Info Terbaru Tarif Rawat Inap Pasien BPJS (Kelas I, Kelas II, Kelas III)

BPJS Kesehatan atau Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan merupakan Badan Usaha Milik Negara yang ditugaskan khusus oleh untuk menyelenggarakan jaminan pemeliharaan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia, terutama untuk Pegawai Negeri Sipil, Penerima Pensiun PNS dan TNI/POLRI, Veteran, Perintis Kemerdekaan beserta keluarganya, dan badan usaha lainnya ataupun rakyat biasa.

BPJS Kesehatan (sumber: cnbcindonesia.com)

BPJS Kesehatan (sumber: cnbcindonesia.com)

Langkah pemerintah dengan mendirikan BPJS Kesehatan yang mengelola Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) memang membawa banyak bagi sebagian besar warga Indonesia. paling besar terutama dirasakan oleh masyarakat kelas menengah ke bawah yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Kekhawatiran masyarakat akan tingginya pembiayaan pelayanan kesehatan perlahan surut dengan adanya BPJS ini. Singkatnya, BPJS menjadi solusi alternatif dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat. 

pelayanan dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional perorangan dilakukan secara komprehensif dan berjenjang, sesuai dengan kebutuhan medis peserta. Pelayanan komprehensif meliputi pro-motif (peningkatan status kesehatan), preventif (pencegahan ), kuratif (pengobatan), dan rehabilitatif (pengembalian bekas penderita ke masyarakat).

Sementara, untuk pelayanan berjenjang, program ini meliputi pelayanan kesehatan tingkat pertama di puskesmas, klinik, praktik dokter, atau RS Kelas D Pratama serta pelayanan kesehatan rujukan tingkat lanjutan di klinik spesialis, RS Umum, dan RS Khusus. Secara lebih rinci, pelayanan kesehatan tingkat pertama, yaitu pelayanan kesehatan non-spesialis yang mencakup:

  • Administrasi pelayanan.
  • Pelayanan promotif dan preventif.
  • , pengobatan dan konsultasi medis.
  • Tindakan medis non-spesialis, baik operatif maupun non-operatif.
  • Pelayanan dan bahan medis habis pakai.
  • Transfusi darah sesuai kebutuhan medis.
  • Pemeriksaan penunjang diagnosis laboratorium tingkat pertama.
  • Rawat inap tingkat pertama sesuai indikasi.
Ilustrasi: pasien terbaring di rumah sakit

Ilustrasi: pasien terbaring di

Sementara, pelayanan kesehatan rujukan tingkat lanjutan, yaitu pelayanan kesehatan yang mencakup:

  • Rawat jalan, meliputi administrasi pelayanan; pemeriksaan, pengobatan dan konsultasi oleh dokter spesialis dan sub spesialis; tindakan medis spesialis sesuai dengan indikasi medis; pelayanan obat dan bahan medis habis pakai; pelayanan alat kesehatan implant; pelayanan penunjang diagnostic lanjutan sesuai dengan indikasi medis; rehabilitasi medis; pelayanan darah; pelayanan forensik; dan pelayanan jenazah di fasilitas kesehatan.
  • Rawat Inap yang meliputi inap non-intensif, inap di ruang intensif, dan kesehatan lain yang ditetapkan oleh Menteri.

Mulai tanggal 1 April 2016 lalu, pemerintah memutuskan untuk menaikkan tarif iuran Jaminan Kesehatan Nasional yang dikelola oleh BPJS Kesehatan yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan. Berikut tarif baru iuran peserta JKN BPJS per April 2016 (dibayarkan setiap bulan).

KelasIuran AwalIuran Baru
Kelas IRp59.500Rp80.000
Kelas IIRp42.500Rp51.000
Kelas IIIRp25.500Rp25.500
Penerima Bantuan Iuran (PBI)-19.225

Kemudian, pada tahun 2020, Presiden Joko Widodo kembali menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 64 tahun 2020, yang kembali menaikkan iuran BPJS Kesehatan. Aturan ini dikeluarkan setelah Peraturan Presiden Nomor 75 tahun 2019 digugat oleh Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI). Berikut info terkini tarif iuran BPJS Kesehatan.

Tarif BPJS Terbaru

Aktivitas pelayanan BPJS Kesehatan (sumber: marketeers.com)

Aktivitas pelayanan BPJS Kesehatan (sumber: marketeers.com)

KelasTarif LamaTarif Baru
Kelas IRp80.000Rp150.000
Kelas IIRp51.000Rp100.000
Kelas IIIRp25.500Rp42.000

Aturan tarif terbaru tersebut mulai berlaku pada tanggal 1 Juli 2020, khusus untuk Kelas I dan Kelas II. Sementara itu, untuk pasien Kelas III, masih bisa tetap membayar sebesar Rp25.500, sedangkan sisanya sebesar Rp16.500 akan dibayarkan oleh pemerintah sebagai bantuan iuran. Namun, mulai tahun 2021, pasien Kelas III diwajibkan membayar iuran bulanan Rp35.000 dan sisanya sebesar Rp7.000 akan dibayar pemerintah pusat dan pemerintah daerah sebagai bantuan iuran.

Tarif Rawat Inap BPJS

Seperti diutarakan sebelumnya, BPJS juga menyediakan layanan rawat inap bagi pasien yang memang diharuskan menginap di rumah sakit atau klinik. Sementara, untuk biaya atau tarifnya, semua biaya rawat inap ditanggung oleh BPJS sesuai dengan golongan kelas masing-masing pasien. Jika pasien menginginkan kamar perawatan yang jauh lebih baik, maka mereka diizinkan untuk pindah kamar dengan membayar selisih biaya operasional kamar baru.

Nah, kabar terbaru menyebutkan, pemerintah akan menerapkan standar pelayanan rumah sakit yang sama untuk semua peserta BPJS Kesehatan. Jadi, tidak ada lagi perbedaan layanan seperti saat ini yang terdiri dari Kelas I, Kelas II, dan Kelas III. Nantinya, peserta bisa mendapatkan layanan yang sama untuk dokter, pemeriksaan, pengobatan, konsultasi dokter spesialis, obat, pemeriksaan lab, dan sebagainya. Yang membedakan hanya pada fasilitas ruang rawat inap. Aturan ini rencananya diterapkan paling lambat pada tahun 2022.

Baca juga  Update Harga, Manfaat, & Dosis Stimuno Anak
loading...
author
Sudah lama lulus dari S-1 di kampus PTN ternama. Penyuka musik dan sedikit audiophile.

Leave a reply "Info Terbaru Tarif Rawat Inap Pasien BPJS (Kelas I, Kelas II, Kelas III)"