Update Tarif Pajak Progresif di Indonesia

No comment7090 views

Orang bijak taat . Begitulah slogan yang didengungkan Dirjen kepada masyarakat Indonesia agar sadar dan teratur membayar . Namun, di samping keteraturan membayar , Wajib juga sebaiknya mengerti berbagai istilah , serta tarif-tarif yang menjadi tanggung jawabnya, untuk menghindari ketidakjelasan di kemudian hari, salah satunya tentang progresif.

Ilustrasi: wajib pajak (sumber: expatica.com)

Ilustrasi: wajib pajak (sumber: expatica.com)

Pajak progresif adalah tarif pemungutan pajak dengan persentase yang naik dengan semakin besarnya yang digunakan sebagai dasar pengenaan pajak, dan kenaikan persentase untuk setiap tertentu setiap kali naik. Di Indonesia, pajak progresif ini diterapkan pada pajak (PPh) untuk Wajib Pajak orang pribadi dan juga pajak bermotor.

Untuk PPh sendiri, telah diatur dengan undang-undang dan memiliki beberapa macam, salah satunya PPh Pasal 21 atau PPh 21. Menurut Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-32/PJ/2015, PPh 21 merupakan pajak atas penghasilan berupa gaji, upah, honorarium, tunjangan dan pembayaran lain dengan nama dan dalam bentuk apa pun yang sehubungan dengan pekerjaan atau jabatan, jasa, dan kegiatan yang dilakukan oleh orang pribadi subjek pajak dalam negeri.

Peserta wajib pajak PPh 21 ialah orang yang dikenai pajak atas penghasilannya atau penerima penghasilan yang dipotong PPh 21 berdasarkan peraturan Direktur Jenderal Pajak PER-32/PJ/2015 Pasal 3 wajib pajak PPh 21. Secara garis besar, peserta wajib pajak ini terbagi menjadi enam kategori, yaitu , bukan , penerima pensiun dan pesangon, anggota dewan komisaris, mantan , serta peserta kegiatan.

Lalu, berapa besaran tarif PPh 21? Pada dasarnya, besaran tarif PPh 21 mengacu pada Undang-Undang Pajak Penghasilan Pasal 17 ayat (1), yaitu tarif yang digunakan dalam pemotongan PPh Pasal 21 bersifat progresif, artinya semakin besar jumlah penghasilan, maka semakin tinggi pula tarifnya. Berikut rincian lengkap tarif PPh Pasal 21.

Tarif PPH Pasal 21

KetentuanTarif PPh
Wajib Pajak dengan penghasilan tahunan sampai Rp50.000.0005 persen
Wajib Pajak dengan penghasilan tahunan di atas Rp50.000.000 sampai Rp250.000.00015 persen
Wajib Pajak dengan penghasilan tahunan di atas Rp250.000.000 sampai Rp500.000.00025 persen
Wajib Pajak dengan penghasilan tahunan di atas Rp500.000.00030 persen
Wajib Pajak yang tidak memiliki NPWP20 persen lebih tinggi dari mereka yang memiliki NPWP

Selain dalam pajak penghasilan, pajak progresif juga berlaku pada , sebagai upaya untuk mengurangi kemacetan. Dalam menentukan pajak kendaraan bermotor ini, pajak progresif berlaku untuk kendaraan-kendaraan bermotor yang dimiliki dalam kurun waktu yang sama. Urutan progresif ditentukan dengan kuitansi jual beli dari pernyataan Wajib Pajak dengan nama atau alamat pemilik sama yang dibubuhi materai.

Pajak Progresif - autobild.co.id

Pajak Progresif - autobild.co.id

Pajak progresif pada kendaraan bermotor dibayar per tahun dan dihitung dengan mempertimbangkan Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB). Hasil perkalian NJKB dengan persentase tarif pajak kemudian dijumlahkan dengan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) sebesar Rp150.000. Nilai NJKB dapat diketahui dengan rumus (PKB/2) x 100.

Nilai PKB untuk setiap kendaraan bermotor dapat dicek langsung di STNK. Sementara, untuk persentase besarnya pajak progressif yang dibayarkan adalah sebagai berikut.

Tarif Pajak Progresif Kendaraan Bermotor

Urutan Kepemilikan KendaraanPersentase Tarif Pajak
Pertama2 persen
Kedua2,5 persen
Ketiga3 persen
Keempat3,5 persen

Namun, yang perlu diingat, pajak kendaraan bermotor adalah pajak daerah. Jadi, ada kemungkinan terdapat perbedaan persentase tarif pajak di daerah yang berbeda, seperti yang berlaku di Kota Jakarta. Pemerintah setempat memberlakukan tarif pajak progresif terhadap pemilik kendaraan pribadi yang dimulai dari kendaraan pertama dikenai pajak sebesar 2 persen, yang nilai pajaknya akan semakin besar seiring dengan jumlah kendaraan yang dimiliki (hingga kendaraan ketujuh belas dan seterusnya yang dikenai pajak sebesar 10 persen).

[Update: Dian]

Baca juga  Update Info Harga Pantene Leave on Treatment Hair Strength Tonic
loading...
author
Sudah lama lulus dari S-1 di kampus PTN ternama. Penyuka musik dan sedikit audiophile.

Leave a reply "Update Tarif Pajak Progresif di Indonesia"