Syarat Administrasi & Cara Membuat Surat Izin Usaha Perorangan

Setiap yang dijalankan wajib memiliki SIUP (Surat Izin Perdagangan). Kewajiban pendaftaran SIUP ada di dalam Pasal 2 Permendag Nomor 46 Tahun 2009.  Salah satunya yaitu perseorangan.

Usaha perseorangan dikategorikan sebagai perdagangan mikro. Ketentuan mengenai usaha perseorangan disesuaikan di dalam pasal 4 ayat (1) huruf C Permendag Nomor 46 Tahun 2009 yang memenuhi beberapa kriteria, antara lain:

  • Usaha perseorangan atau persekutuan.
  • Kegiatan usaha diurus, dijalankan, atau dikelola oleh pemiliknya atau anggota keluarga terdekat.
  • Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 50 juta (tidak termasuk tanah dan ).

SIUP yang akan diberikan kepada perusahaan perorangan adalah SIUP Mikro yang berwarna hijau. Pengajuan SIUP Mikro untuk usaha perorangan tidak akan dikenai biaya retribusi sesuai dengan ketentuan yang terdapat dalam Permendag Nomor 46 Tahun 2009.

prosedur, cara, membuat, Surat, Izin, Usaha, Perorangan, SIUP, Mikro, ambil, formulir, pendaftaran, Jakarta, Dinas, meterai, bukti, perjanjian, syarat, administrasi, jenis, bentuk, PT, Koperasi

Ilustrasi: penyusunan dokumen izin usaha

Jika berkaitan dengan Tanda Daftar Perusahaan (TDP), maka usaha perseorangan mempunyai kewajiban untuk melakukan pendaftaran daftar perusahaan tersebut. Tanda Daftar Perusahaan (TDP) merupakan tanda bukti apabila Perusahaan telah melakukan daftar perusahaan. Ketentuan mengenai usaha perseorangan yang memiliki kewajiban untuk melakukan daftar perusahaan terdapat dalam Pasal 2 ayat (1) Permendag Nomor 37 Tahun 2007 yang terdiri dari:

  • Perseroan Terbatas (PT)
  • Koperasi
  • Persekutuan Komanditer (CV)
  • Firma (Fa)
  • Perorangan
  • Bentuk Usaha Lainnya (BUL) termasuk perusahaan asing dengan status Pusat, Tunggal, Cabang, Pembantu, Anak Perusahaan, Agen Perusahaan dan Perwakilan Perusahaan yang berkedudukan dan menjalankan usahanya di wilayah .

Selain SIUP Mikro, ada beberapa jenis SIUP lainnya, yaitu:

  • SIUP Kecil, dibutuhkan perusahaan yang memiliki modal dan kekayaan bersih sekitar Rp 50 juta hingga Rp 500 juta di luar lahan dan bangunan.
  • SIUP Menengah, diberikan untuk perusahaan yang memiliki modal dan kekayaan bersih sekitar Rp 500 juta hingga Rp 10 miliar di luar lahan dan bangunan.
  • SIUP Besar, diberikan untuk perusahaan yang memiliki modal dan kekayaan bersih di atas Rp10 miliar di luar lahan dan bangunan.

Membuat SIUP

Bagi Anda yang ingin membuat SIUP, ada beberapa syarat yang harus dilengkapi. Persyaratan tersebut berdasarkan jenis dan bentuk usaha yang dijalankan, antara lain:

Persyaratan untuk Perseroan Terbatas (PT)

  • Fotokopi KTP Direktur Utama/Penanggung Jawab Perusahaan atau pemegang sahamnya.
  • Fotokopi Kartu Keluarga jika penanggungjawabnya seorang perempuan.
  • Fotokopi NPWP.
  • Surat Keterangan Domisili atau SITU.
  • Fotokopi Akta Pendirian PT dan fotokopi Surat Keputusan Pengesahan Badan Hukum.
  • Surat Izin Gangguan (HO) dan Surat Izin Prinsip.
  • Neraca perusahaan.
  • Pas foto Direktur Utama/Penanggung Jawab/pemilik perusahaan dengan ukuran 4 x 6 (2 lembar).
  • Materai Rp 6.000.
  • Surat izin teknis dari instansi terkait jika diminta.

Persyaratan untuk Koperasi

  • Fotokopi KTP Dewan Pengurus dan Dewan Pengawas Koperasi.
  • Fotokopi NPWP dan Fotokopi Akta Pendirian Koperasi.
  • Daftar susunan Dewan Pengurus dan Dewan Pengawas.
  • Fotokopi SITU dari Pemerintah Daerah (Pemda).
  • Neraca koperasi.
  • Materai senilai Rp6.000.
  • Pas foto Direktur Utama/Penanggung Jawab/pemilik perusahaan dengan ukuran 4 x 6 (2 lembar).
  • Izin lain yang terkait (Misalnya jika usaha Anda menghasilkan limbah, Anda harus memiliki izin AMDAL dari Badan pengendalian Dampak Lingkungan Daerah) setempat.

