Update Tarif Pasang Listrik Baru PLN (Prabayar dan Pascabayar)

Seiring dengan meningkatnya pembangunan infrastruktur, seperti rumah dan gedung perkantoran, permintaan atas pemasangan listrik baru di PLN pun semakin tinggi. Ada konsumen yang mengajukan pemasangan listrik kapasitas 900 VA atau 900 Watt dan ada juga yang mengajukan pemasangan dengan daya 1.300 VA atau di atasnya. Biaya atau tarif pemasangan listrik baru ini sendiri bervariasi, tergantung daya yang diperlukan.

PLN, listrik, baru, pemasangan, pasang, daya, SLO, sertifikat, peraturan, rumah, infrastruktur, listrik pintar, token, energi, prabayar, pulsa
Gardu induk PLN (sumber: bumntrack.com)

Beberapa tahun lalu, sebelum inovasi listrik pintar diluncurkan, lazim menggunakan energi listrik terlebih dulu, dan lantas membayar tagihan di bulan berikutnya. Skema pembayar ini adalah PLN harus mencatat meter, menghitung, dan menerbitkan rekening yang harus dibayar pelanggan, melakukan penagihan kepada pelanggan jika terlambat membayar, hingga memutus aliran listrik jika pelanggan tidak melunasi tagihan mereka selama batas waktu yang ditentukan.

Bacaan Lainnya

Meski sekarang masih banyak yang menggunakan model listrik konvensional, namun untuk mereka yang ingin memasang listrik baru, PLN mewajibkan pelanggan menggunakan listrik pintar. Pada sistem baru ini, pelanggan diminta mengeluarkan biaya untuk membeli energi listrik yang akan mereka konsumsi. Sistem ini mirip dengan pembelian pulsa prabayar pada ponsel.

Besaran energi listrik yang telah dibeli oleh pelanggan dimasukkan ke dalam Meter Prabayar (MPB) yang terpasang di rumah pelanggan melalui sistem ‘token’ (pulsa) atau stroom. MPB menyediakan informasi jumlah energi listrik (kWh) yang masih bisa dikonsumsi. Persediaan kWh tersebut bisa ditambah berapa saja dan kapan saja sesuai kebutuhan dan keinginan pelanggan.

Dengan demikian, pelanggan bisa lebih mudah mengatur konsumsi listrik dengan mengatur sendiri jadwal dan jumlah pembelian listrik. Kelebihan lainnya listrik pintar ini di antaranya pelanggan tidak perlu lagi berurusan dengan pencatatan meter yang biasanya dilakukan setiap bulan, dan tidak perlu terikat dengan jadwal pembayaran listrik bulanan.

Prosedur Pemasangan Listrik Baru

  • Datang langsung ke kantor pelayanan PLN terdekat sesuai dengan domisili atau kota rumah yang akan disambung listrik, dengan membawa fotokopi kartu identitas pemilik atau pengguna bangunan yang masih berlaku (KTP atau SIM), denah atau peta lokasi rumah (diperlukan untuk memudahkan proses survei lapangan), surat kuasa bila pengajuan diwakilkan, membayar biaya penyambungan.
  • Pengajuan permohonan sambungan baru juga dapat dilakukan melalui saluran telepon Call Center PLN 123.
  • Pemberkasan administrasi permohonan sambungan baru.
  • Survei lapangan untuk mengetahui secara persis kondisi kelistrikan di lapangan (kondisi teknis, jarak dengan tiang terdekat, jarak dengan trafo terdekat, dan informasi teknis lainnya).
  • Calon pelanggan menyelesaikan proses administrasi di Kantor PLN. Proses pembayaran biaya penyambungan hanya dapat dilakukan di Kantor PLN dan atau melalui bank yang ditunjuk.
  • Menandatangani Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL).
  • PLN akan melakukan penyambungan listrik ke rumah pelanggan, setelah seluruh proses administrasi terselesaikan dan secara teknis sudah dapat dilakukan penyambungan.

Untuk pemasangan listrik baru, hingga detik ini, PLN masih menerapkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI Nomor 27 tahun 2017 sebagai pengganti PERMEN ESDM Nomor 33 tahun 2014. Pihak PLN pun sudah menyediakan simulasi untuk menghitung pemasangan listrik baru di situs resmi mereka, yang mencakup prabayar dan pascabayar.

