Update Mengenai Pengertian dan Contoh Biaya Variabel Dalam Produksi

Konsep merupakan salah satu hal yang terpenting dalam akuntansi manajemen dan akuntansi . Adapun tujuan mengetahui adalah untuk digunakan untuk proses perencanaan, pengendalian dan pembuatan keputusan.

Ilustrasi: rapat pengambilan keputusan

Ilustrasi: rapat pengambilan keputusan

Biaya seringkali didefinisikan sebagai kas atau nilai ekuivalen kas yang dikorbankan untuk mendapatkan barang atau jasa yang diharapkan memberikan manfaat saat ini atau di masa yang akan datang.

Secara umum, dalam akuntansi manajemen, dikenal adanya 2 (dua) golongan biaya, yaitu biaya variabel dan biaya tetap. Biaya tetap, sesuai dengan namanya adalah biaya yang jumlahnya sampai tingkat kegiatan tertentu relatif tetap dan tidak terpengaruh oleh perubahan volume kegiatan.

Sedangkan untuk biaya variabel, merupakan dari biaya yang jumlahnya berubah-ubah sebanding dengan perubahan volume kegiatan, namun biaya per unitnya tetap. Artinya, jika volume kegiatan diperbesar 2 (dua) kali lipat, maka total biaya juga menjadi 2 (dua) kali lipat dari jumlah semula.

Biaya variabel dalam suatu produksi biasanya akan naik jika jumlah output yang dihasilkan bertambah, dan akan turun jika output yang dihasilkan berkurang. Pada intinya, biaya variabel sebanding dengan output yang dihasilkan.

Pengertian biaya variabel lain didapatkan dari Garrison (2006: 66) mengatakan bahwa ‘Variable costs are costs that change in proportion to changes in activity’. Dengan kata lain bahwa biaya variabel adalah biaya yang akan berubah secara proporsional sesuai dengan aktivitas kegiatan yang dilakukan dalam usaha mencapai laba yang diinginkan .

Menurut Riwayadi (2006: 30) mengatakan bahwa biaya variabel (variable cost) adalah biaya yang totalnya berubah secara proporsional dengan perubahan output aktivitas, sedangkan biaya per unitnya adalah tetap dalam batas relevan tertentu.

Sedangkan menurut Mulyadi (2009:15), biaya variabel adalah biaya yang jumlah totalnya berubah sebanding dengan perubahan volume kegiatan. Berdasarkan beberapa pengertian, dapat dilihat bahwa perubahan biaya variabel akan sangat dipengaruhi oleh volume kegiatan dan berubah secara proporsional sesuai aktivitas yang terjadi.

Semakin besar volume kegiatan, maka akan semakin besar pula jumlah total biaya variabel, begitu pula sebaliknya. Semakin rendah volume kegiatan, maka jumlah biaya total variabel akan semakin rendah juga. Tetapi, untuk biaya variabel per satuan tidak dipengaruhi oleh perubahan volume kegiatan.

Ilustrasi: rapat perhitungan biaya

Ilustrasi: rapat perhitungan biaya

Contoh dari biaya variabel (variable cost) adalah upah buruh, mentah, bakar, pengangkutan, dan lain-lain. Kurva biaya variabel berbentuk lengkung bukan garis lurus. Mengapa? Hal ini disebabkan mula-mula biaya variabel bernilai nol, kemudian melonjak ke suatu nilai tertentu. Maka apabila pelonjakan tertulis sebagai garis yang naik ke kanan atas.

Kurva biaya variabel digambarkan agak melandai disebabkan karena perusahaan yang bersangkutan masih berada pada kapasitas normalnya (kemampuan memproduksi output), sehingga produktivitasnya masih tinggi juga.

Untuk lebih jelas mengenai biaya variabel, Anda dapat melihat pada tabel berikut ini.

