Update Besaran Limit Saldo ATM Bank Mandiri Setelah Transaksi

Jika Anda melakukan transaksi lewat mesin ATM, Anda juga harus memperhatikan besaran tabungan Anda. Pasalnya, tidak sedikit bank yang mematok limit saldo rekening nasabah mereka, termasuk Bank Mandiri. Pasalnya, jika saldo tidak mencukupi dari jumlah yang ditentukan, bukan tidak mungkin Anda akan dikenakan denda atau tabungan Anda akan ditutup secara otomatis oleh bank yang bersangkutan.

Ilustrasi: Produk Tabungan Bank Mandiri (credit: Qoala)
Ilustrasi: Produk Tabungan Bank Mandiri (credit: Qoala)

Mengendap di Rekening Bank Mandiri

sendiri, seperti dilansir dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, adalah selisih antara uang yang masuk dengan uang yang keluar. Sementara, bank bisa dikatakan sebagai badan usaha di bidang keuangan yang menarik dan mengeluarkan uang dalam masyarakat, terutama memberikan kredit dan jasa dalam lalu lintas pembayaran dan peredaran uang. Jadi, saldo bank adalah saldo rekening yang terdapat di bank.

Bacaan Lainnya

Dirangkum dari Bisnis, sebagian besar bank menetapkan batas minimal yang harus diendapkan di dalam rekening tabungan, alias tidak dapat ditarik kembali. Besaran saldo mengendap bervariasi di setiap bank, antara Rp20.000 hingga puluhan juta rupiah per rekening, tergantung kepada setiap bank dan jenis tabungan yang dipilih oleh nasabah.

Ada beberapa alasan kenapa bank menetapkan mengendap di tabungan nasabah mereka. Menurut Corporate Secretary PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., pemberlakuan kewajiban adanya saldo mengendap di rekening dilakukan dengan tujuan mengantisipasi apabila suatu saat nasabah tidak lagi menggunakan rekening, maka dana yang tersisa dapat dipergunakan bank sebagai biaya administrasi penutupan rekening.

Selain itu, peraturan ini juga dibuat untuk memberikan keamanan jika nasabah dalam tempo waktu tertentu tidak pernah menggunakan rekeningnya, kemudian dilakukan penutupan oleh pihak bank. Dalam kondisi seperti itu, bank akan memanfaatkan mengendap untuk mengganti biaya administrasi. Begitu pentingnya saldo mengendap bagi bank, sehingga bank akan menetapkan denda apabila saldo tidak mencukupi.

Limit ATM Bank Mandiri – www.deliknews.com

Sementara itu, menurut pihak PT Bank Central Asia (BCA) Tbk., yang mengendap atau ditahan bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi nasabah agar rekening mereka tetap aktif. Pasalnya, setiap bulan, BCA menetapkan kebijakan mengenakan biaya administrasi, dan biaya tersebut dipotong langsung dari saldo rekening nasabah. Jika saldo rekening nol rupiah, dan dua sampai tiga bulan selanjutnya tetap nol rupiah, maka pihak bank akan menutup rekening tersebut secara otomatis.

Apabila ditahan milik nasabah ternyata jumlahnya kurang dari yang ditetapkan, maka pihak bank juga tidak jarang menerapkan denda. Denda atau penalti rekening pasif ini biasanya juga akan bertambah jika saldo nasabah kurang dan tidak aktif selama tiga bulan berturut-turut. Dalih bank, denda atau biaya tersebut merupakan bagian dari konsekuensi layanan yang dipilih oleh nasabah.

Pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan bahwa penerapan saldo ditahan merupakan kebijakan masing-masing bank. Dalam hal ini, OJK selaku badan pengawas lembaga keuangan, sama sekali tidak mengatur berapa besaran saldo yang ditahan di masing-masing bank. Yang pasti, saldo itu memang digunakan untuk menutupi overhead cost bank dalam mengelola deposan. 

Saldo mengendap yang ditetapkan oleh perbankan, meskipun nilainya relatif kecil, merupakan salah satu bahan pertimbangan oleh calon nasabah untuk memilih produk rekening tabungan. Jadi, untuk menghindari kesalahpahaman, bank sebaiknya memberikan edukasi dan pemahaman lebih mendalam mengenai fungsi saldo mengendap kepada nasabah.

Saldo ATM Bank Mandiri

Seperti disinggung di atas, kebanyakan bank memang menerapkan kebijakan saldo mengendap untuk rekening nasabah mereka, tidak terkecuali Bank Mandiri. Besaran atau limit saldo rekening nasabah Bank Mandiri bervariasi, tergantung jenis layanan atau tabungan yang mereka pilih. Namun, umumnya besaran limit saldo tabungan Bank Mandiri tidak besar.

Bank Mandiri sendiri termasuk salah satu bank nasional milik pemerintah Indonesia. Bank yang memiliki kantor pusat di Jakarta dan didirikan sejak tahun 1998 tahun silam ini termasuk bank terbesar di Tanah Air dalam hal aset, pinjaman, dan deposit. Bank Mandiri sendiri merupakan gabungan dari 4 bank milik pemerintah, antara lain Bank Bumi Daya (BBD), Bank Dagang Negara (BDN), Bank Ekspor Impor Indonesia (Bank Exim), dan Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo).

Untuk memudahkan transaksi para nasabah, hingga Juni 2013 lalu, Bank Mandiri memiliki 1.811 cabang dan sekitar 11.812 mesin ATM yang tersebar di 34 provinsi yang ada di Indonesia. Hingga saat ini, Bank Mandiri juga termasuk bank dengan jumlah nasabah yang besar karena adanya beragam layanan yang ditawarkan oleh Bank Mandiri, mulai dari tabungan, ATM, deposito, kartu kredit, pinjaman, pembayaran, hingga fasilitas e-banking lewat internet atau SMS agar para nasabah makin mudah dan praktis saat melakukan transaksi keuangan.

Bank ini sudah menghadirkan beragam produk tabungan untuk nasabah perorangan. Anda bisa memilih menabung di rekening Tabungan Rupiah, Tabungan Valas, Tabungan Rencana, TabunganKu, atau Tabungan Bisnis. Masing-masing produk juga menetapkan limit saldo, termasuk setelah bertransaksi lewat ATM. Berikut kami sajikan limit saldo ATM Bank Mandiri.

Limit Saldo ATM Bank Mandiri – www.liputan6.com

Biaya Limit Saldo ATM Mandiri

Produk Tabungan Mandiri Limit Saldo
TabunganKu Rp20.000
Tabungan Rupiah Rp100.000
Tabungan Bisnis Saldo Ditahan : Rp10.000
Saldo Akhir Bulan : Rp10.000.000
Tabungan Valas USD100 atau SGD200

Apabila dibandingkan dengan tahun 2019, 2020, dan 2021, besaran nominal limit saldo ATM Bank Mandiri setelah transaksi masih belum mengalami perubahan pada 2022. Informasi besaran limit saldo tabungan Bank Mandiri di atas kami rangkum dari berbagai sumber, termasuk situs Bank Mandiri dan sumber lain di internet. Besaran limit saldo tersebut tidak mengikat dan dapat berubah sewaktu-waktu, tergantung kebijakan bank yang bersangkutan.

Jika Anda memerlukan informasi lebih lengkap, bisa datang langsung ke cabang Bank Mandiri terdekat di kota Anda atau menghubungi call center di nomor 14000 dan email di alamat mandiricare@bankmandiri.co.id.

[Update: Almas]

Pos terkait