Update Perhitungan Biaya Balik Nama Sertifikat Rumah

Dalam proses membeli bekas, Anda sebagai pembeli perlu melakukan balik nama sertifikat . Sertifikat yang dimaksud adalah Sertifikat Hak Milik (SHM). SHM menjadi bukti kepemilikan yang memiliki kekuatan hukum yang cukup kuat atas lahan atau karena tidak ada lagi campur tangan atau kemungkinan kepemilikan pihak lain. Status SHM juga tidak memiliki batas waktu.

Ilustrasi: balik nama sertifikat rumah (sumber: rumah.com)

Ilustrasi: balik nama sertifikat rumah (sumber: rumah.com)

Sebagai bukti kepemilikan kuat, SHM menjadi alat paling valid untuk melakukan jual beli properti maupun penjaminan untuk kepentingan pembiayaan perbankan. Untuk melakukan balik nama sertifikat, setidaknya ada beberapa , di antaranya seperti berikut.

Proses Tanah

  • Pengumpulan dan pengolahan data fisik yang didapat melalui pengukuran serta pemetaan.
  • Pengumpulan dan pengolahan data yuridis yang terwujud dalam buku tanah.
  • Penerbitan surat tanda bukti berbentuk sertifikat yang merupakan salinan buku tanah.
  • Penyajian data fisik dan yuridis.
  • Penyimpanan daftar umum dan .

Setelah kelima langkah itu dilalui, maka rangkaian kegiatan initial registration telah selesai. Namun, jika di masa mendatang terjadi perubahan atas tanah tersebut, baik kepemilikan, pemecahan atau penggabungan tanah maka wajib mencatatkan perubahan data fisik dan yuridis kepada Kantor Pertanahan.

Prosedur Balik Nama Sertifikat Rumah

  • Penjual dan pembeli telah menandatangani Akta Jual Beli (AJB) di hadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). Proses balik nama sertifikat rumah tidak dapat dilakukan jika akta jual beli belum ditandatangani oleh penjual, pembeli, PPAT, dan saksi.
  • Penjual telah melunasi pajak penghasilan (PPh), sementara pembeli telah melunasi Bea Perolehan Hak atas Tanah dan (BPHTB). Proses balik nama sertifikat rumah tidak dapat dilakukan jika PPh, BPHTB, PBB belum dilakukan pembayaran secara lunas.
  • Pembeli dan penjual telah melunasi Akta Jual Beli (AJB) sekaligus bea balik nama sertifikat pada PPAT yang ditunjuk. Untuk jasa pelayanan maksimal, penjual dan pembeli sebaiknya membayar jasa PPAT di muka sehingga ketika proses balik nama sertifikat rumah telah selesai, maka pembeli tinggal mengambil sertifikat yang telah balik nama tersebut tanpa keluar lagi.
  • Kantor PPAT akan mengurus balik nama ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) setempat dengan disertakan sertifikat asli, akta jual beli, fotokopi KTP penjual dan pembeli, bukti pelunasan PPh, bukti pelunasan BPHTB. Untuk proses balik nama, maka yang diserahkan ke BPN adalah sertifikat aslinya berikut salinan akta jual beli.
  • Jika sesuai dengan jadwal dan prosedur, proses balik nama kurang lebih 2 minggu. Namun, dalam prakteknya, antara 1 sampai 2 bulan. Hal ini terjadi karena kantor PPAT mengurus balik nama sertifikat ke kantor BPN secara kolektif.

    Ilustrasi: sertifikat rumah (sumber: rumah.com)

    Ilustrasi: sertifikat rumah (sumber: rumah.com)

Dalam proses mengganti balik nama rumah atau tanah, sebagai pembeli, ada beberapa persyaratan yang harus dibawa, yaitu:

  • Formulir permohonan (identitas diri, luas, letak dan penggunaan tanah yang dimohon, pernyataan tanah disengketa, pernyataan tanah atau bangunan dikuasai secara fisik) yang sudah diisi dan ditandatangani pemohon atau kuasanya di atas materai cukup.
  • Surat Kuasa apabila dikuasakan.
  • Fotokopi identitas pemohon/pemegang dan penerima hak (KTP, KK) serta kuasa apabila dikuasakan, yang telah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket.
  • Fotokopi Akta Pendirian dan Pengesahan Badan Hukum yang telah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket.
  • Sertifikat asli.
  • Untuk perorangan yang keperdataannya tunduk pada hukum perdata, dibuktikan dengan penetapan pengadilan atau yang tunduk pada hukum adat dibuktikan dengan surat pernyataan perubahan nama dari yang bersangkutan diketahui Kepala Desa/Lurah dan Camat setempat.
  • Untuk instansi dibuktikan dengan keputusan pejabat yang berwenang tentang perubahan nama instansi untuk badan hukum dibuktikan dengan akta notaris yang memuat perubahan nama dengan pengesahan dari pejabat yang berwenang.

