Info Tarif Tol Solo-Surabaya

Bagi Anda yang ingin melakukan perjalanan darat dari Solo ke Surabaya atau rute sebaliknya, menggunakan bisa dijadikan pilihan. Meski harus membayar sejumlah tarif tertentu, jalan Tol Solo-Surabaya menawarkan perjalanan yang lebih lancar dan bebas hambatan dibanding melewati jalanan biasa yang rawan macet.

Kendaraan di jalan tol (sumber: lamudi)
Kendaraan di jalan tol (sumber: lamudi)

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan, merupakan jalan umum yang menjadi bagian sistem jaringan jalan dan sebagai jalan nasional yang kepada penggunanya diwajibkan membayar tarif atau bayaran sejumlah tertentu (pay for service). Pembangunan jalan tol diperuntukkan bagi pengguna jalan yang mampu dan mau membayar sejumlah biaya tertentu (tarif tol) sesuai peraturan perundangan yang berlaku.[1]

Bacaan Lainnya

adalah jalan umum yang merupakan bagian sistem jaringan jalan dan sebagai jalan nasional yang penggunanya diwajibkan membayar tol. Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) adalah badan yang dibentuk oleh menteri, ada di bawah, dan bertanggung jawab kepada menteri. Pengguna jalan tol adalah setiap orang yang menggunakan kendaraan bermotor dengan membayar tol.

Penyelenggaraan dimaksudkan untuk mewujudkan pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya, serta keseimbangan dalam pengembangan wilayah dengan memperhatikan keadilan yang dapat dicapai dengan membina jaringan jalan yang dananya berasal dari pengguna jalan. Penyelenggaraan jalan tol bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pelayanan jasa distribusi guna peningkatan pertumbuhan ekonomi terutama di wilayah yang sudah tinggi tingkat perkembangannya.[2]

Nah, untuk tol Solo-Surabaya terbagi menjadi beberapa ruas jalan tol, yakni ruas Tol Solo-Ngawi, Tol Ngawi-Kertosono, Tol Kertosono-Mojokerto, dan terakhir Tol Mojokerto-Surabaya. Panjang keseluruhan Tol Solo-Surabaya sekitar 250 km apabila dihitung dari Gerbang Tol Warugunung Surabaya sampai Gerbang Tol Ngemplak Solo. Setiap ruas juga sudah dilengkapi fasilitas rest area untuk para pengguna jalan tol.

Ruas Solo-Surabaya

Ruas Solo-Ngawi

Ruas ini mempunyai panjang 90 km dan merupakan bagian terpanjang dari Tol Solo-Surabaya. Fasilitas rest area tersedia di KM 519 A. Ruas Ngawi-Solo beroperasi penuh sejak tahun 2018 lalu.

Ruas Ngawi-Kertosono

Ruas Ngawi-Kertosono memiliki panjang sekitar 87 km. Rest area ruas Ngawi-Kertosono tersedia di 3 titik, antara lain KM 597 A, KM 575 A, dan KM 519 A. Ruas Ngawi-Kertosono adalah bagian dari Tol Solo-Surabaya yang selesai paling akhir. Keseluruhan ruas Ngawi-Kertosono beroperasi pada Desember 2018.

Ruas Kertosono-Mojokerto

Berikutnya untuk ruas Kertosono-Mojokerto memiliki panjang 40 km. Ruas Kertosono-Mojokerto juga sudah ditunjang dengan fasilitasrest area yang tersedia di KM 695 B dan juga KM 678 A. Keduanya dilengkapi dengan area parkir, pujasera, tempat istirahat, toilet, dan juga musala. Seperti halnya ruas jalan tol sebelumnya, ruas Kertosono-Mojokerto beroperasi penuh pada 2018.

Ruas Mojokerto-Surabaya

Ruas terakhir dari Tol Solo-Surabaya adalah ruas Mojokerto-Surabaya. Jalan tol ini mempunyai panjang sekitar 36 km. Untuk Anda yang ingin beristirahat sejenak setelah menempuh perjalanan jauh, bisa menepi ke rest area yang terletak di dua titik, yaitu KM 726 dan KM 157. Ruas Tol Mojokerto-Surabaya beroperasi secara penuh usai diresmikan tahun 2017 lalu.

Ruas jalan tol (sumber: kompas)

Nah, jika Anda penasaran mengenai harga tol tersebut, simak rincian tarif Tol Solo-Surabaya untuk kendaraan golongan I alias kendaraan pribadi berikut ini.

Tarif Tol Solo-Surabaya

Ruas Tol Solo – Surabaya Tarif Kendaraan Golongan I
Tol Solo – Ngawi Rp104.500
Tol Ngawi – Kertosono Rp91.000
Tol Kertosono – Mojokerto Rp50.000
Tol Mojokerto – Surabaya Rp39.000

Apabila ditotal, tarif Tol Solo-Surabaya maupun sebaliknya sekitar Rp284.500. Jadi, Anda perlu menyiapkan dana sekian atau lebih apabila ingin melakukan perjalanan darat melalui Tol Solo Surabaya. Perlu diingat bahwa tarif Tol Solo-Surabaya dapat mengalami perubahan sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya. Pastikan saldo e-toll atau uang elektronik Anda cukup sebelum memasuki gate atau pintu tol agar proses pembayaran lebih cepat.

[1] Simanjuntak, E dkk. 2014. Peluang Investasi Infrastruktur Bidang Pekerjaan Umum. Jakarta: Pusat Kajian Strategis Kementerian Pekerjaan Umum, hlm 85.

[2] Sasono, HB. 2013. Manajemen Impor & Importasi Indonesia. Putri C, editor. Yogyakarta: Penerbit ANDI, hlm 261.

Pos terkait