Info Terbaru Pengertian dan Contoh Biaya Langsung (Direct Cost)

Biaya langsung atau direct cost merupakan salah satu hal yang tidak bisa dilepaskan dari keseharian kita. Biaya ini bisa saja dibutuhkan ketika kita menginginkan suatu barang atau jasa. Untuk bersekolah atau kuliah, kita perlu membayar biaya. Untuk mengurus dokumen perizinan, kita juga membutuhkan biaya. Selain itu, kebutuhan pokok sehari-hari, seperti listrik, air, dan telepon, kita juga memerlukan biaya.

Ilustrasi: Menghitung Prepaid Expenses (credit: pandle.com)
Ilustrasi: menghitung biaya-biaya (credit: pandle.com)

Dalam ilmu akuntansi dan manajemen, biaya dapat diartikan sebagai pengorbanan ekonomis yang dibuat untuk memperoleh barang atau jasa. Biaya juga bisa berarti sesuatu yang berkonotasi sebagai penunjang yang harus dikorbankan untuk memperoleh tujuan akhir, yaitu mendatangkan laba. Selain itu, biaya juga bisa disebut sebagai kas atau nilai ekuivalen kas yang dikorbankan untuk mendapatkan barang atau jasa yang diharapkan memberikan manfaat saat ini atau di masa yang akan datang.

Bacaan Lainnya

Biaya sendiri dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis atau golongan, seperti biaya tetap (fixed cost), biaya variabel (variable cost), biaya operasional (operational cost), biaya perawatan (maintenance cost), biaya investasi (investment cost), hingga biaya produksi. Namun, pada artikel kali ini, kita akan membahas tentang biaya langsung atau direct cost.

Pengertian Biaya Langsung

Biaya langsung merupakan “a cost that can be traced to a particular department is called a direct cost of a department”. Biaya langsung dapat diartikan sebagai biaya yang terjadi ketika penyebab satu-satunya adalah karena ada sesuatu yang harus dibiayai. Biaya langsung adalah biaya yang terjadi pada suatu segmen dan terjadinya karena segmen tersebut. Biaya langsung merupakan biaya yang dapat ditelusuri dengan jelas dan nyata ke bagian segmen tertentu yang akan dianalisis.[1]

Jika suatu perusahaan merancang sebuah bangunan baru dan perlu menyewa seorang manajer proyek untuk mengawasi konstruksi tersebut, maka gaji manajer proyek yang bersangkutan bisa dikategorikan sebagai biaya langsung. Contoh lain biaya yang termasuk dalam biaya langsung di antaranya biaya kerikil, pasir, semen, dan upah pekerja yang terjadi pada proses produksi beton. Konsep biaya langsung ini lebih luas dibandingkan biaya pengertian bahan baku langsung atau kerja langsung.

Dalam Rencana Biaya (RAB) untuk jasa konsultasi, Anda juga bisa menemukan contoh biaya langsung. Biaya langsung yang dimaksud adalah biaya langsung personel ( ahli) untuk jasa konsultan, jasa lainnya, dan untuk tenaga pendukung. Besarnya biaya langsung dihitung berdasarkan harga pasar yang berlaku dan wajar serta didasarkan pada dokumen yang dapat dipertanggungjawabkan, yaitu melalui daftar gaji yang telah diperiksa (audited payroll) disertai bukti pembayaran pajak terhadap gaji yang diterima.

Contoh Biaya Langsung

Ilustrasi: penghasilan (sumber: republika)
  • Biaya material, mencakup pembelian bahan dan material yang dihitung dengan analisis harga satuan. Hal yang harus diperhitungkan dalam biaya material yaitu bahan sisa, harga loco, harga terbaik, dan cara pembayaran ke supplier.
  • Biaya upah buruh, yakni pembayaran upah pekerja yang diperhitungkan terhadap satuan item dan biasanya sudah memiliki standar harga satuannya. Dalam memperhitungkan biaya upah buruh, perlu diperhatikan hal seperti perbedaan antara harian atau borongan, kapasitas kerja, asal dari mana buruh datang, serta mempertimbangkan undang-undang buruh yang berlaku.
  • Biaya peralatan atau equipment, adalah biaya terhadap peralatan untuk melaksanakan pekerjaan konstruksi. Untuk menghitung biaya ini, perlu diperhatikan beberapa hal seperti ongkos keluar masuk gudang, ongkos buruh, dan biaya operasi jika peralatan merupakan barang sewaan, depresiasi, reparasi, pemeliharaan, dan ongkos mobilisasi jika peralatan bukan barang disewa.