Biaya Balik Nama Sertifikat Tanah/Rumah

Untuk biaya pengurusannya sendiri tergantung dari nilai NJOP tanah. Contohnya jika nilai tanahnya mencapai Rp4.000.000 maka biaya menjadi Rp54.000 dengan lama waktu proses pembuatan balik nama lima hari waktu kerja.

Jika proses balik nama dilakukan melalui jasa notaris biayanya sekitar 1% hingga 2% dari total nilai transaksi. Harga tersebut sudah termasuk pembuatan Akta Jual Beli (AJB), balik nama dan jasa notaris. Waktu pembuatannya sendiri mencapai 30 hari. Besarannya tergantung pada Zona Nilai Tanah (ZNT). Harap dicatat besaran biaya proses balik nama melalui jasa notaris tergantung kebijakan masing-masing. 

Berikut ini akan disajikan ilustrasi perhitungan biaya balik nama rumah beserta biaya-biaya lainnya dalam kegiatan jual beli rumah.

Data Jual Beli

Harga Jual Rumah/Tanah= Rp300.000.000

Harga Sesuai NJOP= Rp200.000.000

NJOPTKP= Rp30.000.000

perhitungan, biaya, balik, nama, rumah, sertifikat, notaris, pejabat, ppat, bpn, pihak, pembeli, penjual, pajak, pph, dokumen, lengkap, akta, bea, provisi, kredit, simulasi, ketentuan, berbeda, persen, nilai, jual

Pasangan suami istri baru saja membeli rumah

Pajak & Biaya Jual Beli

Pajak penjual (PPh final)= Rp15.000.000 (5 persen x harga jual)

Pajak pembeli (BPHTB)= Rp13.500.000 (5 persen x harga jual dikurangi NJOPTKP/NPTKP)

PPN= Rp30.000.000 (10 persen dari harga jual rumah/tanah)

PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak)= Rp350.000 (1/1000 x harga jual)+Rp50.000

BBN (Biaya Balik Nama)= Rp3.500.000 (1 persen x harga jual)+Rp500.000

Provisi Kredit= Rp3.000.000 (1 persen x harga jual)

Biaya notaris= Rp1.000.000-Rp5.000.000 (tergantung kesepakatan)

*perhitungan di atas sifatnya hanya simulasi. Untuk lebih jelasnya, Anda bisa menghubungi Notaris/PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah) atau pihak terkait. Dan, untuk PNBP dan BBN, ketentuan yang diberlakukan mengenai persentasenya bisa saja berbeda tiap daerah.

Hal yang perlu diingat dalam proses balik nama sertifikat rumah, yaitu Akta Jual Beli (AJB) sudah ditandatangani oleh pihak penjual, pembeli, Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) dan saksi. Selanjutnya, proses balik nama sertifikat rumah bisa dilakukan apabila pihak penjual sudah melunasi Pajak Penghasilan (PPh) dan pihak pembeli sudah melunasi Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

Lalu, pihak penjual dan pembeli sudah melunasi biaya Akta Jual Beli dan bea balik nama sertifikat pada PPAT yang ditunjuk. Pihak PPAT akan mengurus pengajuan balik nama Sertifikat Hak Milik (SHM) ke kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) dengan membawa dokumen lengkap dari pihak pembeli.

[Update: Zulfa]

Baca juga  Update Lengkap Harga Granit Indogress (Semua Tipe dan Ukuran)
loading...
author
Literatur akuntansi sudah digeluti hingga pendidikan pascasarjana. Bagiku ini adalah seni pencatatan dan pengikhtisaran transaksi keuangan dan penafsiran akibat suatu transaksi terhadap suatu unit ekonomi.

Leave a reply "Update Perhitungan Biaya Balik Nama Sertifikat Rumah"