Update Harga Tupai 3 (Tiga) Warna di Pasaran

Memiliki hewan peliharaan di rumah memang menyenangkan. Beberapa dari Anda mungkin sudah bosan dengan hewan-hewan peliharaan yang itu-itu saja seperti kucing, anjing, atau ikan. Nah, bila Anda ingin hewan peliharaan yang berbeda dari biasanya, Anda bisa mencoba memelihara tupai atau bajing. Jenis tupai yang ada di luar sana cukup beragam, dan salah satu yang cukup menarik dan jinak untuk dipelihara adalah tupai 3 warna. Meskipun harga jualnya tidak bisa dibilang murah, hewan ini ternyata cukup laris.

Tupai 3 warna (sumber: feryarifian.com)
Tupai 3 warna (sumber: feryarifian.com)

Karakteristik Tupai 3 Warna

Tupai Prevost atau biasa dikenal sebagai tupai 3 warna adalah spesies yang sangat bervariasi, kadang-kadang tiga warna kadang dua warna, umumnya dengan perut merah dipisahkan dari punggung hitam atau gelap dengan garis putih.[1] Sementara itu, dilansir dari Wikipedia, bajing tiga warna Asia atau yang memiliki nama ilmiah Callosciurus prevostii ini adalah spesies hewan pengerat yang berwarna-warni di Sciuridae. Hewan ini banyak ditemukan di Semenanjung Thailand-Melayu, Sumatera, Kalimantan, dan pulau-pulau kecil di dekatnya, dengan populasi yang diperkenalkan di Sulawesi utara.

Bacaan Lainnya

Meskipun jumlah tupai 3 warna di beberapa daerah menurun karena hilangnya habitat dan perburuan, spesies ini tidak dianggap terancam karena secara umum populasinya tetap ada dan cukup luas. Mamalia ini dapat hidup di habitat yang agak terganggu, dan sering mengunjungi perkebunan. Sebagian besar hewan pengerat ini memakan seperti buah-buahan, tetapi ada juga yang memakan serangga.

Di Indonesia, hewan ini sering disalahartikan sebagai hewan tupai tiga warna. Padahal, seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, binatang ini termasuk sciuridae (bajing) bukan tupaiidae (tupai). Dalam bahasa Inggris, bajing disebut dengan istilah squirrel, sementara itu tupai sebutannya adalah treeshrew.

Sesuai dengan namanya, jenis ini mudah dikenali karena tubuhnya memiliki corak yang dihiasi tiga warna. Di bagian punggung berwarna hitam, di bagian bawah memiliki kombinasi merah kecokelatan, sedangkan di bagian tepi perut berwarna putih. Sementara, untuk ukurannya, tergolong sebagai bajing yang memiliki ukuran sedang. Kepala dan tubuh hewan ini biasanya memiliki panjang sekitar 20-27 cm dan panjang ekor hampir sama, dengan berat antara 250-500 gram.

Tupai 3 (Tiga) Warna – www.tokopedia.com

Karakter tupai 3 warna sebenarnya tak jauh berbeda dari karakter glider atau bajing ketika di alam liar. Sepanjang hidupnya lebih banyak dihabiskan di atas pohon dengan cara membuat sarang dari ranting dan dedaunan. Mamalia ini biasanya akan turun dari pohon ketika lapar atau sekadar ingin mencari makan. Karena termasuk satwa diurnal, bajing ini lebih aktif di pagi sampai siang hari. Sehingga, Anda tidak perlu bersusah payah melatihnya untuk tidur sesuai jam tidur Anda.

Hewan ini pun tergolong jinak. Tak heran jika kemudian banyak orang yang tertarik untuk memiliki dan memeliharanya di rumah. Apabila dilatih dan dirawat dengan sabar, tupai 3 warna akan seperti kucing yang manja dan ramah. Jika sudah sangat dekat, mamalia ini juga tidak akan menggigit atau mencakar Anda.

Cara pemeliharaan tupai 3 warna relatif mudah. Tupai ini menyukai makanan berupa biji-bijian seperti jagung, kacang, dan buah-buahan layaknya pepaya, pisang, dan apel. Guna memenuhi asupan proteinnya, bajing ini juga bisa mencari makanan berupa serangga seperti jangkrik atau ulat hongkong. Bila ingin memeliharanya di rumah, Anda kabarnya juga bisa memberikan bubur bayi rasa pisang.

Selain soal pakan, pastikan juga kandang dari mamalia mungil  ini selalu bersih dan nyaman agar binatang peliharaan Anda tersebut tidak stres dan tetap bisa bergerak dengan lincah. Anda juga bisa menambahkan ranting-ranting kecil di dalam kandang agar bisa sesuai seperti habitat aslinya.

Harga Tupai 3 Warna

Ilustrasi: Callosciurus prevostii (credit: wikimedia.org)

Di pasaran Indonesia, harga tupai 3 warna tahun berkisar Rp1 juta hingga Rp1,5 jutaan per ekor, turun menjadi Rp700 ribuan hingga Rp1 jutaan per ekor tahun 2021, naik lagi menjadi Rp850 ribu hingga Rp1,5 juta per ekor tahun 2022. Harga hewan yang berlaku di setiap tempat kemungkinan bisa berbeda-beda, tergantung kondisi tupai dan juga penawaran pihak penjual. Selain itu, harga mamalia ini tidak terikat dan bisa berubah sewaktu-waktu.

Jika Anda sedang mencari hewan ini, Anda bisa membelinya di pasar hewan terdekat yang menjual berbagai binatang peliharaan. Jika sulit menemukannya, Anda bisa mencari di komunitas pencinta tupai 3 warna yang ada di kota Anda atau bisa juga membeli secara online di sejumlah e-commerce.

 

 

[Update: Almas]

 

 

[1] Thorington, Richard W, dkk. 2012. Squirrels of The World. Maryland: The Johns Hopkins University.

 

Pos terkait