Contoh Perhitungan Biaya Langsung

Sebagai contoh perhitungan biaya langsung, yakni ketika orang yang sakit stroke dan mendaftarkan diri di rumah sakit, maka biaya yang harus dihitung adalah biaya rawat inap pasien per malam, biaya pemeriksaan, konsultasi, penunjang/laboratorium/alat, biaya tindakan medis, obat serta biaya administrasi seperti berikut.

Seorang pasien stroke yang ada di RSUD Kota X, harus membayar biaya langsung berupa biaya rawat inap kelas VIP Rp200.000 per malam + biaya obat (termasuk konsultasi, pemeriksaan, laboratorium, alat, dan tindakan medis) Rp2.000.000 + biaya administrasi Rp15.000. Sehingga dapat disimpulkan bahwa biaya langsung yang harus dikeluarkan pasien tersebut Rp2.215.000 dengan catatan melakukan rawat inap selama semalam.

Jenis Biaya Langsung Personel

Ilustrasi: perhitungan biaya (sumber: hls.co)

Biaya langsung personel terdiri dari 2 (dua) bagian, yaitu biaya langsung personel untuk pengadaan jasa undangan internasional dan biaya langsung personel untuk pengadaan jasa undangan nasional. Biaya langsung personel bagi seorang ahli yang memberikan jasa konsultasi dihitung menurut jumlah satuan waktu tertentu (bulan, minggu, hari, dan jam) dikalikan dengan biaya langsung personel yang ditetapkan berdasarkan pengalaman profesional riil sejak lulus dari tinggi, dan akreditasi dari asosiasi profesi, atau lembaga yang ditunjuk pemerintah (bagi konsultan perorangan).

Sementara, biaya langsung personel yang dihitung sudah mencakup gaji dasar (basic salary) (termasuk PPh), beban biaya sosial (social charge), beban biaya umum (overhead), tunjangan penugasan, dan keuntungan.

Definisi dan Jenis Biaya Tidak Langsung

Bersama dengan biaya langsung, dikenal pula biaya tidak langsung atau indirect cost. Biaya tidak langsung merupakan biaya yang tidak dapat dikaitkan dengan objek biaya tertentu secara akurat. Indirect cost juga dapat didefinisikan sebagai biaya yang tidak bisa ditelusuri secara langsung pada suatu objek biaya.[2]

Biaya ini mencakup hal-hal seperti iklan dan pemasaran, depresiasi produk, persediaan perusahaan, akuntansi, dan penggajian. Bisa dibilang, biaya tidak langsung adalah beragam biaya yang berguna untuk mempertahankan seluruh perusahaan dan bukan hanya biaya-biaya yang terkait dengan pembuatan produk tertentu.

Salah satu jenis biaya tidak langsung adalah biaya umum, yang merupakan biaya yang bersama-sama dinikmati oleh sejumlah objek biaya. Gaji manajer proyek bisa menjadi biaya tidak langsung dari setiap jenis produk yang mereka hasilkan. Gaji manajer proyek ini disebut juga dengan biaya umum. Contoh lainnya adalah biaya depresiasi, asuransi, biaya listrik, biaya overhead pabrik, biaya penjualan, serta biaya administrasi.

Karena biaya tidak langsung tidak dapat ditelusuri ke tempat penampungan biaya atau objek biaya, pembebanan biaya untuk biaya tidak langsung dilakukan dengan menggunakan penggerak biaya. Sebagai contoh, jika penggerak biaya untuk biaya penanganan bahan baku adalah jumlah suku cadang, total biaya penanganan bahan baku dapat dibebankan ke setiap produk berdasarkan total suku cadangnya dibandingkan total suku cadang untuk semua produk lainnya. Hasilnya adalah biaya dibebankan ke tempat penampungan biaya atau objek biaya yang menimbulkan biaya tersebut dengan semestinya sesuai dengan bagaimana biaya tersebut terjadi.[3]

[Update: Dian]

[1]Aulia, Destanul, Sri Fajar Ayu, Nefonafratilova. 2017. Analisis Perbandingan Biaya Langsung (Direct Cost) dan Biaya Tidak Langsung (Indirect Cost) pada Pasien Stroke di Rumah Sakit. Jurnal Ekonomi Kesehatan Indonesia Universitas Sumatera Utara, Vol. 2(2): 82-88.

[2]Aminda, Renea Shinta, Indupurnahayu, Henny Taryani. 2020. Analisis Rasio Biaya Langsung dan Biaya Tidak Langsung Operasional Perguruan Tinggi X. Jurnal Manajemen Edisi Elektronik Universitas Ibn Khaldun Bogor, Vol. 11(2): 239-252.

[3] Blocher (MGH). 2007. Manajemen Biaya 1 (ed. 3). Jakarta: Salemba, hlm 103.

Pos terkait