Contoh Penghitungan Biaya Variabel Dalam Produksi

Unit yang DiproduksiBiaya Bahan Baku Total (Rp)Per Unit (Rp)
1100100
5500100
101.000100
6600100
10010.000100
1.000100.000100
Ilustrasi: perhitungan biaya variabel

Ilustrasi: perhitungan biaya variabel

Biaya variabel akan bervariasi langsung (proporsional) dengan kuantitas (volume) produksi (penjualan) apabila kuantitas (volume) produksi (penjualan) apabila kuantitas yang diproduksi naik (bertambah), maka biaya ini naik (bertambah) sebesar perubahan kuantitas dikalikan biaya variabel per satuan dan sebaiknya apabila turun. Ciri biaya variabel ini akan berubah-ubah dalam jumlah total, tetapi biaya per satuannya tetap.

Biaya tersebut merupakan salah satu komponen penentu harga pokok produksi. Dengan perhitungan harga pokok produksi yang benar, maka akan mengakibatkan penetapan yang benar juga, tidak terlalu tinggi bahkan terlalu rendah dari harga pokok, sehingga nantinya akan mampu menghasilkan laba sesuai dengan yang diharapkan.

Tetapi, jika perhitungan harga pokok produksi kurang tepat, maka akan berpengaruh terhadap harga jual, yang mungkin akan berakibat pada perusahaan mengalami kerugian atau laba yang didapatkan sedikit atau tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Harga pokok produksi merupakan kumpulan dari biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh dan mengolah bahan baku menjadi barang jadi. Pada umumnya, elemen biaya tersebut dikelompokkan menjadi tiga golongan yaitu bahan baku langsung, tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik (tetap dan variabel).

Ketiga biaya tersebut harus diklasifikasikan sesuai dengan , sifat dan perilaku biaya sebenarnya untuk menghasilkan suatu . Dalam penentuan biaya produksi ditentukan oleh cara berproduksi yaitu produksi atas dasar pesanan dan produksi massa.

Selain biaya variabel, ada juga biaya tetap dan semi variabel. Masing-masing biaya tersebut memiliki perbedaan. Untuk penjelasan singkatnya, dapat melihat pada tabel berikut.

Biaya tetap merupakan biaya yang jumlah totalnya akan tetap walaupun jumlah yang diproduksi/dijual berubah-ubah dalam kapasitas normal. Contohnya biaya sewa gedung. Ciri biaya tetap ini adalah jumlah totalnya tetap, tetapi jumlah per unitnya tidak tetap.

Contoh Penghitungan Biaya Tetap Dalam Produksi

Memperkirakan Biaya - (Sumber: sunshinecoastdaily.com.au)

Memperkirakan Biaya - (Sumber: sunshinecoastdaily.com.au)

Total Biaya Sewa (Rp)Jumlah Unit yang DiproduksiBiaya per Unit (Rp)
250.0001002.500
250.000500500
250.0001.000250
250.0002.500100

Jenis biaya selanjutnya adalah biaya semi variabel. Biaya ini adalah biaya yang jumlahnya berubah-ubah dalam hubungannya dengan perubahan kuantitas yang diproduksi tetapi perubahannya tidak proporsional. Contohnya yaitu biaya pengawas dengan insentif yang berhubungan dengan kapasitas produksi.

Contoh Penghitungan Biaya Semi Variabel Dalam Produksi

Jumlah produksiTotal biayaBiaya per unitKenaikan (Penurunan) Per Unit [Rp]Kenaikan (Penurunan) Total [Rp]
15013.50090(10)3.500
20017.00085(5)3.500
30021.00070(15)3.500
10010.000100-3.500

Ketiga jenis biaya tersebut (tetap, semi variabel, dan variabel) merupakan komponen umum dalam konteks biaya dalam akuntansi. Ketiganya bisa Anda temukan di literatur seputar akuntansi baik yang berbentuk file online atau buku.

[Update: Dian]

Baca juga  Info Terbaru Harga Cat Tembok Decolith 1 Kg, 5 Kg, dan 25 Kg
loading...
author
Literatur akuntansi sudah digeluti hingga pendidikan pascasarjana. Bagiku ini adalah seni pencatatan dan pengikhtisaran transaksi keuangan dan penafsiran akibat suatu transaksi terhadap suatu unit ekonomi.

Leave a reply "Update Mengenai Pengertian dan Contoh Biaya Variabel Dalam Produksi"