keberadaan penyakit Lyme dan kelainan pada jaringan penghubung.

Berbagai jenis terapi manual, atau mobilisasi, dapat digunakan untuk mengobati orang dengan masalah keselarasan tulang belakang. Untuk beberapa nyeri otot akut, teknik ini telah terbukti mempercepat pemulihan. Obat-obatan seperti obat anti-inflamasi (NSAID) dapat digunakan untuk mengobati peradangan atau nyeri. Obat nyeri otot tersebut antara lain ibuprofen, natrium diklofenak, serta asam mefenamat.

Pada pasien dengan gangguan nyeri otot seperti fibromyalgia, obat nyeri otot untuk meningkatkan kadar serotonin dan norepinefrin (neurotransmitter yang mengatur tidur, nyeri, dan fungsi sistem kekebalan tubuh) dapat diresepkan dalam dosis rendah. Beberapa obat-obatan yang digunakan untuk membantu tidur dapat diberikan jika nyeri memang sangat hebat, termasuk zolpidem (Ambien), eszopiclone (Lunesta), dan Ramelteon (Rozerem).

Indikasi Myonal 50 mg 

Myonal adalah salah satu obat yang berguna untuk mengobati kondisi simtomatik seperti spasme muskuloskeletal atau kejang otot. Obat ini bekerja sebagai antispasmodik dengan kandungan bahan aktif berupa Eperisone HCl, yang bekerja dengan cara merelaksasi otot yang kejang dan sebagai vasodilator.

Myonal merupakan merk dagang atau merk paten obat dari eperisone HCl. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, kegunaan eperisone HCl adalah sebagai antispasmodik dan muscle relaxan. Obat eperisone HCl ini masuk kedalam jenis obat G, yakni dijual dengan jumlah terbatas dan memerlukan resep dokter untuk mengonsumsinya.

Ilustrasi: nyeri otot (sumber: ipa.physio)
Ilustrasi: nyeri otot (sumber: ipa.physio)

Kegunaan Myonal adalah untuk merelaksasi otot rangka dan otot polos, sehingga tegangan otot bisa berkurang. Selain itu, juga memperlancar peredaran darah sekaligus mengurangi rasa nyeri. Beberapa orang yang membutuhkan obat ini adalah orang dengan kondisi kram perut, kram kaki, nyeri punggung, leher terasa tegang, dan sakit kepala akibat kram otot di kepala.

Setiap obat-obatan medis pasti memiliki efek sampingnya tersendiri. Berikut ini beberapa efek samping Myonal yang mungkin terjadi karena pernah dilaporkan oleh para pengguna. Semua perlu Anda ketahui, agar anda lebih berhati-hati ketika sedang dalam pengaruh obat ini.

Efek Samping Myonal 50 mg

  • Mengantuk, tetapi tingkat kantuk lebih rendah dibandingkan beberapa obat anti-spasmodik lainnya.
  • Efek samping yang mungkin terjadi seperti mengalami kelemahan otot, insomnia, mati rasa ataupun terjadi tremor atau gemetar pada bagian ekstremitas.
  • Badan menjadi lemas, letih, lesu dan lunglai. Jika hal ini dialami oleh konsumen obat, maka sudah terjadi perubahan hematologis seperti hadirnya anemia.
  • Efek samping yang mungkin terjadi dan masuk kedalam kondisi parah adalah terjadi disfungsi hati dan ginjal, sehingga terjadi gangguan kencing.
  • Efek samping yang tergolong ringan seperti kepala terasa pusing.
  • Efek samping lainnya yang mungkin saja terjadi seperti gangguan sistem pencernaan, misalnya sakit perut, mual, muntah, diare, anoreksia dan terkadang juga terjadi sembelit tergantung kondisi tubuh masing-masing konsumen.
  • Efek samping yang bisa berpotensi masuk ke dalam kategori fatal adalah terjadi shock anafilaktik, dengan gejala-gejala seperti ruam pada kulit atau kemerahan, gatal-gatal, edema pada wajah dan bagian tubuh lainnya, urtikaria, dyspnoea. Segeralah hentikan penggunaan obat dan segera dapatkan tindakan medis yang tepat.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, Myonal 50 mg merupakan obat yang digunakan untuk merelaksasi otot pada kondisi kejang otot atau spasme muskuloskeletal. Bagi Anda yang membutuhkan obat ini, pastikan Anda mengetahui harganya sebagai berikut.

Harga Myonal 50 mg

Kemasan Myonal 50 mg Harga
Myonal 50 Mg 1 tablet Rp10.835
Myonal 50 Mg 1 strip isi 10 tablet Rp98.560
Myonal 50 Mg 1 dus isi 10 strip Rp882.732

Informasi harga Myonal 50 mg di atas telah kami rangkum dari berbagai sumber, termasuk apotek online. Jika dibandingkan penawaran sebelumnya, harga Myonal 50 mg saat ini terpantau fluktuatif. Myonal 50 mg per tablet misalnya, yang semula dijual seharga Rp9.872, sekarang sedikit naik menjadi Rp10.835. Sementara itu, harga Myonal 50 mg 1 strip isi 10 tablet turun dari Rp111.280 menjadi Rp98.560. Perlu diingat, harga produk ini tidak terikat dan bisa berubah sewaktu-waktu.

Selain Myonal 50 mg, Anda pun bisa menggunakan obat nyeri otot lainnya seperti Nucoxi 15 mg yang dijual dengan harga mulai Rp12.617. Sementara itu, pemakaian krim juga dianjurkan untuk meredakan nyeri, seperti Voltadex gel 20 gram yang dibanderol dengan harga mulai Rp28 ribuan. Ada baiknya sebelum mengonsumsi obat tersebut, Anda sudah berkonsultasi dengan dokter.

Obat Myonal 50 mg - (@ApotikGrogol)
Obat Myonal 50 mg – (@ApotikGrogol)

Nyeri otot biasanya tidak berbahaya dan akan sembuh dengan sendirinya setelah mengonsumsi obat. Namun, segera periksakan ke dokter apabila nyeri otot tersebut disertai dengan kondisi tertentu seperti demam, bengkak di area nyeri, dan rasa nyeri masih belum hilang setelah beberapa hari.

Beberapa upaya pencegahan yang dapat Anda lakukan saat mengalami nyeri otot yaitu berolahraga secara rutin untuk menjaga kesehatan otot. Selain itu, perlu melakukan pemanasan dan pendinginan sebelum serta setelah berolahraga. Tak lupa Anda perlu melakukan peregangan sebelum dan sesudah melakukan aktivitas fisik. Mengonsumsi air putih yang banyak juga patut diperhatikan, terutama bila sering melakukan aktivitas fisik yang menguras tenaga. 

[Update: Ditta]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *