Info Terbaru Syarat & Rincian Biaya Mengurus Pembuatan Sertifikat Tanah

Apabila Anda mempunyai hak atas tanah dan , Anda juga diwajibkan mempunyai sertifikat sebagai bukti kepemilikan yang sah. Menurut PP No. 24 Tahun 1997 tentang Tanah, sertifikat adalah surat tanda bukti hak atas tanah dan bangunan. Sertifikat tersebut nantinya dikeluarkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) melalui pertanahan di masing-masing .

Surat Sertifikat Tanah - www.ngopo.com

Surat Sertifikat Tanah - www.ngopo.com

Sertifikat tanah yang telah Anda daftarkan umumnya dicetak dalam 2 rangkap, dengan rincian 1 rangkap disimpan di Kantor BPN sebagai buku tanah, sedangkan rangkap lainnya diserahkan pada pemegang hak atas tanah dan bangunan tersebut. Dalam arsip buku tanah memuat berbagai yang detail seputar tanah, seperti data fisik maupun data yuridis, yakni luas, batas-batas, dasar kepemilikan, dan data pemilik.

Sertifikat Tanah - www.sepulsa.com

Sertifikat Tanah - www.sepulsa.com

Sedangkan data fisik tanah dalam Surat Ukur yang dilampirkan di dalamnya hanyalah ukuran luas tanpa melampirkan ukuran lain secara terperinci. Data bangunan pun tak tercantum dalam sertifikat. Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 13 Tahun 2010 tentang dan Tarif atas Penerimaan Bukan Pajak (PNBP) yang berlaku di BPN, berikut rincian layanan dalam kepengurusan tanah:

  1. Jenis Pelayanan (Pasal 1)
  2. Pelayanan Survei, Pengukuran dan Pemetaan
  3. Pelayanan Pemeriksaan Tanah
  4. Pelayanan Konsolidasi Tanah Swadaya
  5. Pelayanan Pertimbangan Teknis Pertanahan
  6. Pelayanan Pendaftaran Tanah
  7. Pelayanan Informasi Pertanahan
  8. Pelayanan Lisensi
  9. Pelayanan Pendidikan
  10. Pelayanan Penetapan Tanah Objek Penguasaan Benda-Benda Milik Warga Negara Belanda (P3MB)
  11. Pelayanan di bidang pertanahan yang berasal dari kerjasama dengan pihak lain
  12. Tarif Pelayanan

Berdasarkan Pasal 4 Ayat 1, berikut ini perhitungan tarif pelayanan pengukuran tanah:

  • Luas Tanah sampai 10 hektar, Tu = ( L / 500 × HSBKu ) + Rp 100. 000.
  • Luas Tanah di atas 10 hektar s/d 1.000 hektar, Tu = ( L / 4.000 × HSBKu ) + Rp 14. 000.000.
  • Luas Tanah di atas 1.000 hektar, Tu = ( L / 10.000 × HSBKu ) + Rp 134.000.000.

Berdasarkan Pasal 7 Ayat 1, berikut ini perhitungan tarif pelayanan pemeriksaan tanah:

  • TPA = ( L / 500 × HSBKpa ) + Rp 350.000.
  • Pelayanan Pendaftaran Tanah (Pasal 17 ayat 1 dan lampirannya)
  • Pendaftaran untuk pertama kali Rp 50.000.
  • Transportasi, Konsumsi, dan Akomodasi (TKA – Pasal 20 ayat 2)
  • Biaya TKA, ditanggung sendiri oleh Pemohon
  • Biaya Sertifikasi Tanah

Keterangan:

  • Tu = Tarif ukur
  • L = Luas tanah
  • HSBku = Harga satuan biaya khusus kegiatan pengukuran
  • HSBKpa = Harga satuan biaya khusus panitia penilai A
  • HSBKpb = Harga satuan biaya khusus panitia penilai B

Syarat Pembuatan Sertifikat Tanah:

