Update Harga Ventolin Inhaler untuk Asma

Untuk mereka yang mengalami gangguan sesak napas, salah satu obat yang dapat diberikan adalah salbutamol. Tidak sulit mendapatkan obat ini karena sudah ada beragam merk yang dapat dibeli di apotek. Nah, salah satu yang cukup populer adalah Ventolin Inhaler, meski memang harganya tidak bisa dikatakan murah, berkisar ratusan ribu rupiah.

Ilustrasi: penderita asma menggunakan Ventolin Inhaler (sumber: netdoctor.co.uk)
Ilustrasi: penderita asma menggunakan Ventolin Inhaler (sumber: netdoctor.co.uk)

Penyakit asma merupakan gangguan saluran pernapasan jangka panjang yang ditandai dengan sesak napas dan mengi. Mengi sendiri adalah suara yang dihasilkan udara saat melalui saluran pernapasan yang menyempit. Asma terjadi karena penyempitan dan peradangan pada saluran pernapasan. Akibatnya, orang yang menderita asma akan merasakan sesak dan sulit bernapas.

Bacaan Lainnya

WHO memperkirakan sekitar 235 juta populasi dunia adalah penderita asma. Menurut data dari Riset Data Kesehatan Departemen Kesehatan Indonesia pada 2013, penderita asma di Indonesia adalah 4,5 persen dari keseluruhan penduduk. Prevalensi asma tertinggi terdapat di Sulawesi Tengah sebanyak 7,8 persen diikuti Nusa Tenggara Timur 7,3 persen, DI Yogyakarta 6,9 persen, dan Sulawesi Selatan 6,7 persen.

Penyebab asma kurang dapat diketahui. Namun, berdasarkan Canadian Lung Association, asma dapat muncul karena reaksi terhadap faktor pencetus yang mengakibatkan inflamasi saluran pernapasan atau reaksi hipersensitivitas.[1] Kedua faktor tersebut akan menyebabkan asma kambuh dan akibatnya penderita akan kekurangan udara sehingga kesulitan bernapas.

Secara medis, penyakit asma memang sangat sulit disembuhkan.[2] Meski demikian, penyakit ini dapat dikontrol sehingga tidak mengganggu aktivitas sehari-hari. Pengendalian asma salah satunya dapat dilakukan dengan menghindari faktor pencetus, yakni segala hal yang dapat menimbulkan gejala asma. Penanganan asma memiliki dua tujuan, yaitu meredakan gejala dan mencegah gejala kambuh kembali. Tentunya pengobatan harus disesuaikan dengan hasil diagnosis dokter dan kondisi penderita.

Penanganan Asma

  • Menghindari pemicu munculnya gejala.
  • Menggunakan inhaler pereda untuk meredakan gejala asma jangka pendek dengan membuat saluran pernapasan rileks.
  • Penggunaan inhaler pencegah rutin setiap hari untuk mengurangi radang pada saluran pernapasan dan mencegah gejala asma kambuh.
  • Penggunaan inhaler kombinasi pencegah dan pereda setiap hari agar mencegah timbulnya gejala asma serta membuat saluran pernapasan rileks dalam jangka waktu lebih lama.

Memang, dari sekian obat yang digunakan untuk asma, inhaler merupakan yang sering dipakai. Ada banyak obat inhaler yang sudah diakui dapat membantu meredakan gejala asma, salah satunya salbutamol, yang bekerja dengan cara melemaskan otot-otot di sekitar saluran pernapasan yang menyempit, sehingga udara dapat mengalir lebih lancar ke dalam paru-paru. Efek obat ini, seperti dilansir Alodokter.com, dapat dirasakan dalam beberapa menit setelah dikonsumsi dan diklaim mampu bertahan selama tiga sampai lima jam.

Ilustrasi: penderita asma (sumber: news18.com)
Ilustrasi: penderita asma (sumber: news18.com)

Indikasi dan Dosis Ventolin Inhaler

Di pasaran sendiri, salbutamol telah tersedia dalam sejumlah merk dagang, termasuk Ventolin Inhaler. Ini adalah obat dengan kandungan salbutamol yang diklaim dapat digunakan untuk membantu mengobati penyakit pada saluran pernapasan seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Obat ini bekerja dengan cara merangsang secara selektif reseptor beta-2 adrenergik, terutama pada otot bronkus. Ini membuat bronkodilatasi karena otot bronkus mengalami relaksasi.

Karena merupakan obat keras, penggunaan Ventolin Inhaler harus sesuai dengan resep atau petunjuk dokter. Umumnya, dosis untuk menghilangkan bronkospasme akut pada orang dewasa sebesar 100 atau 200 mcg, untuk pencegahan alergen atau bronkospasme akibat olahraga sebesar 200 mcg, untuk terapi kronis sebesar 200 mcg sebanyak 4 kali sehari. Sementara, dosis untuk , biasanya separuh orang dewasa atau sesuai resep dokter.

Selain dosis yang tepat, mengonsumsi Ventolin Inhaler juga tidak boleh sembarangan. Pasien disarankan duduk atau berdiri tegak saat menggunakan inhaler. Kocok inhaler dengan baik sebelum menghirupnya. Langsung tarik napas perlahan begitu Anda menekan inhaler. Tahan napas selama minimal 10 detik setelah menghirupnya. Tarik dan buang napas perlahan di antara setiap isapan.

Harga Ventolin Inhaler di Apotek

Nama Apotek Harga
Farmaku Rp157.700
Apotek K24 Rp165.251
Hdmall Rp181.835

Jika dibandingkan penawaran sebelumnya, harga Ventolin Inhaler di apotek saat ini cenderung naik. Misalnya, Ventolin Inhaler 100 mcg/Puff 200 Dose di Apotek K24 semula dijual seharga Rp154.664, sekarang naik menjadi Rp165.251 per kemasan. Begitu pula harga Ventolin Inhaler di Farmaku yang sedikit naik dari Rp155 ribu menjadi Rp157.700 per kemasan.

Ventolin inhaler (sumber: cam.ac.uk)
Ventolin inhaler (sumber: cam.ac.uk)

Selain Ventolin Inhaler, ada pula inhaler merk lain yang juga dapat digunakan untuk meredakan kondisi asma. Sebagai bahan referensi, berikut harga inhaler untuk asma di apotek saat ini.

Harga Inhaler Lainnya di Apotek

Merk Inhaler Harga
Seretide 50 Inh 120 puff Rp207.724
Flutias 125 Mcg 120 Doses Rp217.799
Seretide 125 Inh 120 puff Rp225.118

Perlu diingat, harga produk inhaler untuk asma di atas tidak terikat karena dapat mengalami perubahan sewaktu-waktu. Untuk info lebih lanjut, tak ada salahnya datang langsung ke apotek terdekat.

[Update: Ditta]

[1] Canadian Lung Association. 2015. Asthma: asthma treatment. Ottawa.

[2] Dharmayanti, Ika, et al. Asthma among Children in Indonesia: Causes and Triggers. Kesmas: National Public Health Journal, Vol. 9(4): 320-326.

Pos terkait