Pengertian Reseller, Keuntungan dan Kerugiannya

Untuk Anda yang gemar berbelanja melalui situs jual beli online, pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah reseller dan dropshipper. Banyak orang yang berminat menjadi reseller maupun dropshipper karena membutuhkan modal yang tidak terlalu besar, proses yang tidak ribet, namun tetap menguntungkan karena bisa menjual barang dengan harga yang lebih tinggi daripada ketika diperoleh dari supplier.

Ilustrasi: bisnis online
Ilustrasi: bisnis online

Saat ini, internet memang telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan banyak orang. Bahkan, bagi generasi yang lahir setelah tahun 1975, internet seolah sudah membentuk sebuah dunia tersendiri layaknya Bumi tempat manusia hidup.[1] Dalam dunia maya ini, melalui beragam teknologi informasi dan komunikasi, orang maupun kelompok masyarakat saling berinteraksi, bertukar pikiran, dan berkolaborasi melakukan sejumlah aktivitas atau kegiatan.

Bacaan Lainnya

Nah, salah satu implementasi teknologi menggunakan media internet adalah memasarkan berbagai produk atau secara digital melalui electronic commerce (e-commerce). Dibandingkan toko fisik, media e-commerce ini menawarkan sejumlah keuntungan, antara lain dapat memperluas jaringan mitra bisnis, jangkauan pemasaran yang semakin luas, aman secara fisik, efektif, efisien, serta lebih fleksibel.[2]

Semua orang bisa menjual produk dan mereka melalui situs e-commerce atau jual beli online. Tidak hanya agen resmi, distributor resmi, atau supplier besar, mereka yang sebelumnya hanya merupakan konsumen, juga dapat ikut nimbrung menawarkan produk via situs e-commerce. Karena itu, kemudian hits istilah reseller untuk mendefinisikan penjual dengan spesifikasi demikian.

Definisi Reseller

Secara bahasa, reseller terdiri dari dua kata, yakni re (kembali) dan seller (penjual). Jadi, jika diartikan secara sederhana, reseller adalah penjual kembali atau pihak yang menjual kembali suatu barang. Secara luas, reseller adalah perusahaan atau perorangan yang membeli produk dari pabrik atau agen resmi, biasanya berupa barang, yang kemudian dijual kembali atau tidak dikonsumsi sendiri. Dalam dunia e-commerce, reseller ini disebut juga affiliate marketer.

Seorang reseller akan membeli barang untuk dijual kembali dan akhirnya mendapatkan untung. Jadi, ia seringkali menjadi ‘tangan kedua’ sebelum barang akhirnya dibeli oleh konsumen. Untuk menjadi seorang reseller ini, Anda perlu mengeluarkan modal sendiri untuk mengisi stok barang terlebih dahulu sebelum akhirnya dilepas kepada konsumen.

Ilustrasi: mengakses situs online shop

Sebagian orang sering menyamakan istilah reseller dengan dropship. Padahal, meski fungsinya sama, keduanya memiliki sedikit perbedaan. Dropshipper adalah mereka yang menjual suatu produk dari supplier, namun tidak perlu mengisi stok barang. Jadi, dropshipper ini hanya menjual kepada konsumen dengan memperlihatkan gambar produk, bukan barangnya.

Hal yang menarik dari sistem dropship ini adalah ketidaktahuan calon pembeli bahwa ia sedang bertransaksi online dengan dropshipper yang sebenarnya tidak memegang produk secara fisik.[3] Transaksi ini menjadi mungkin dilakukan secara online karena pihak pembeli dan penjual tidak bertatapan muka secara langsung. Bahkan, kebanyakan penjual tidak memberi tahu lokasi toko mereka saat mempromosikan produk via situs jual beli online.

Reseller dan Dropshipper

  • Reseller membeli produk terlebih dahulu, sedangkan dropshipper tidak harus.
  • Reseller mempromosikan barang dengan katalog produk yang sudah dibeli, sedangkan dropshipper cukup menggunakan daftar atau gambar produk.
  • Reseller mengirimkan barang secara pribadi atau langsung melalui supplier, sedangkan barang yang dijual dropshipper dikirimkan ke konsumen oleh supplier.

Keuntungan dan Kerugian Reseller

Ketika memutuskan menjadi reseller, ada sejumlah keuntungan yang dapat diperoleh. Anda bisa mengisi barang terlebih dahulu (stok barang) sehingga juga dapat mengetahui kualitas produk yang akan Anda jual secara langsung. Selain itu, Anda juga bisa menentukan sendiri keuntungan yang ingin Anda peroleh. Bahkan, pihak supplier biasanya memberikan diskon atau harga khusus untuk reseller yang menjual kembali produk mereka.

Ada untung, ada juga rugi. Kekurangan reseller adalah harus mengeluarkan modal sendiri untuk membeli barang dari supplier yang akan dijual. Jika produk yang ditawarkan tidak terlalu banyak, baik jumlah maupun jenisnya, modal memang relatif sedikit. Namun, beda ceritanya apabila Anda menjual banyak jenis produk. Selain itu, apabila kualitas produk kurang maksimal dan mendapatkan komplain dari konsumen, maka tanggung jawab harus dipikul oleh reseller, bukan supplier.

[1] Tharob, Gabriel F., dkk. 2017. Analisis Hambatan Bisnis Online Bagi Mahasiswa UNSRAT. e-Journal Acta Diurna, Vol. VI(2).

[2] Ibid.

[3] Prabowo, Bima, dkk. 2016. Tanggung Jawab Dropshiper dalam Transaksi E-Commerce dengan Cara Dropship Ditinjau dari Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Konsumen. Diponegoro Law Journal, Vol. 5(3).

Pos terkait