Update Kisaran Biaya Hidup dan Biaya Kuliah di Singapura

Singapura merupakan salah satu maju di kawasan Asia Tenggara. Karena itu, tidak mengherankan jika di kota tersebut relatif , terutama bagi mereka yang melanjutkan di sana. Meski demikian, pamor Singapura sebagai salah satu untuk menuntut ilmu tidak lantas padam, malah semakin banyak masyarakat luar negeri yang berniat menimba ilmu di sini.

Merlion Park Singapura (sumber: riseoftheiceberg.org)

Merlion Park Singapura (sumber: riseoftheiceberg.org)

Pengalaman putra Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep, mengenai mahalnya biaya hidup di Singapura bisa dijadikan contoh menarik. Diketahui, setelah lulus dari bangku SMA di ACS Internasional, Kaesang kini memang melanjutkan studi sebagai mahasiswa di Singapore Institute of Management University di negara tetangga.

Dalam sebuah video yang di-upload seorang YouTuber, Kaesang membeberkan besaran biaya hidup yang harus ia keluarkan saat menuntut ilmu di Negeri Singa tersebut. Pemuda ini mengaku bahwa biaya hidup di Singapura bisa beragam, tergantung dari gaya hidup yang dimiliki masing-masing orang. Meski demikian, saat baru pindah ke Singapura, Kaesang mengaku dirinya harus ekstra berhemat.

Jika dalam kondisi ‘normal’, Kaesang mengatakan bahwa biaya membeli di Singapura sekitar 5 dolar Singapura atau setara Rp50 ribuan. Sementara, untuk minum, masyarakat di sana bisa menikmati air minum gratis yang bisa diambil dari keran. Rata-rata, untuk satu hari, Kaesang mengaku bisa menghabiskan 13 dolar Singapura hanya untuk makan, sedangkan ongkos transportasi berkisar 5 dolar Singapura untuk perjalanan pulang-pergi.

Sementara, untuk tempat tinggal, dirinya memilih tinggal bersama temannya. Biaya mess yang harus dibayarkan sekitar 800 dolar Singapura sampai 1.000 dolar Singapura, atau setara Rp8,1 jutaan sampai Rp10,1 jutaan per bulan jika dikonversikan dalam rupiah. “Di Singapura, yang mahal itu biaya makan, sedangkan ongkos transportasi masih rata-rata,” ujar Kaesang.

Beberapa masyarakat Indonesia yang merantau ke Singapura juga sempat membagikan pengalaman mereka selama tinggal di negara tersebut. Menurut mereka, meski gaji pekerja di Singapura lebih tinggi dibandingkan di Indonesia, namun pengeluaran di sana juga jauh lebih besar. kos misalnya, jika di Jakarta bisa mendapatkan kost plus mandi pribadi seharga Rp2 jutaan per bulan, maka kos dengan kategori sama di Singapura dipatok Rp10 jutaan per bulan.

Di samping itu, makanan di negara ini memang sangat mahal, terutama daging. Bagi masyarakat non-Muslim, mungkin tidak bakal menemui kesulitan makan karena daging babi (untuk yang mengonsumsinya) relatif murah. Namun, bagi masyarakat Muslim, daging sapi dan ikan di Singapura jauh lebih mahal, salah satunya karena kedua daging ini masih harus diimpor, selain pajaknya yang besar.

Biaya hidup di Singapura pada umumnya berkisar 750 dolar Singapura sampai 2.000 dolar Singapura per bulan, tergantung gaya hidup masing-masing mahasiswa. Berikut ini rincian biaya hidup di negara tersebut.

Biaya Hidup di Singapura

Ilustrasi: kehidupan di jalanan Singapura (sumber: expatessentials.net)

Ilustrasi: kehidupan di jalanan Singapura (sumber: expatessentials.net)

  • Biaya makan berkisar 400 dolar Singapura sampai 650 dolar Singapura per bulan. Sementara, jika memilih makan di kantin kampus atau food court, biayanya sekitar 3 dolar Singapura sampai 5 dolar Singapura untuk sekali makan.
  • Biaya transportasi yang sebelumnya berkisar 20 dolar Singapura sampai 150 dolar Singapura, kini Anda harus menyiapkan biaya transportasi minimal 100 dolar Singapura tergantung frekuensi perjalanan dan apakah Anda bisa mendapatkan diskon dengan kartu mahasiswa Anda.
  • Biaya telekomunikasi berkisar 30-50 dolar Singapura atau lebih, tergantung paket yang Anda pilih dan terbilang stabil dari tahun lalu. Jika dikonversikan ke dalam mata uang Indonesia sekitar Rp302 ribuan – Rp502 ribuan. 
  • Biaya untuk membeli buku dan tulis lainnya berkisar 30 dolar Singapura sampai 70 dolar Singapura, tergantung keperluan jurusan masing-masing mahasiswa.
  • Biaya lain-lain berkisar 50 dolar Singapura sampai 200 dolar Singapura, seperti biaya hiburan, keperluan sehari-hari, dan lainnya.
  • Biaya akomodasi berkisar 200 dolar Singapura sampai 700 dolar Singapura.
  • Biaya utilitas seperti air, listrik, koneksi internet Wi-Fi sekitar 40-100 dolar Singapura. Namun biasanya biaya ini tidak dibebankan jika tinggal di asrama siswa.