  • Menyerahkan fotokopi KTP pemohon
  • Fotokopi Kartu Keluarga (KK) pemohon
  • Membawa bukti perolehan tanah
  • Fotokopi bukti pembayaran PBB tahun terakhir
  • Fotokopi NPWP
  • Pernyataan tanah tidak terlibat sengketa

Langkah-Langkah Pembuatan Sertifikat Tanah

  1. Datang ke Kantor BPN Wilayah. Pertama, Anda dapat berkunjung ke Kantor Badan Pertanahan Nasional di wilayah tempat Anda tinggal. Kemudian mendatangi loket pelayanan sambil melengkapi berkas dokumen yang dibutuhkan. Kemudian Anda akan diminta mengisi formulir pendaftaran pembuatan sertifikat tanah dan menyerahkan berkas identitas pemohon. Lalu Anda bisa membayar biaya pengukuran dan pemeriksaan tanah di loket pembayaran.
  2. Proses pengukuran. Setelah melalui proses pendaftaran, petugas BPN akan melaksanakan proses pengukuran tanah. Pada proses tersebut Anda sebagai pemohon juga harus hadir untuk mendampingi sang petugas. Kemudian proses berlanjut pada penerbitan surat keputusan kantah, dan penerbitan surat keputusan Kanwil dan penerbitan Surat Keputusan BPN RI.
  3. Pembayaran pendaftaran SK Hak. Setelah proses pengukuran rampung, Anda diharuskan membayar pendaftaran SK Hak. Baru setelah itu Anda bisa memperoleh sertifikat tanah.


Lama waktu pembuatan sertifikat tanah sangat bergantung dari luas tanah dan jenis peruntukan tanah yang hendak Anda daftarkan. Berikut ini rincian durasi pembuatan sertifikat tanah:

  • 38 hari. Lama waktu 38 hari berlaku untuk tanah pertanian seluas kurang dari 2 hektar dan tanah non pertanian seluas kurang dari 2.000 meter persegi.
  • 57 hari. Lama waktu 57 hari berlaku untuk tanah pertanian lebih dari 2 hektare dan tanah non pertanian seluas lebih dari 2.000 meter persegi hingga 5.000 meter persegi.
  • 97 hari. Lama waktu 97 hari berlaku untuk tanah non pertanian seluas lebih dari 5.000 meter persegi.

Contoh Perhitungan Biaya Sertifikat Tanah

Apabila Anda berencana membeli sebidang tanah dengan ukuran luas 300 meter persegi di Jakarta Barat dengan harga jual Rp 200 juta, maka perkiraan biaya yang harus Anda keluarkan untuk pembuatan sertifikat tanah adalah sebagai berikut:

Biaya Pengukuran
Tu = (300/500 x Rp 80.000) + Rp 100.000 = Rp 148.000

Biaya Pemeriksaan Tanah
TPA = (300/500 x Rp 67.000) + Rp 350.000 = Rp 390.000

Biaya Pendaftaran Tanah Pertama Kali = Rp 50.000

Baca juga  Info Terbaru Harga Rumah Tipe 36 di Kota-Kota Besar 2017

Jumlah = Rp 148.000 + Rp 390.000 + Rp 50.000 = Rp 588.000.

Perlu Anda ketahui bahwa biaya pembuatan sertifikat tanah di masing-masing wilayah yang ada di bisa saja berbeda-beda. Oleh sebab itu, Anda bisa menanyakan ke Kantor Pertanahan langsung untuk memperoleh informasi yang lebih jelas seputar pembuatan sertifikat tanah.

loading...
author
Pengamat produk dan harga komoditas. Saat ini tinggal di Kota Malang.
  1. author

    i komang kerti yasa2 tahun ago

    Berapa biaya pengukuran tanah negara 1 hektar?

    Reply
  2. author

    ananda1 tahun ago

    Di tempat saya malah kena 6jt 🙁

    Reply

Leave a reply "Info Terbaru Syarat & Rincian Biaya Mengurus Pembuatan Sertifikat Tanah"