Keunggulan dan Update Harga Atap Rumbia

Selain jerami dan nipah, daun rumbia juga sering dijadikan sebagai bahan untuk atap bangunan. Atap rumbia seperti ini tidak hanya berfungsi sebagai pelindung bagian dalam bangunan, tetapi juga sebagai dekorasi, karena memiliki nilai estetika. Tak heran jika harga jualnya terbilang tidak murah.

Ilustrasi: Atap Rumbia (credit: Grid ID)
Ilustrasi: Atap Rumbia (credit: Grid ID)

Keunggulan Atap Rumbia

Atap rumbia sendiri merupakan salah satu jenis kerajinan yang terbuat dari daun rumbia yang dianyam dan diikat menggunakan tali bambu.[1] Pada zaman dahulu, atap rumbia sering dijadikan sebagai penutup atas bangunan tempat menyimpan hasil panen. Saat ini, atap tersebut lebih sering dijadikan bahan untuk menutup bagian atap rumah. Selain itu, banyak orang menggunakannya sebagai penutup bagian atas pondokan dan gazebo.

Bacaan Lainnya

Daun rumbia dipilih menjadi salah satu bahan untuk keperluan bangunan, karena memiliki sifat yang kaku dan berbentuk lurus. Dengan tulang daun yang sejajar dan tidak bercabang, membuat daun ini tetap tegak meskipun sudah kering. Daun rumbia yang dijadikan kerajinan atap rumah adalah daun yang sudah cukup tua, tetapi tidak kering.

Ciri daun rumbia yang baik dan berkualitas untuk dianyam, antara lain memiliki tulang daun yang kokoh, kaku, berwarna tua, tidak sobek, dan memiliki batang yang keras. Jika daun masih muda dan tidak memiliki pangkal batang yang kuat, akan mudah busuk saat dianyam. Selain itu, daun rumbia muda juga berukuran kecil dan tidak bisa diikat dengan tali bambu.

Sebelum dianyam, daun rumbia akan disortir berdasarkan ukurannya dan dibersihkan dari debu atau yang menempel. Membersihkan daun ini tidak sulit, karena perajin hanya perlu mengusapkan kain basah ke tiap helai daun. Untuk membuat satu anyaman atap, setidaknya memerlukan seratus lembar daun dengan ukuran yang sama. Banyaknya daun rumbia yang dianyam juga bisa disesuaikan dengan ukuran atap yang dipakai.

Pola anyaman yang dipakai untuk membuat atap rumbia adalah tegak dan lurus, berbeda dengan pola anyaman yang dipakai saat Anda membuat tikar atau dinding. Pola anyaman yang lurus akan membuat atap tidak memiliki sekat dan cela, sehingga atap mampu melindungi bagian dalam bangunan dari hujan dan terik matahari dengan baik.

Ilustrasi: Pengrajin Atap Rumbia (credit: Antarafoto)
Ilustrasi: Pengrajin Atap Rumbia (credit: Antarafoto)

Beberapa orang percaya, atap rumbia seperti ini juga bisa melindungi Anda dari hawa dingin saat malam. Atap alami yang terbuat dari daun, konon mampu menyerap panas di siang hari dan menyimpannya untuk malam hari. Sehingga, ruangan beratap daun ini akan terasa hangat saat malam. Meskipun begitu, atap tersebut tidak bisa menangkal hawa dingin sepenuhnya jika musim hujan tiba.

Keunggulan lain atap rumbia adalah cara memasangnya yang terbilang mudah. Anda hanya perlu memasangnya pada rangka kayu yang dijadikan sebagai atap. Rangka tersebut tidak harus terbuat dari kayu, bisa dari bambu atau besi. Atap rumbia tinggal ditempelkan saja di rangka dengan cara diapit oleh kayu atau bambu. Bagian penjepit tersebut harus diikat menggunakan tali tambang, supaya atap tidak mudah bergeser atau lepas.

Sebelum dipasang, sebaiknya Anda menjemur atap rumbia tersebut. Ini akan membantu daun rumbia yang baru dipasang kehilangan sebagian besar kandungan airnya, sehingga atap bisa lebih awet dan tidak membuat ruangan menjadi lembap. Pastikan juga Anda tidak meletakkan atap rumbia secara sembarangan sebelum dipasang. Sebaiknya Anda meletakkannya di tempat yang sejuk dan kering dengan posisi bagian pangkal berada di bawah. Beberapa orang juga menyemprotkan bahan khusus seperti cairan anti rayap, supaya daun tidak menjadi sarang rayap atau semut.

Sebagai tips supaya atap daun rumbia Anda awet dan tidak mudah rusak, Anda bisa menyusunnya dengan pola segitiga. Pasang daun rumbia dengan ukuran paling panjang berada di bagian bawah dan pasang anyaman rumbia dengan ukuran paling kecil di bagian atas. Semakin banyak Anda menumpuk anyaman daun rumbia di atas, maka atap tersebut akan semakin awet. Selain itu, bentuk atap seperti ini terlihat estetik dan unik. Lalu, berapa harga  atap rumbia basah dan kering di pasaran saat ini?

Harga Atap Rumbia Basah

Proses Pembuatan Atap Rumbia (sumber: kayongsolidaritas.com)
Proses Atap Rumbia (sumber: kayongsolidaritas.com)
Ukuran Atap Rumbia Basah Harga
Atap Rumbia Basah 120 cm x 50 cm Rp6.000 lembar
Atap Rumbia Basah 100 cm x 50 cm 5 pcs Rp20.000 per ikat
Atap Rumbia Basah 120 cm x 50 cm 50 pcs Rp250.000 per ikat

Harga atap rumbia basah di atas telah kami rangkum dari berbagai macam sumber, termasuk situs online. Sebagai perbandingan, tahun lalu, atap rumbia basah ukuran 120 cm x 50 cm dijual dengan harga mulai Rp5.000 per lembar, sedangkan harga paket atap rumbia basah 25 pcs sekitar Rp110 ribu per ikat.

Harga Atap Rumbia Kering

Ukuran Atap Rumbia Kering Harga
Atap Rumbia Kering 100 cm x 70 cm Rp6.800 per lembar
Atap Rumbia Kering 120 cm x 50 cm Rp10.000 per lembar
Atap Rumbia Kering 120 cm x 50 cm 10 pcs Rp48.000 per ikat
Atap Rumbia Kering 120 cm x 70 cm 10 pcs Rp77.600 per ikat

Harga atap rumbia kering di atas juga telah kami rangkum dari berbagai macam sumber, termasuk situs jual beli online. Sebagai perbandingan, tahun lalu, atap rumbia kering ukuran 120 cm x 50 cm dijual dengan harga mulai Rp7.500 per lembar, sedangkan paket atap rumbia kering 25 pcs dijual seharga Rp110 ribu per ikat.

Perlu diingat, harga atap rumbia tersebut tidak terikat dan bisa berubah sewaktu-waktu. Untuk mendapatkan atap rumbia tidaklah sulit, apalagi jenis atap seperti ini sedang populer di pasaran. Anda bisa membelinya di toko bangunan, toko kerajinan, dan situs jual beli online.

[Update: Ditta]

[1] Elvina, Elfiana, Zuriani. 2017. Analisis Usaha Anyaman Daun Rumbia di Gampong Cot Tufah Kecamatan Gandapura Kabupaten Bireuen. Jurnal S. Pertanian Universitas Almuslim, Vol. 1(1): 77-87.

Pos terkait