Info Lengkap Perbedaan Cek dan Bilyet Giro

No comment266 views

Jika istilah cek sudah cukup familier bagi kalangan masyarakat, berbeda dengan bilyet yang mungkin terbilang asing. Namun keduanya sama-sama merupakan alat giral yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan. Lantas, apa perbedaan cek dan bilyet ?

Ilustrasi: pencairan dana (sumber: cermati.com)

Ilustrasi: pencairan (sumber: cermati.com)

Pengertian Cek

Cek merupakan surat perintah tanpa dari kepada yang memelihara giro nasabah tersebut untuk membayar sejumlah uang kepada pihak yang disebutkan di dalam cek atau kepada pembawa cek. Syarat penarikan cek ditetapkan oleh di antaranya tersedianya dana yang cukup, jumlah uang yang tertulis dalam angka dengan huruf harus sama, resi cek yang diberikan ke nasabah sudah kembali, dan beberapa persyaratan lainnya.[1] Ada berbagai macam jenis cek yang dapat digunakan untuk menarik simpanan giro yaitu post date cheque (cek mundur), cek silang, cek kosong, dan cek fiat.

Latar belakang penerbitan surat cek berdasarkan perikatan dasar antara pihak penerbit yang berposisi sebagai debitur dan pemegang atau pembawa yang berposisi sebagai kreditur. Penerbit merupakan pihak yang mempunyai dana yang disimpan atau dititipkan kepada bank dalam bentuk simpanan giro. Penerbit sebagai nasabah giro dapat sewaktu-waktu menarik dananya dari bank dengan menggunakan surat cek. Surat cek yang diterbitkan oleh penerbit tersebut dapat digunakan sebagai alat pembayaran yang sama dengan uang tunai, sehingga cek dengan mudah untuk dipindahtangankan kepada orang lain secara hand to hand (mempunyai klausula atas tunjuk atau an toonder, to bearer).

Baca juga  Update Terkini Keunggulan, Fasilitas, Syarat, dan Biaya Tabungan BRI Junio

Istilah cek harus dituliskan dalam teks surat cek dan ditulis dalam bahasa yang digunakan. Hal tersebut dimaksudkan apabila surat cek menggunakan Bahasa maka istilah cek tersebut harus menggunakan Bahasa . Dalam Bahasa tidak ada istilah lain untuk cek, kecuali mengambil dari bahasa aslinya yang kemudian diindonesiakan menjadi cek, sehingga kata cek sudah dianggap dalam Bahasa .

Syarat Formal Surat Cek

Sebuah cek harus memuat hal-hal seperti di bawah ini yang dikenal dengan syarat formal. Syarat formal tersebut sebagaimana yang dinyatakan dalam Pasal 178 KUHD, yakni:

  • Istilah cek harus tertulis dalam bahasa yang digunakan pada surat cek tersebut
  • Perintah tidak bersyarat kepada bank untuk membayar sejumlah uang
  • Nama tersangkut yang harus membayar bank
  • Tempat pembayaran dilakukan
  • Tanggal dan tempat surat cek tersebut diterbitkan
  • Tanda tangan orang yang menerbitkan.
Ilustrasi: penyerahan cek (sumber: ednews.net)

Ilustrasi: penyerahan cek (sumber: ednews.net)

Apabila dalam surat cek tersebut tidak memuat salah satu syarat dari syarat-syarat formal seperti di atas, maka surat cek dinyatakan tidak berlaku. Beberapa hal dikecualikan seperti surat cek yang tidak menetapkan tempat pembayaran secara khusus, maka tempat yang tertulis di samping nama tersangkut dianggap sebagai tempat pembayaran. Pada umumnya, tempat pembayaran memang tidak tertulis dalam teks surat cek.[2]

Baca juga  Info Terkini Biaya Transfer Bank Mandiri

Pengertian Bilyet Giro (BG)

Dikenal sebagai surat perintah dari nasabah kepada bank untuk memelihara rekening giro nasabah tersebut dan memindahbukukan sejumlah uang dari rekening yang bersangkutan kepada pihak penerima yang disebutkan namanya pada bank yang sama atau bank lainnya. Penggunaan bilyet ini memiliki manfaat yang sangat banyak dalam perbankan. Salah satunya adalah kemudahan melakukan dalam jumlah besar. Pasalnya, Anda dapat melakukan hingga Rp500 juta.

Keamanan transaksi melalui bilyet giro dinilai lebih terjamin dibanding dengan cek. Bilyet Giro harus dibawa langsung oleh penerima kuasa. Jika seandainya terjadi suatu kesalahan, salah satu instrumen pembayaran non tunai tersebut dapat langsung terblokir, sehingga transaksi akan otomatis dibatalkan. Sama dengan alat pembayaran non tunai lain, bilyet giro juga punya sifat khusus.

Syarat Formal Bilyet Giro

  • Nama dan nomor bilyet yang bersangkutan
  • Nama bank tertarik
  • Nama dan nomor rekening pemegang BG
  • Tanggal penulisan BG
  • Perintah pemindahbukuan yang jelas
  • Keterangan jumlah uang
  • Tempat dan tanggal penarikan
  • Tanda tangan dan nama jelas
Ilustrasi: bilyet giro (sumber: lifepal.co.id)

Ilustrasi: bilyet giro (sumber: lifepal.co.id)

Bilyet giro tidak dapat dibayar dalam bentuk tunai dan pembayarannya dapat dilakukan saat jatuh tempo. Bahkan dapat dibatalkan langsung oleh penarik secara sepihak. Untuk mengetahui lebih rinci, berikut ulasan lengkap mengenai perbedaan cek dan BG dalam bentuk tabel.

Baca juga  Biaya Potongan Bulanan Bank Paling Murah

Perbedaan Cek dan Bilyet Giro

CekBilyet Giro
Dapat ditarik secara tunaiTidak dapat dicairkan secara tunai
Tanggalnya hanya satu yakni tanggal jatuh tempoTanggalnya ada 2 yakni tanggal penarikan dan tanggal efektif
Dapat dicairkan sebelum tanggal efektif jika dikliringkanTidak dapat dicairkan sebelum tanggal efektif
Alat pembayaran atau penukarAlat pemindahbukuan saja
Terdapat cek valas atau traveller cekTidak terdapat giro valas
Inkaso cek dapat dilakukanInkaso bilyet giro tidak ada

Itu tadi perbedaan dari cek dan bilyet giro. Meski keduanya memiliki perbedaan, tetapi terdapat sejumlah persamaan yakni masa kadaluarsa 70 hari setelah dikeluarkan. Keduanya, baik cek maupun giro, dapat dijadikan bahan perhitungan pada lembaga .

[1]  Ivalaina Astarina dan Angga Hapsila. Manajemen Perbankan (Yogyakarta: Deepublish, 2015), hlm. 49

[2] Irawan, James Julianto. Surat Berharga: Suatu Tinjauan Yuridis dan Praktis (Jakarta: Kencana, 2016), hlm. 131

author

Leave a reply "Info Lengkap Perbedaan Cek dan Bilyet Giro"