Spesifikasi dan Update Harga Daihatsu Mira (Baru dan Bekas)

Mira (juga dikenal sebagai Cuore, Domino, dan baru-baru ini Charade), adalah kendaraan kei yang dibangun oleh Jepang, . Kendaraan ini muncul dengan berbagai variasi pilihan dan sasis, dengan varian terbaru memiliki empat , yaitu Mira, Mira AVY, Mira Gino, dan Mira VAN. Mira adalah penerus terbaru dari jajaran mobil yang dimulai dengan Fellow pada tahun 1966 dan pada awalnya diperkenalkan sebagai versi komersial Cuore.

Daihatsu Mira - www.boostcruising.com

Daihatsu Mira - www.boostcruising.com

Daihatsu Mira dan Cuore dihadirkan untuk menggantikan Daihatsu Max Cuore pada bulan Juli 1980. Secara umum, bagi kebanyakan generasi, ada dua ukuran mesin yang tersedia, yaitu satu versi lebih kecil agar dengan peraturan dalam negeri Jepang, dari 550cc atau 660cc, dan versi bermesin lebih besar untuk pasar ekspor.

Kehadiran Daihatsu Mira ditandai dengan munculnya L55 Series untuk menggantikan Daihatsu Max Cuore, yang juga sering disalahartikan sebagai generasi kedua dari model Cuore. Seri ini ditawarkan dalam dua pilihan mesin, yaitu unit AB10 dua silinder dengan mesin berkapasitas 547cc dan unit AD dengan mesin 617cc.

Dalam sebuah tes, versi mobil 617cc mendapat pujian untuk penyempurnaannya dan juga karakternya yang “semarak” dan “antusias” bila dibandingkan dengan pesaing Eropa seperti Fiat Panda 30 dan Citroën Visa Club. Masalah utamanya adalah biaya, poros yang dilengkapi bicyclinder seharga biaya yang seharusnya dibangun seperti mesin empat silinder konvensional. Mobil tersebut juga dipuji oleh Quattroruote karena karakteristik mengemudi di dalam kota yang tangkas.

Daihatsu Mira 2007 - www.pakwheels.com

Daihatsu Mira 2007 - www.pakwheels.com

Model dengan mesin yang lebih besar diperkenalkan pada paruh kedua tahun 1982, sebagai bagian dari dorongan Daihatsu untuk mendorong ekspor di pasar Eropa. Namun, di beberapa pasar, kedua masih mesin tersedia. Di Belgia, misalnya, mereka dijual sebagai Cuore 550 untuk versi kecil dan sebagai Cuore 623/625, tergantung pada bodywork mana yang dipasang.

Selang setahun kemudian, Mira Turbo meluncur dan hanya tersedia di pasar Jepang sebagai kendaraan komersial. Model ini hadir dalam versi karburator dan turbocharged yang mampu meletupkan tenaga maksimal 30 KW atau 41 PS dan mencapai kecepatan tertinggi di angka 130km per jam. Giovanni Michelotti menggunakan generasi Cuore ini sebagai basis prototipe “Michelotti PAC” (Personal Automotive Commuter) di Jenewa pada tahun 1985.

Generasi kedua (L70) muncul pada bulan Agustus 1985. Mobil ini memiliki jarak sumbu roda yang lebih panjang dan mesin tiga silinder generasi baru yang menggantikan versi dua silinder sebelumnya (AB). Perpindahan mesin EB baru tetap sama, yakni 547cc. Untuk versi ekspornya, dikembangkan sebuah model dengan mesin 847cc, yang disebut ED-10.

Lima tahun setelahnya, L200 atau L201 meluncur, sekaligus menjadi generasi ketiga dari Daihatsu Mira. Model ini merupakan varian Mira yang paling populer dan ditawarkan dalam banyak varian. Di pasar Jepang, kendaraan tersebut nama “Cuore” dihentikan, karena perbedaan antara versi dan komersial. L200 (penggerak roda depan) diproduksi dengan lencana Mira dari musim semi tahun 1990 sampai setidaknya tahun 1998, namun platform tersebut telah hidup dengan nama lain. Sementara, L201 adalah kode chassis yang digunakan pada pasar mobil ekspor, biasanya diberi label “Cuore”.

Di bulan September 1994, produksi Mira L500 dimulai dengan desain mobil sedikit berubah, namun masih terlihat mirip dengan L200. Pada bulan Mei 1996, Daihatsu menghadirkan facelift kecil yang diperpanjang hingga akhir bulan Mei 1997.Selang tiga bulan kemudian, dihadirkan Mira Classic dengan desain retro-look. Classic ini tersedia dengan mesin naturally aspirated yang mampu meletupkan tenaga 29 kW untuk versi penggerak roda depan atau 40 kW untuk versi 4WD, dan 47 kW untuk model turbocharged.

Setelah itu, Daihatsu menghadirkan Mira generasi kelima dengan kode L700 pada tahun 1998, yang mengusung mesin berkapasitas 98cc,EJ-DJE,12 katup, DOHC, tiga silinder, dan mampu menyemburkan tenaga maksimal 41 kW pada putaran 5.200 rpm. Kemudian, Mira L250/260 yang tidak terkait dengan seri 200 sebelumnya, dihadirkan sebagai generasi keenam pada tahun 2002 hingga digantikan pada tahun 2006 oleh model L275, tepatnya di bulan Desember.

Generasi ketujuh ini, awalnya hanya tersedia sebagai versi penumpang, kemudian turunan van dimunculkan pada awal tahun 2007. Dua mesin KF “Topaz Neo” tersedia, yaitu mesin empat silinder kembar KF-VE 65cc DVBT dengan tenaga 43 kW (58 HP) dan mesin turbo KF-DET dengan perpindahan yang sama yang menghasilkan 47 kW (63 HP.

Pada tahun 2017 ini, Daihatsu meluncurkan model e:S yang telah dilengkapi dengan sejumlah fitur modern, seperti Smart Assist Daihatsu. Sepintas, tampilan kendaraan ini mirip saudaranya yang meluncur di Indonesia, yaitu Daihatsu Ayla. Sebagai mobil dengan ukuran mini, kendaraan ini mampu meletupkan tenaga hingga 52 HP pada putaran 6.800 rpm dan menggapai torsi maksimal 60 Nm pada putaran 5.200 rpm.

Daihatsu Mira

Untuk model terbaru, yaitu Mira e:S, sayangnya tidak dijual di pasar Indonesia. Di negara asalnya, kendaraan tersebut kabarnya dijual dengan harga mulai 842.000 yen atau setara Rp98jutaan. Namun, jika Anda masih ingin mendapatkan Daihatsu Mira, Anda masih membeli bekasnya dengan harga yang tentunya lebih bersahabat.

Di beberapa situs jual beli online, Daihatsu Mira produksi 2002 yang telah mendapat built up ditawarkan dengan harga mulai Rp88.000.000, sedangkan model Mira keluaran 2001 yang juga telah menerima built up mirip Mini Chopper dijual dengan harga mulai Rp140.000.000.  Sementara, jika Anda ingin membeli produk bekas Daihatsu Ceria, yang notabene mengambil basis dari Mira L200, harganya di pasaran mulai Rp28.000.000 sampai Rp140.000.000, tergantung kondisi kendaraan.

Baca juga  Ingin Kredit Mobil Tanpa DP (Uang Muka)? Simak Info Terbarunya!
loading...
author
Sudah lama lulus dari S-1 di kampus PTN ternama. Penyuka musik dan sedikit audiophile.

Leave a reply "Spesifikasi dan Update Harga Daihatsu Mira (Baru dan Bekas)"