Posisi Teh Gelas di Pasar Indonesia & Harga Jual 1 Dus

Sebagai hidangan minuman untuk tamu, Gelas bisa dijadikan pilihan. Produk ini lebih sering Anda temui pada waktu momen Lebaran. Selain praktis, Gelas juga memiliki rasa manis dan dianggap bisa menghilangkan dahaga.

Teh Gelas 1 Dus

Untuk dijadikan persediaan minuman di rumah, Anda bisa membeli Teh Gelas dalam kemasan 1 dus. Per dusnya terdiri dari 24 pcs. Harga jualnya cukup murah yaitu sekitar Rp 21 ribuan. Apabila Anda ingin membeli eceran, bisa dalam kemasan botol 350 ml. Per botol dibanderol harga Rp 3 ribuan.

Teh Gelas - (Youtube: UP FILMS.tv)

Teh Gelas - (Youtube: UP FILMS.tv)

Baik kemasan gelas atau botol, keduanya masih berupa kemasan plastik. Padahal, bahan plastik untuk saat ini sedang diupayakan untuk dikurangi. Hal ini dipicu karena banyaknya produk yang memakai bahan plastik membuat sampah menumpuk, di mana bahan ini termasuk susah bahkan tidak bisa diuraikan.

Oleh karena itu, perusahaan teh dalam kemasan, Teh Gelas menggelar lomba dalam kampanye Teh Gelas Go Green di beberapa kota di Indonesia, termasuk Makassar. Dalam kampanye tersebut, perusahaan mengajak untuk memanfaatkan bekas kemasan dan diubah menjadi dekorasi untuk gapura yang berada di sekitar lingkungan peserta.

Selain menyebarkan semangat Go Green, Teh Gelas juga ingin menjaga nilai gotong royong dan memberikan fasilitas untuk berekspresi secara kreatif bagi masyarakat Indonesia. Dengan berbekal kreativitas, kemasan bekas bisa dimanfaatkan kembali, seperti dekorasi pada dinding gapura.

Menurut Harianus Zebua, Head of Corporate and Marketing Communication OT Group, pihaknya mendukung masyarakat untuk memanfaatkan kembali kemasan bekas Teh Gelas untuk diubah menjadi barang baru yang lebih bermanfaat.

Makassar merupakan kota pertama yang dipilih untuk penyelenggaraan lomba Gapura Hias Teh Gelas Go Green ke-2 pada tahun 2018. Hal ini karena animo masyarakat Makassar terbilang cukup besar untuk bisa mengikuti lomba ini.

Semangat Go Green ini yang harus disebarkan untuk menjaga kelestarian lingkungan. Melalui kegiatan ini, pihak Teh Gelas berharap dapat meningkatkan semangat go green, gotong royong, dan kreativitas masyarakat Indonesia.

Selain mengajak masyarakat untuk Go Green, Teh Gelas juga mengajak masyarakat untuk hidup sehat. Perusahaan merasa perlu untuk mendukung perilaku gaya hidup sehat, apalagi jika dilakukan dengan cara sederhana, misalnya melakukan jalan sehat. Karena itu, Teh Gelas berinisiatif menjadi pendukung utama dari acara Family Fun Day yang menargetkan pesertanya adalah keluarga.

Hal itu juga sejalan dengan posisi Teh Gelas sebagai minuman teh dalam kemasan yang menggunakan bahan-bahan alami, dan berkualitas sehingga aman dan sehat untuk dikonsumsi.

Harianus pun menambahkan, pihaknya tetap ingin menyuarakan semangat mencintai lingkungan kepada masyarakat Indonesia, termasuk warga Kota Makassar. Oleh karena itu, acara Family Day dinilai merupakan wadah tepat untuk mensosialisasikan semangat peduli dan cinta lingkungan yang dapat dimulai dari keluarga.

Posisi Teh Gelas di Pasar Indonesia

Sebagai merek teh dalam kemasan yang cukup dikenal di Indonesia, Teh Gelas bersaing dengan merek-merek lainnya, sebut saja Teh Botol Sosro. Pada tahun 2020, Indonesia diperkirakan akan memiliki generasi muda milenial yang masuk kategori affluent middle consumer. Inilah pasar bagi produsen RTD (ready to drink) tea di Indonesia. Dengan adanya fenomena tersebut, adu jago strategi dalam menarik minat pasar dinilai menjadi kunci memenangkan persaingan.

Teh Botol Sosro, sebagai merek teh dalam kemasan yang lebih dulu terkenal sebelum Teh Gelas, meskipun dianggap telah merajai pasar, namun pihak perusahaan telah mengedukasi pasar RTD teh bahwa kalau minuman teh itu agak manis rasanya. Ketika generasi milenial tumbuh, selera menjadi bergeser. Kali ini, RTD teh itu manis rasanya.

Teh Gelas - (Youtube: UP FILMS.tv)

Teh Gelas - (Youtube: UP FILMS.tv)

Pergeseran itu yang dibaca oleh PT Mayora Indah Tbk. Mayora pun melakukan riset pasar. Dari hasil riset itu, ditemukan adanya celah di RTD tea yang selama ini dikuasai oleh Teh Botol Sosro. Melihat peluang ini, muncul Teh Pucuk Harum.

Selain itu, dari hasil riset itu, pihak Mayora mempelajari sisi kelemahan Teh Botol, yaitu jika sudah habis diminum, membuat haus. Dan, ada senjata lain yang dikeluarkan oleh Mayora yaitu yang lebih murah, berkisar Rp 3 ribu per botol. Sementara, Teh Botol menjual produknya seharga Rp 6 ribu per botol.

Menurut Ketua Umum Asosiasi Industri Minuman Ringan (Asrim), Triyono, jika berbicara mengenai pangsa pasar, tidak ada data valid terkait hal itu. Hal ini karena data dan penjualan merupakan rahasia perusahaan. Data yang tersedia hanya terkait tentang brand index.

AC Nielsen merilis hasil survei pasar terkait top brand pada tahun 2017. Hasilnya ada lima top brand index tertinggi, yaitu Teh Botol Sosro, Teh Pucuk Harum, Teh Gelas, Teh Kotak, dan Frestea.

Dari gambaran brand index tersebut, tampak bahwa Teh Pucuk Harum perlahan mulai menyamai kedudukannya dengan Teh Botol Sosro. Keberanian Mayora dalam memperkenalkan Teh Pucuk Harum ke pasar menjadi momentum bagi produsen minuman RTD tea lain untuk menjajal peruntungan.

Terjadi pergeseran segmen pasar dari baby boomers yang menjadi pangsa pasar Teh Botol Sosro dan kini sudah menjadi pasar yang menua, beralih ke segmen milenial yang masih terbuka lebar. Karakteristik dari pasar milenial adalah sensitif terhadap harga, inovasi rasa, dan kemasan yang mudah dibawa bepergian seperti botol plastik. Dari sini, lahirlah sejumlah produk baru RTD tea di Indonesia.

Dari beberapa produsen RTD tea di Tanah Air, muncul inovasi berupa beragam pilihan rasa teh, seperti teh hijau, lemon tea, apple tea, teh markisa, teh madu, dan lainnya. Persaingan RTD tea pun makin sesak dengan kedatangan pemain baru yang berupaya merasakan manisnya pasar RTD tea di Indonesia.

Baca juga  Info Harga Karung Goni dalam Berbagai Ukuran di Pasaran
loading...

Leave a reply "Posisi Teh Gelas di Pasar Indonesia & Harga Jual 1 Dus"