Persyaratan untuk Perusahaan Perseorangan

  • Fotokopi KTP pemegang saham perusahaan.
  • Fotokopi NPWP.
  • Surat keterangan domisili atau SITU.
  • Neraca perusahaan.
  • Materai Rp 6.000.
  • Foto Direktur Utama/Penanggung Jawab/pemilik perusahaan dengan ukuran 4 x 6 cm (2 lembar).
  • Surat izin lain yang terkait usaha yang dijalankan.

Persyaratan untuk Perusahaan Perseroan Terbuka (Tbk)

  • Fotokopi KTP Direktur Utama/Penanggung Jawab/pemilik perusahaan.
  • Fotokopi SIUP sebelum menjadi perseroan terbuka.
  • Fotokopi Akta Notaris Pendirian dan Perubahan perusahaan dan surat persetujuan status perseroan tertutup menjadi perseroan terbuka dari Departemen Hukum dan HAM.
  • Surat keterangan dari Badan Pengawas Pasar Modal bahwa perusahaan yang bersangkutan telah melakukan penawaran umum secara luas dan terbuka.
  • Fotokopi Surat Tanda Penerimaan Laporan Keuangan Tahunan Perusahaan (STP-LKTP) tahun buku terakhir.
  • Foto Direktur Utama/Penanggung Jawab/pemilik perusahaan dengan ukuran 4 x 6 cm (2 lembar).

Namun, jika kegiatan usaha bukan milik sendiri, Anda harus melengkapi syarat di atas dengan Surat Izin Pemilik sebagai bukti ketidakberatan penggunaan tanah/bangunan yang dimaksud. Surat Izin ini juga harus ditandatangani di atas meterai sebagai bukti perjanjian sewa-menyewa antara pemilik tempat dan pelaku usaha.

prosedur, cara, membuat, Surat, Izin, Usaha, Perorangan, SIUP, Mikro, ambil, formulir, pendaftaran, Jakarta, Dinas, meterai, bukti, perjanjian, syarat, administrasi, jenis, bentuk, PT, Koperasi

Ilustrasi: Kantor perizinan (mikronews.com)

Prosedur Membuat SIUP

Setelah mengumpulkan syarat administrasi, Anda bisa melakukan beberapa cara/prosedur membuat Surat Izin Usaha Perorangan, antara lain:

Ambil Pendaftaran

Baca juga  Harga Sewa Terbaru Bungalow di BJBR (BeeJay Bakau Resort) Probolinggo

Sebagai pemilik usaha, Anda bisa langsung mendatangi Kantor Dinas Perdagangan atau Kantor Perizinan setempat untuk mengambil formulir pengajuan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). Namun, jika Anda berhalangan untuk hadir, Anda bisa mengurusnya melalui orang yang telah Anda berikan kuasa. Lampirkan surat kuasa dengan meterai cukup dan telah Anda tandatangani.

Isi Formulir Pendaftaran

Isi formulir yang telah disediakan oleh Kantor Dinas Perdagangan secara lengkap dan benar, kemudian tanda tangani formulir tersebut di atas meterai Rp 6.000. Formulir ini hanya bisa ditandatangani oleh Pemilik/Direktur Utama/Penanggung Jawab perusahaan. Setelah selesai, fotokopi formulir tersebut sebanyak 2 rangkap dan gabung dengan syarat administrasi pembuatan SIUP. Dan lampirkan surat bermeterai khusus, jika Anda menggunakan jasa pihak ketiga untuk mengurus pembuatan SIUP perusahaan  Anda.

Bayar Biaya Pembuatan SIUP

Setelah melengkapi formulir permohonan SIUP, Anda harus melakukan pembayaran biaya pembuatan SIUP. Di mana, biaya pembuatan SIUP di setiap kota atau kabupaten akan berbeda-beda dan diatur oleh Daerah di masing-masing wilayah.

Ambil SIUP

Baca juga  Update Harga (Ongkos) Borongan Tukang Bangunan

Surat Izin Usaha Perdagangan ini biasanya akan siap dan bisa Anda terima kurang lebih selama 2 minggu dari waktu permohonan. Lalu, petugas Kantor Dinas Perdagangan akan menghubungi Anda untuk memberitahu bahwa SIUP perusahaan Anda telah selesai dan siap untuk diambil di Kantor Dinas Perdagangan, tempat Anda mengurus SIUP tersebut.

Bagi Anda yang berdomisili di Jakarta, dapat mengurus SIUP di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi DKI Jakarta. Berdasarkan situs resminya (pelayanan.jakarta.go.id), pembuatan SIUP tidak akan dikenakan biaya (gratis).

[Dian]

loading...
author
Literatur akuntansi sudah digeluti hingga pendidikan pascasarjana. Bagiku ini adalah seni pencatatan dan pengikhtisaran transaksi keuangan dan penafsiran akibat suatu transaksi terhadap suatu unit ekonomi.

Leave a reply "Syarat Administrasi & Cara Membuat Surat Izin Usaha Perorangan"