Biaya kuliah di Singapura, meski relatif mahal jika dibandingkan negara di kawasan Asia Tenggara lainnya, tetapi masih lebih murah daripada biaya kuliah di Eropa atau AS. Untuk menempuh program Sarjana, rata-rata biaya kuliah yang harus dikeluarkan awalnya sekitar 13.730 dolar Singapura sampai 40.010 dolar Singapura per tahun, tergantung jurusan yang diambil mahasiswa). Sebagai contoh, berikut kami sajikan rincian biaya kuliah program Sarjana di National University of Singapore terbaru.

Biaya Kuliah di Singapura

Jurusan KuliahKisaran Biaya
Seni dan Ilmu Sosial15.300 dolar Singapura (Rp154 jutaan)
Ilmu Bisnis31.800 dolar Singapura (Rp320 jutaan)
Teknik15.300 dolar Singapura (Rp154 jutaan)
Hukum29.350 dolar Singapura (Rp295 jutaan)
Medis (kecuali Keperawatan)46.100 dolar Singapura (Rp463 jutaan)
National University of Singapore (sumber: ibyb.org)

National University of Singapore (sumber: ibyb.org)

Jika diamati dengan biaya kuliah pada tahun sebelumnya, hampir semua jurusan mengalami kenaikan harga. Misalnya, jurusan Hukum yang awalnya 21.600 dolar Singapura atau setara Rp217 jutaan, menjadi 29.350 dolar Singapura – 38.450 dolar Singapura atau setara Rp295 jutaan – Rp386 jutaan. Jurusan Bisnis juga terbilang naik drastis dari 17.900 dolar Singapura setara Rp180 jutaan, menjadi 31.800 dolar Singapura (Rp320 jutaan). 

Update biaya kuliah di National University of Singapore untuk angkatan 2019, terdata total biaya yang diperlukan sekitar 29.350 dolar Singapura – 38.450 dolar Singapura per tahun atau sekitar Rp306 juta - Rp401 juta per tahun. Biaya pendaftaran 20 dolar Singapura atau sekitar Rp210 ribu ditambah dengan biaya tes yakni 52 dolar Singapura atau setara Rp550 ribu. Selain biaya pendidikan, ada juga biaya tambahan yang harus dibayar per semester meliputi biaya pelayanan (Student Services Fee) dan Biaya pelayanan kesehatan (Health Service Fee). Student Services Fee yang harus dibayarkan mahasiswa tahun ajaran 2019 senilai 91,15 dolar Singapura - 108,45 dolar Singapura atau sekitar Rp950 ribu-Rp1.130.000 besarnya biaya pelayanan ini tergantung jurusan yang dipilih. Berbeda dengan Biaya pelayanan kesehatan bagi mahasiswa internasional tahun 2019 yaitu 104.40 dolar Singapura atau sekitar Rp1.090.000. 

Anda berkesempatan memperoleh kesempatan beasiswa dalam beberapa program keringanan biaya pendidikan di National University of Singapore. Mulai dari Singapore MOE Tuition Grant Subsidy yakni keringanan yang didapatkan sebesar 20.000 dolar Singapura per tahun. Program beasiswa kedua adalah ASEAN Undergraduate Scholarship (AUS) dengan biaya subsidi mencapai 5.800 dolar Singapura per tahun.

Beasiswa ketiga yakni Science & Technology (S&T) Undergraduate Scholarship dengan subsidi berupa seluruh biaya Pendidikan dan layanan, subsidi biaya hidup 6.000 dolar Singapura per tahun, tempat tinggal di asrama kampus, tiket pesawat dari dan ke negara asal pada saat akan melakukan studi dan setelah selesai. Jika Anda berhasil meraih program beasiswa CIMB ASEAN Scholarship, maka seluruh biaya pendidikan akan disubsidi. Terakhir, program Dr Goh Keng Swee (GKS) Scholarship yang sistemnya sama seperti Science & Technology (S&T) Undergraduate Scholarship dengan nominal 6.500 dolar Singapura per tahun.

Selain itu, untuk tingkat manapun, seluruh mahasiswa diwajibkan mengajukan aplikasi izin mahasiswa kepada Immigration and Checkpoints Authority (ICA) dalam waktu dua minggu setelah menerima pemberitahuan penerimaan masuk , dengan biaya 90 dolar Singapura. Nah, mengingat biaya kuliah yang cukup mahal, mahasiswa internasional yang tidak memperoleh beasiswa dapat mengajukan aplikasi dana subsidi dari pemerintah. Syaratnya, mahasiswa tersebut wajib bekerja di perusahaan yang berlokasi di Singapura selama kurun waktu masa kuliah.

[Update: Ditta]

Baca juga  Info Terkini Harga Turtle Wax untuk Mobil (Semua Produk)
author
Sudah lama lulus dari S-1 di kampus PTN ternama. Penyuka musik dan sedikit audiophile.

Leave a reply "Update Kisaran Biaya Hidup dan Biaya Kuliah di Singapura"