Teknisi PLN (sumber: liputan6.com)

Biaya Pasang Listrik Baru Prabayar

Kelompok Sambungan Tarif Total
Daya tersambung 450 VA Rp230.500 (termasuk Rp20.000)
Daya tersambung 900 VA Rp863.000 (termasuk Rp20.000)
Daya tersambung 1.300 VA Rp1.238.000 (termasuk Rp20.000)
Daya tersambung 2.200 VA Rp2.082.000 (termasuk Rp20.000)
Daya tersambung 3.500 VA Rp3.441.500 (termasuk Rp20.000)

Biaya tersebut kami rangkum dari situs resmi PLN dan seperti dituliskan, sudah termasuk pembelian sebesar Rp20.000. Dibandingkan aturan sebelumnya, tarif yang ditetapkan masih sama, baik untuk daya 900 VA, 1.300 VA, dan 2.200 VA. Sementara itu, untuk pemasangan daya 450 VA, PLN pada memberikan diskon sebesar 50 persen dari tarif semula.

Biaya Pasang Listrik Baru Pascabayar

Kelompok Sambungan Tarif Total
Daya tersambung sampai dengan 450 VA Rp242.900
Daya tersambung 900 VA Rp486.300
Daya tersambung 1.300 VA Rp1.390.900
Daya tersambung 2.200 VA Rp2.372.200
Daya tersambung 3.500 VA Rp3.941.500

Untuk pelanggan yang ingin beralih dari sistem pascabayar ke sistem prabayar, PLN menegaskan pelanggan tidak perlu membayar biaya administrasi apa pun alias gratis. Mereka hanya perlu membayar Rp20 ribu untuk mengisi pulsa listrik. Karena itu, perusahaan pun mewanti-wanti agar pelanggan yang ingin bermigrasi ke sistem prabayar agar hati-hati terhadap pihak-pihak yang menawarkan penggantian meteran listrik pascabayar menjadi prabayar dengan mengenakan biaya mulai Rp450 ribu hingga Rp1,5 juta.

Selain untuk pemasangan listrik baru, pelanggan juga harus membayar biaya untuk melakukan SLO atau sertifikasi laik operasi. SLO menjadi bukti bahwa suatu instalasi listrik sudah laik operasi, atau sudah laik diberi tegangan listrik. Mengapa sertifikat kelaikan operasi ini perlu, tidak lain karena bila instalasi yang tidak laik operasi namun diberi tegangan, maka berpotensi terjadi kecelakaan, seperti kebakaran, yang dapat merugikan harta maupun nyawa.

Biaya untuk mendapatkan Sertifikasi Laik Operasi bervariasi, tergantung daya listrik yang ingin dipasang di rumah atau gedung. Berikut biaya yang dibutuhkan untuk mendapatkan Sertifikasi Laik Operasi menurut Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 27 tahun 2017 yang diterapkan oleh PT Perintis Perlindungan Instalasi Listrik Nasional.

Ilustrasi: Biaya Sertifikat SLO (credit: computerworld)

Biaya SLO Listrik

No Daya Biaya SLO
1 450 VA Rp40.000
2 900 VA Rp60.000
3 1.300 VA Rp95.000
4 2.200 VA Rp110.000
5 3.500 VA Rp105.000
6 4.400 VA Rp132.000
7 5.500 VA Rp165.000
8 6.600 VA Rp198.000
9 7.700 VA Rp231.000
10 10.600 VA Rp265.000
11 11.000 VA Rp275.000
12 13.200 VA Rp330.000
13 16.500 VA Rp412.000
14 23.000 VA Rp575.000
15 33.000 VA Rp660.000
16 41.500 VA Rp830.000
17 53.000 VA Rp1.060.000
18 66.000 VA Rp1.320.000
19 82.500 VA Rp1.237.000
20 95.000 VA Rp1.425.000
21 105.000 VA Rp1.575.000
22 120.000 VA Rp1.800.000
23 131.000 VA Rp1.965.000
24 147.000 VA Rp2.205.000
25 164.000 VA Rp2.460.000
26 170.000 VA Rp2.550.000
27 195.000 VA Rp2.955.000

Untuk mengurus SLO ini, ada beberapa dokumen yang perlu dipersiapkan pemohon, antara lain mengisi pendaftaran secara lengkap, menyertakan gambar instalasi listrik yang telah terpasang dan fotokopi BP dari PLN, serta membayar biaya pemeriksaan instalasi listrik. Untuk info lebih jelas, silakan mengunjungi Lembaga Inspeksi Teknik terdekat di domisili Anda. 

Pos terkait