Update Tarif Rawat Inap untuk Pasien BPJS

No comment7386 views

BPJS atau Badan Penyelenggara Jaminan Sosial merupakan Badan Usaha Milik Negara yang ditugaskan khusus oleh pemerintah untuk menyelenggarakan jaminan pemeliharaan bagi seluruh rakyat Indonesia, terutama untuk Pegawai Negeri Sipil, Penerima Pensiun PNS dan TNI/POLRI, Veteran, Perintis Kemerdekaan beserta keluarganya, dan badan usaha lainnya ataupun rakyat biasa.

Aktivitas pelayanan BPJS Kesehatan (sumber: marketeers.com)

Aktivitas pelayanan BPJS Kesehatan (sumber: marketeers.com)

Langkah pemerintah dengan mendirikan BPJS Kesehatan yang mengelola Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) memang membawa banyak manfaat bagi sebagian besar warga Indonesia. Manfaat paling besar terutama dirasakan oleh masyarakat menengah ke bawah yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Kekhawatiran masyarakat akan tingginya pembiayaan pelayanan kesehatan perlahan surut dengan adanya BPJS ini. Singkatnya, BPJS menjadi solusi alternatif dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Fasilitas pelayanan dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional perorangan dilakukan secara komprehensif dan berjenjang, sesuai dengan kebutuhan peserta. Pelayanan komprehensif meliputi pro-motif (peningkatan status kesehatan), preventif (pencegahan ), kuratif (pengobatan), dan rehabilitatif (pengembalian bekas penderita ke masyarakat).

Sementara, untuk pelayanan berjenjang, program ini meliputi pelayanan kesehatan tingkat pertama di puskesmas, , praktik , atau RS Kelas D Pratama serta pelayanan kesehatan rujukan tingkat lanjutan di spesialis, RS Umum, dan RS Khusus. Secara lebih rinci, pelayanan kesehatan tingkat pertama, yaitu pelayanan kesehatan non-spesialis yang mencakup:

  • Administrasi pelayanan.
  • Pelayanan promotif dan preventif.
  • Pemeriksaan, pengobatan dan konsultasi medis.
  • Tindakan medis non-spesialis, baik operatif maupun non-operatif.
  • Pelayanan obat dan bahan medis habis pakai.
  • Transfusi darah sesuai kebutuhan medis.
  • Pemeriksaan penunjang diagnosis laboratorium tingkat pertama.
  • Rawat inap tingkat pertama sesuai indikasi.

Sementara, pelayanan kesehatan rujukan tingkat lanjutan, yaitu pelayanan kesehatan yang meliputi:

  • Rawat jalan, meliputi administrasi pelayanan; pemeriksaan, pengobatan dan konsultasi oleh dokter spesialis dan sub spesialis; tindakan medis spesialis sesuai dengan indikasi medis; pelayanan obat dan bahan medis habis pakai; pelayanan alat kesehatan implant; pelayanan penunjang diagnostic lanjutan sesuai dengan indikasi medis; rehabilitasi medis; pelayanan darah; pelayanan kedokteran forensik; dan pelayanan jenazah di fasilitas kesehatan.
  • Rawat Inap yang meliputi inap non-intensif, inap di ruang intensif, dan kesehatan lain yang ditetapkan oleh Menteri.

    Ilustrasi: pasien rawat inap di rumah sakit

    Ilustrasi: pasien rawat inap di rumah sakit

Mulai tanggal 1 April 2016 lalu, pemerintah memutuskan untuk menaikkan iuran Jaminan Kesehatan Nasional yang dikelola oleh BPJS Kesehatan yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan. Berikut baru iuran peserta JKN BPJS per April 2016 (dibayarkan setiap bulan).

KelasIuran AwalIuran BaruNilai Kenaikan
Kelas IRp59.500Rp80.000Rp20.500
Kelas IIRp42.500Rp51.000Rp8.500
Kelas IIIRp25.500Rp25.500Tidak Berubah
Penerima Bantuan Iuran (PBI)-19.225-

Seperti diutarakan sebelumnya, BPJS juga menyediakan layanan rawat inap bagi pasien yang memang diharuskan menginap di rumah sakit atau klinik. Sementara, untuk atau tarifnya, semua rawat inap ditanggung oleh BPJS sesuai dengan golongan kelas masing-masing pasien. Jika pasien menginginkan kamar perawatan yang jauh lebih baik, maka mereka diizinkan untuk pindah kamar dengan membayar selisih operasional kamar baru.

Sayangnya, di dalam praktiknya, banyak rumah sakit yang masih menarik biaya kepada pasien, meskipun mereka telah terdaftar sebagai peserta BPJS. Kecurangan yang dilakukan rumah sakit dan klinik disebabkan oleh rendahnya pemahaman masyarakat tentang program JKN. Di samping itu, Peraturan Menteri Kesehatan No. 4 tahun 2017 tentang Standar Tarif Pelayanan Kesehatan dalam Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan membuka celah bagi rumah sakit untuk memungut biaya tambahan bagi pasien yang kelas rawat inap mereka naik dengan alasan kamar penuh. Padahal merujuk Permenkes 28/2014, ketika ruang perawatan penuh, pasien bisa naik kelas tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan.

Kementerian Kesehatan juga kabarnya berencana menerapkan sistem Urun Biaya yang dimaksudkan untuk kendali mutu dan kendali biaya serta pencegahan penyalahgunaan pelayanan di fasilitas kesehatan atau faskes. Adapun untuk rawat inap, besarnya urun biaya yang dikenakan adalah 10% dari biaya pelayanan dihitung dari dari total tarif INA-CBG setiap kali melakukan rawat inap.

Bila rawat inap di atas kelas satu, maka urun biaya sebesar 10% dihitung dari total tarif INA-CBG. Urun biaya untuk rawat inap ini ditetapkan paling tinggi sebesar Rp 30.000.000. Namun kebijakan mengenai urun biaya ini masih disusun dan belum ditetapkan sampai sekarang.

[Update: Dian]

Baca juga  Harga Terbaru Minyak Vitamin E di Pasaran Lokal
author
Sudah lama lulus dari S-1 di kampus PTN ternama. Penyuka musik dan sedikit audiophile.

Leave a reply "Update Tarif Rawat Inap untuk Pasien BPJS"